7 Drama Korea yang Melawan Stigma Masyarakat, dari Penyakit Mental hingga LGBT

Rabu, 21 September 2022 - 05:30 WIB
loading...
7 Drama Korea yang Melawan Stigma Masyarakat, dari Penyakit Mental hingga LGBT
Beberapa drama Korea berani melawan stigma yang ada di masyarakat. Baik itu stigma tentang penyakit mental atau yang berkaitan dengan bunuh diri, dan LGBT. Foto/Soompi
A A A
JAKARTA - Beberapa drama Korea berani melawan stigma yang ada di masyarakat. Baik itu stigma tentang penyakit mental atau yang berkaitan dengan bunuh diri , disabilitas dan komunitas LGBT .

Seluruh stigma di Korea Selatan ini ada kalanya dilawan melalui tayangan hiburan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya judul drama Korea yang mengangkat isu sensitif dan tabu tersebut.

Ada banyak drama Korea, terutama dalam beberapa tahun terakhir, yang menyentuh banyak masalah ini. Drama ini tak hanya menjadi tontonan yang menghibur tapi juga memberikan pesan kepada masyarakat.

Berikut daftar drama Korea yang melawan stigma di masyarakat seperti dilansir dari Soompi, Rabu (21/9/2022).

Baca Juga: 5 Drama Korea tentang Hacker, Penuh Intrik dan Menegangkan

1. It’s Okay to Not Be Okay

7 Drama Korea yang Melawan Stigma Masyarakat, dari Penyakit Mental hingga LGBT

Foto/Soompi

Moon Kang Tae (Kim Soo Hyun) bekerja sebagai perawat di rumah sakit jiwa. Ketika dia bertemu dengan seorang wanita bernama Go Moon Young (Seo Ye Ji), penulis buku anak-anak yang misterius, dia sangat menyukainya. Dia bertekad untuk memenangkan hati Kang Tae, tapi Kang Tae tidak tertarik menjalin asmara karena harus merawat kakaknya, Moon Sang Tae (Oh Jung Sae) yang autis.

Ada berbagai karakter di sepanjang cerita yang menyoroti kesehatan mental. Dan meskipun drama ini berlatar di rumah sakit jiwa, perjuangan kesehatan mental yang dihadapi semua karakter adalah hal yang lazim. Drama ini juga menunjukkan contoh spesifik, seperti Moon Kang Tae menunjukkan Moon Young pelukan kupu-kupu untuk membantu ketika dia merasa sangat cemas.

Hl ini sangat penting dalam memerangi segala jenis stigma yang datang dengan kesehatan mental, terutama di Korea Selatan. Ini menunjukkan bahwa penting untuk mencari bantuan saat dibutuhkan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1696 seconds (11.210#12.26)