Metode Persalinan ERACS, Apa Bedanya dengan Operasi Caesar Konvensional?

Kamis, 05 Januari 2023 - 06:30 WIB
loading...
Metode Persalinan ERACS,...
Metode persalinan ERACS saat ini cukup digandrungi terutama di kalangan selebriti Tanah Air. Foto Ilustrasi/Getty Images/Vasileios Economou
A A A
JAKARTA - Metode persalinan ERACS saat ini cukup digandrungi terutama di kalangan selebriti Tanah Air. Hal paling mencolok yang menjadi alasan untuk melakukan persalinan dengan metode ERACS karena metode ini bisa mempercepat pemulihan bagi ibu pascamelahirkan.

ERACS merupakan singkatan dari Enhanced Recovery After Caesarean Surgery. Awalnya, metode tersebut digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan pasien bedah rawat jalan. Metode ini berguna untuk meningkatkan kontrol nyeri serta mengurangi mual dan muntah pascaoperasi.

Dengan begitu, pasien yang telah menjalani operasi bedah tidak perlu perawatan di rumah sakit lebih lama. Metode tersebut mulai diterapkan untuk wanita yang melahirkan melalui operasi caesar pada tahun 2018. Hal tersebut bertujuan agar ibu yang baru saja melahirkan bisa cepat pulih dan dapat berfokus untuk merawat bayi.

Baca Juga: Ini Beda Operasi Caesar Biasa dengan ERACS yang Dipilih Nagita Slavina

Beda Metode ERACS dengan Operasi Caesar Konvensional


Ada beberapa perbedaan metode persalinan ERACS dengan operasi caesar konvensional, yaitu:

1. Waktu Puasa

Pada operasi caesar konvensional, ibu hamil umumnya diwajibkan berpuasa atau dilarang untuk makan dan minum apa pun selama 8 jam sebelum operasi. Sedangkan dengan metode persalinan ERACS, ibu hamil masih boleh mengonsumsi makanan ringan 6 jam sebelum operasi. Tidak hanya itu, ibu hamil juga masih bisa minum air putih, jus, atau minuman yang mengandung gula 2 jam sebelum operasi.

2. Rasa Sakit Pascaoperasi

Metode persalinan ERACS telah terbukti lebih efektif dalam meminimalkan rasa sakit pascaoperasi. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat memengaruhi berkurangnya rasa sakit setelah operasi:

- Pemberian obat antiinflamasi non-steroid dan obat pereda nyeri non-opioid terjadwal, baik yang diminum maupun melalui cairan infus.

- Pemberian obat nyeri long-acting dosis kecil pada tulang belakang saat operasi.

- Penyuntikan anestesi saat operasi dilakukan dengan jarum spinal berukuran kecil.

- Penggabungan poin-poin di atas bisa mengurangi pemberian obat opioid setelah operasi hingga sebesar 30-50%. Hal ini berguna untuk mempercepat hilangnya rasa sakit pascaoperasi, sekaligus menurunkan risiko ibu hamil mengalami kelelahan, mual, dan sembelit pascaoperasi.

Baca Juga: Nagita Slavina Langsung Duduk usai Operasi Caesar, Ini Metode Canggih ERACS yang Dipakai

3. Masa Pemulihan


Nah ini salah satu hal mencolok yang membedakan metode persalinan ERACS dengan operasi caesar konvensional, yakni masa pemulihannya yang lebih cepat. Ini bisa terjadi karena:

- Penghentian pemberian cairan infus lebih awal.

- Pelepasan kateter urine lebih awal.

- Ibu boleh segera mengonsumsi makanan dan minuman.

Pada umumnya, semua pasien bisa menggunakan teknik ERACS saat persalinan. Bahkan di Zimbabwe, metode ini digunakan untuk prosedur emergency, seperti preeklampsia.

Akan tetapi, meski jarang ditemukan, kondisi ibu hamil dengan skoliosis dan kegemukan memang cukup sulit melahirkan dengan teknik ERACS. Namun umumnya, dokter anestesi bisa mengatasinya dengan baik untuk proses pembiusan selama operasi.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Alyssa Daguise Cerita...
Alyssa Daguise Cerita Proses Persalinan Normal Anak Pertama, Sebut Bak Maraton
Mitos Sakit Punggung...
Mitos Sakit Punggung karena Jarum Bius Operasi Caesar, Ini Tips untuk Mengatasinya
Menanti Kelahiran Anak...
Menanti Kelahiran Anak Pertama, Vior dan Vincent Persiapkan Persalinan Normal
Persalinan Syahrini...
Persalinan Syahrini Ternyata Maju 6 Hari, Harusnya Tanggal 7 Agustus
Luka setelah Persalinan...
Luka setelah Persalinan Sembuh Lebih Cepat dengan Keajaiban Ikan Gabus
Viral! Ibu Hamil Nekat...
Viral! Ibu Hamil Nekat Lompat dari Gedung Akibat Dilarang Mertua Melahirkan Caesar
Influencer China Dihujat...
Influencer China Dihujat karena Unggah Video Persalinan Istrinya selama 23 Jam demi View
Wacana Menkes Izinkan...
Wacana Menkes Izinkan Dokter Umum Bisa Operasi Caesar, DPR: Perlu Dikaji Hati-hati
Lahir Prematur, Bayi...
Lahir Prematur, Bayi Kembar Empat di Manggarai Timur Meninggal Dunia
Rekomendasi
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Berita Terkini
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved