PB IDI Gandeng Aplikasi D2D Lakukan Skrining Kesehatan Masyarakat untuk Cegah Penyakit Tidak Menular
Selasa, 15 November 2022 - 04:04 WIB
loading...
A
A
A
“Melalui kolaborasi dengan anggota IDI, D2D diharapkan dapat memberi kemudahan untuk para dokter di Indonesia dalam melakukan pendataan hasil skrining nasional penyakit tidak menular dan membaktikan diri ke masyarakat, sehingga semakin banyak masyarakat terhindar dari berbagai faktor risiko penyakit atau melakukan pengobatan lebih awal. Dengan program kolaborasi IDI dan D2D ini, kita berharap dapat bersinergi dengan program pemerintan dan membantu penurunan prevalensi PTM di Indonesia,” kata Mohamad Salahuddin melalui siaran resminya, Senin (14/11/2022).
Sementara Ketua Umum PB IDI dr. M. Adib Khumaidi, Sp.OT menyampaikan, Program Skrining Nasional Penyakit Tidak Menular sejalan dengan prioritas kerja pemerintah di bidang kesehatan yang diarahkan pada peningkatan upaya promotif dan preventif, di samping peningkatan akses pada pemberian pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan aplikasi Doctor to Doctor sebagai platform edukasi dan komunikasi rekan sejawat dokter, bahkan saat ini sebagai platform skrining untuk meningkatkan layanan dan akses kesehatan untuk masyarakat. IDI berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kompetensi dan literasi digital tenaga kesehatan di Indonesia, salah satunya melalui kolaborasi dengan platform digital D2D,” beber dr. M. Adib Khumaidi.
Dokter yang terlibat dalam program kegiatan skrining nasional penyakit tidak menular ini akan mendapatkan poin Satuan Kredit Profesi (SKP) dalam ranah pengabdian masyarakat. PB IDI dan D2D juga akan memberikan penghargaan kepada dokter-dokter yang paling aktif dalam melakukan skrining, dilihat dari jumlah masyarakat yang telah diskrining oleh dokter tersebut.
Aplikasi Doctor to Doctor sendiri memiliki banyak fitur yang bermanfaat bagi dokter. Fitur-fitur tersebut di antaranya webinar kedokteran, membaca serta permintaan literatur, Continuing Medical Education (CME), fitur berita dan event kedokteran terkini, informasi lowongan pekerjaan, album P2KB, serta fitur untuk berdiskusi juga konferensi bersama rekan sejawat.
Sementara Ketua Umum PB IDI dr. M. Adib Khumaidi, Sp.OT menyampaikan, Program Skrining Nasional Penyakit Tidak Menular sejalan dengan prioritas kerja pemerintah di bidang kesehatan yang diarahkan pada peningkatan upaya promotif dan preventif, di samping peningkatan akses pada pemberian pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan aplikasi Doctor to Doctor sebagai platform edukasi dan komunikasi rekan sejawat dokter, bahkan saat ini sebagai platform skrining untuk meningkatkan layanan dan akses kesehatan untuk masyarakat. IDI berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kompetensi dan literasi digital tenaga kesehatan di Indonesia, salah satunya melalui kolaborasi dengan platform digital D2D,” beber dr. M. Adib Khumaidi.
Dokter yang terlibat dalam program kegiatan skrining nasional penyakit tidak menular ini akan mendapatkan poin Satuan Kredit Profesi (SKP) dalam ranah pengabdian masyarakat. PB IDI dan D2D juga akan memberikan penghargaan kepada dokter-dokter yang paling aktif dalam melakukan skrining, dilihat dari jumlah masyarakat yang telah diskrining oleh dokter tersebut.
Aplikasi Doctor to Doctor sendiri memiliki banyak fitur yang bermanfaat bagi dokter. Fitur-fitur tersebut di antaranya webinar kedokteran, membaca serta permintaan literatur, Continuing Medical Education (CME), fitur berita dan event kedokteran terkini, informasi lowongan pekerjaan, album P2KB, serta fitur untuk berdiskusi juga konferensi bersama rekan sejawat.
(tsa)
Lihat Juga :