PB IDI Gandeng Aplikasi D2D Lakukan Skrining Kesehatan Masyarakat untuk Cegah Penyakit Tidak Menular
Selasa, 15 November 2022 - 04:04 WIB
loading...
PB IDI dan Aplikasi Doctor to Doctor berkolaborasi membantu pemerintah dalam melakukan deteksi dini melalui program Skrining Nasional Penyakit Tidak Menular. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menurut data WHO, 41 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit tidak menular. Di Indonesia, penyakit diabetes mellitus, jantung, kanker, dan paru kronis masuk dalam lima besar penyebab kematian.
Jumlah kasus ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya faktor risiko seperti tingginya asupan gula, garam, dan lemak serta rendahnya aktivitas fisik. Dampak dari penyakit ini, BPJS Kesehatan telah menghabiskan anggaran senilai Rp17,5 triliun pada 2020.
Untuk itu, dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Aplikasi Doctor to Doctor (D2D) berkolaborasi membantu pemerintah dalam melakukan deteksi dini melalui program Skrining Nasional Penyakit Tidak Menular.
Rangkaian Program Skrining Nasional Penyakit Tidak Menular berlangsung dari November 2022 hingga Mei 2023 yang melibatkan 5.000 dokter anggota PB IDI di seluruh Indonesia dan dilakukan secara digital dengan menggunakan aplikasi D2D di setiap layanan kesehatan sebagai bagian dari Hari Bakti Dokter Indonesia ke-115.
Dari rangkaian acara tersebut, pada November 2022 digelar webinar sosialisasi kepada para dokter, kemudian pelaksanaan skrining ke masyarakat akan dimulai pada Januari hingga Mei 2023, dan di akhir rangkaian yaitu pada Mei 2023, akan disampaikan hasil kegiatan melalui webinar ilmiah di D2D.
Masyarakat yang ditargetkan melakukan deteksi dini penyakit tidak menular sebanyak 115.000 orang.
Head of Doctor Pillar PT Global Urban Esensial (GUE) Mohamad Salahuddin mengatakan, Program Skrining Nasional Penyakit Tidak Menular adalah bagian dari komitmen D2D dalam rangka memberikan layanan terbaik di dunia kesehatan, khususnya kepada para dokter, masyarakat umum, dan seluruh stakeholder kesehatan.
Jumlah kasus ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya faktor risiko seperti tingginya asupan gula, garam, dan lemak serta rendahnya aktivitas fisik. Dampak dari penyakit ini, BPJS Kesehatan telah menghabiskan anggaran senilai Rp17,5 triliun pada 2020.
Untuk itu, dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Aplikasi Doctor to Doctor (D2D) berkolaborasi membantu pemerintah dalam melakukan deteksi dini melalui program Skrining Nasional Penyakit Tidak Menular.
Rangkaian Program Skrining Nasional Penyakit Tidak Menular berlangsung dari November 2022 hingga Mei 2023 yang melibatkan 5.000 dokter anggota PB IDI di seluruh Indonesia dan dilakukan secara digital dengan menggunakan aplikasi D2D di setiap layanan kesehatan sebagai bagian dari Hari Bakti Dokter Indonesia ke-115.
Dari rangkaian acara tersebut, pada November 2022 digelar webinar sosialisasi kepada para dokter, kemudian pelaksanaan skrining ke masyarakat akan dimulai pada Januari hingga Mei 2023, dan di akhir rangkaian yaitu pada Mei 2023, akan disampaikan hasil kegiatan melalui webinar ilmiah di D2D.
Masyarakat yang ditargetkan melakukan deteksi dini penyakit tidak menular sebanyak 115.000 orang.
Head of Doctor Pillar PT Global Urban Esensial (GUE) Mohamad Salahuddin mengatakan, Program Skrining Nasional Penyakit Tidak Menular adalah bagian dari komitmen D2D dalam rangka memberikan layanan terbaik di dunia kesehatan, khususnya kepada para dokter, masyarakat umum, dan seluruh stakeholder kesehatan.
Lihat Juga :