Lukman Sardi Ajak Masyarakat Booster 2: Ini Buat Kepentingan Bersama

Rabu, 23 November 2022 - 13:42 WIB
loading...
Lukman Sardi Ajak Masyarakat Booster 2: Ini Buat Kepentingan Bersama
Aktor senior Lukman Sardi mengajak masyarakat untuk segera menjalani vaksinasi Booster 2, terutama para lanjut usia (Lansia). Foto/Kevi Laras/MPI
A A A
JAKARTA - Aktor senior Lukman Sardi mengajak masyarakat untuk segera menjalani vaksinasi Booster 2, terutama para lanjut usia (Lansia). Menurutnya perlu melakukan vaksin, untuk memberikan perlindungan tambahan.

Vaksin booster merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menambah sistem kekebalan (antibodi) masyarakat di tengah Covid-19. Saat ini Indonesia siap booster 2 untuk kelompok lanjut usia (lansia).

Sehingga apa yang sudah ditentukan oleh Pemerintah dan Tim kesehatan, bukanlah hal buruk, contohnya vaksinasi booster.

"Apa yang diutamakan pemerintah, dan tim kesehatan untuk kebaikan jadi nggak ada niatan ini jadi jelek. Kalau kita lihat dari kesehatan dari orang-orang ahli mereka mempelajari bukan sekadar langsung gitu saja prosesnya," jelas Lukman Sardi kepada MNC Portal di Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Baca Juga: Lukman Sardi: Serial MenemukanMu Memiliki Makna yang Cukup Mendalam

Lukman pun mengaku bahwa manfaat vaksinasi yang diupayakan pemerintah, bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada semua orang. Hal ini terlihat dari proses, hadirnya vaksinasi di Indonesia telah dikaji oleh para ahlinya.

Kendatinya, ia mendorong masyarakat untuk vaksinasi Covid-19, mulai dari dosis primer, booster 1 dan booster 2. Menurutnya bukan untuk kepentingan pribadi, namun kepentingan bersama.

"Ini bukan untuk diri sendiri ya tapi buat bersama nggak ada salahnya kita lamun booster, apapun yang disarankan pemerintah dan tim kesehatan karena ujungnya buat kepentingan bersama," jelas Lukman.

Sekadar informasi, kebijakan booster 2 untuk lansia tercantum dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster ke-2 Bagi Kelompok Lanjut Usia.

Berlaku efektif sejak ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu pada tanggal 22 November 2022.
(hri)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1712 seconds (10.55#12.26)