Pekerja Ini Protes Dibayar Rp2 Miliar Setahun Hanya untuk Makan Siang dan Baca Koran

Minggu, 04 Desember 2022 - 18:08 WIB
loading...
Pekerja Ini Protes Dibayar Rp2 Miliar Setahun Hanya untuk Makan Siang dan Baca Koran
Seorang manajer di Irlandia mengaku digaji USD130.000 atau sekitar Rp2 miliar dalam setahun hanya untuk makan siang dan membaca koran sepanjang hari. Foto Ilustrasi/Payscale
A A A
JAKARTA - Kisah seorang manajer keuangan jaringan kereta api nasional Irlandia belakangan jadi perhatian publik. Pasalnya, ia mengaku digaji USD130.000 atau sekitar Rp2 miliar dalam setahun hanya untuk makan siang dan membaca koran sepanjang hari.

Di saat banyak orang pusing dan tertekan karena beban pekerjaan, mungkin 'tidak melakukan apa pun' tapi dibayar merupakan satu hal yang diinginkan banyak orang. Tapi, bagi manajer keuangan bernama Dermot Alastair Mills, hal itu merupakan diskriminasi.

Manajer keuangan itu mengklaim bahwa dia telah menjadi manajer keuangan sejak 2014. Namun, secara bertahap dibebastugaskan dari hampir seluruh tugasnya.

Baca Juga: Viral, Pekerja Balas Ancaman Pecat dari Bos dengan Surat Berlogo Palu Arit

Pembebastugasan itu pun akhirnya mencapai titik di mana dia sekarang menghabiskan sebagian besar waktu untuk makan siang dan membaca koran. Namun, Mills tetap mendapat gaji rutin setiap bulan.

"Saya membeli dua surat kabar, Times dan Independent, serta memakan sandwich. Saya pergi ke meja kerja saya, melihat email, namun tidak ada email terkait pekerjaan, tidak ada komunikasi dengan rekan kerja atau rekan bisnis," tutur Mills pada Komisi Hubungan Tempat Kerja Irlandia (WRC) seperti yang dikutip dari Odditycentral, Minggu (4/12/2022).

Mills bercerita, dirinya hanya duduk dan membaca koran kemudian makan sandwich. Setelah itu, sekitar pukul 10.30 waktu setempat, apabila ada email yang membutuhkan jawaban dia akan menjawabnya.

Kemudian, apabila ada pekerjaan terkait dengannya, Mills akan mengerjakan pekerjaan tersebut. Dia mengatakan, bila dia mendapat sesuatu yang mengharuskan untuk dikerjakan sekali dalam seminggu, dia akan senang, tapi kenyataannya tidak ada.

Mills mengaku bertanggung jawab atas anggaran modal sekitar USD261 juta dari tahun 2000 hingga krisis ekonomi pada 2007. Dia dipromosikan pada 2010, namun kariernya pada tahun 2013 mulai berantakan ketika dia diduga diintimidasi saat mengemban jabatan baru dan dipaksa mengambil cuti sakit selama tiga bulan.

Baca Juga: Viral! Majikan Jatuh Cinta pada Karyawan karena Rajin Salat, Kini Mualaf dan Menikah

Mills mengklaim, saat kembali, dia melihat masalah dengan debitur dan mengirimkan laporan itikad baik kepada kepala eksekutif kereta api Irlandia pada Maret 2014, sebelum membuat pengungkapan yang dilindungi Menteri Transportasi.

Sejak saat itu, tanggung jawabnya di perusahaan tersebut telah dipotong, begitu juga tanggung jawab anggarannya.

"Saya memulai dengan apa yang terlihat seperti pengiriman yang masuk akal pada 2013 dan 2014, namun perlahan tapi pasti berubah menjadi tidak ada sama sekali," ungkapnya.

Mills menjelaskan, ketika pengacaranya mengatakan bahwa dia dibayar untuk tidak melakukan apa-apa, sang manajer berbicara tentang keahliannya yang tidak dipergunakan. Karena itu, Mills merasa dikucilkan dan sudah dikeluarkan dari rapat perusahaan serta pelatihan.
(tsa)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2859 seconds (11.252#12.26)