Ahli Pastikan Informasi Covid-19 Bisa Sembuh dengan Aspirin Adalah Hoaks

Kamis, 24 November 2022 - 14:34 WIB
loading...
Ahli Pastikan Informasi...
Ada alasan ilmiah mengapa dr. Dicky Budiman mengatakan bahwa informasi Covid-19 bukan virus dan aspirin bisa sembuhkan Covid-19 tersebut adalah hoaks. / Foto: ilustrasi/ist
A A A
JAKARTA - Beberapa waktu belakangan ramai pembicaraan soal pesan berantai di WhatsApp yang menginformasikan bahwa Covid-19 bukan virus melainkan bakteri yang terpapar radiasi.

Dijelaskan juga di pesan tersebut bahwa Kementerian Kesehatan Singapura tak mau mengikuti tata laksana pengobatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tetapi mengandalkan aspirin sebagai obat Covid-19. Resep aspirin yang dituliskan di informasi ini adalah aspirin 100 mg dan Paracetamol 650 mg.

Pengobatan aspirin dipilih, menurut informasi di pesan itu, karena Covid-19 adalah penyakit yang menyebabkan penggumpalan darah, dan ini yang menyebabkan pasien sesak napas karena kekurangan oksigen. Karena kondisi itu juga, pasien berisiko meninggal dunia.

Baca juga: Strain Virus Berubah, Vaksin Covid-19 Diperkirakan Akan seperti Vaksin Influenza

Seperti kebanyakan pesan broadcast lainnya, ada kalimat imbauan untuk menyebarkan pesan tersebut.

"Bagikan informasi ini kepada keluarga, tetangga, kenalan, teman, dan kolega Anda untuk mengeluarkan mereka dari ketakutan akan Covid-19 dan menyadari bahwa itu bukan virus, tetapi bakteri yang hanya terpapar radiasi," bunyi isi pesan tersebut.

Menerima informasi ini, MNC Portal mencari tahu kebenarannya dengan bertanya kepada ahli, dalam hal ini Peneliti Keamanan dan Ketahanan Kesehatan, dr. Dicky Budiman . Dia dengan gamblang menjelaskan informasi tersebut masuk dalam kategori kabar hoaks.

"Hoaks itu, apalagi jelas ada kalimat bagikan kepada orang terdekat atau orang tersayang," ungkap dr. Dicky Budiman, melalui pesan singkat, Kamis (24/11/2022).

Ada alasan ilmiah mengapa dr. Dicky mengatakan bahwa informasi tersebut hoaks. Menurutnya, sudah jelas dalam berbagai jurnal ilmiah bahwa Covid-19 adalah virus, bukan bakteri apalagi dikaitkan dengan paparan radiasi.

"Informasi seperti ini sebetulnya sudah ramai menjelang akhir 2020. Tapi, ini ternyata sudah dimodifikasi sama yang bikin kabar hoaks, ditambah dan dikurangi. Padahal, intinya sama yaitu kabar hoaks," tuturnya.

Soal pengentalan darah yang terjadi pada penderita Covid-19, dr. Dicky tak menampik itu memang terjadi. Tapi, tidak semua pasien Covid-19 mengalami kondisi tersebut.

"Riset membuktikan bahwa penderita Covid-19 akan mengalami pengentalan darah yang bisa berpotensi fatal, yaitu mematikan karena pasien bisa saja mengalami emboli paru, terjadi sumbatan di jantung termasuk stroke," jelas dia.



Epidemiolog Griffith University Australia itu pun menerangkan bahwa kondisi pengentalan darah risikonya bisa dikurangi dengan vaksinasi dan terapi yang cepat.

"Artinya, temuan kasus yang cepat menjadi penting dan proteksi vaksin juga penting mencegah pengentalan darah tersebut," kata dia.

Dalam penjelasannya, dr. Dicky juga menyinggung soal obat aspirin yang diklaim dalam kabar hoaks itu sebagai obat Covid-19. Padahal, konsumsi aspirin yang tidak tepat malah berisiko bahayakan kesehatan.

"Hati-hati, tidak semua pasien dan penyintas Covid-19 yang mengonsumsi aspirin itu sembuh. Hati-hati, aspirin juga punya efek samping, salah satunya bisa terjadi perdarahan. Karena itu, penggunaannya harus berdasar saran dokter," ungkap dr. Dicky.

Baca juga: Kelebihan Vaksin Indovac yang Dipakai Jokowi untuk Booster Kedua

"Jadi, bisa ditegaskan sekali lagi bahwa informasi yang menyatakan Covid-19 itu bukan virus dan bisa sembuh dengan aspirin itu kabar hoaks. Jangan disebarkan lagi, ya," sambungnya.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Dewi Perssik Geram Usai...
Dewi Perssik Geram Usai Diisukan Meninggal Dunia, 16 Akun TikTok Terancam Dipolisikan
Geram! Keluarga Sonny...
Geram! Keluarga Sonny Septian dan Fairuz A Rafiq Polisikan Akun Penyebar Hoaks Perceraian
Diisukan Punya 750 Dapur...
Diisukan Punya 750 Dapur MBG, Uya Kuya Lapor ke Polda Metro
Ustaz Solmed Laporkan...
Ustaz Solmed Laporkan Puluhan Akun Medsos Penyebar Hoaks, Desak Pelaku Minta Maaf
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Rekomendasi
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Berita Terkini
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Sneaker Louis Vuitton...
Sneaker Louis Vuitton Combi Rancangan Pharrell Williams Dikritik, Disebut Mirip Vans Authentic
Quick Marriage with...
Quick Marriage with Twins: A Dazzling Mom's Tale di V+Short, Kisah Ibu Tangguh yang Menemukan Cinta Lamanya
Jangan Cuma Istri, Suami...
Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
Infografis
AS Mengakui Perang Ukraina...
AS Mengakui Perang Ukraina Adalah Perang Proksi AS dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved