Vitamin D Tak Hanya Sehatkan Tulang tapi Bisa Cegah Covid-19
Senin, 13 Juli 2020 - 13:09 WIB
loading...
A
A
A
Vitamin D yang selama ini dikenal untuk kesehatan tulang ternyata mempunyai banyak manfaat, di antaranya menjaga fungsi saraf dan otot, kardiovaskuler, pernapasan, hingga sistem imun tubuh. Kekurangan vitamin D dapat berakibat serius. Sebut saja diabetes, kanker, sarcopenia, osteoporosis, obesitas, sindrom metabolik, autoimun, depresi, penyakit endokrin, hingga hipertensi pulmonal. (Baca juga: Buah Merah Diklaim Bermanfaat dalam Melawan Covid-19)
Menurut dr Cindiawaty, sudah ada penelitian terkait asupan suplementasi vitamin D untuk mengurangi risiko influenza dan infeksi Covid-19. Vitamin D disinyalir dapat menurunkan risiko replikasi virus, mengurangi risiko badai sitokin penyebab peradangan yang bisa berujung pneumonia, dan meningkatkan konsentrasi antiinflamasi. “Kekurangan vitamin D berkontribusi terhadap sindrom distres pernapasan akut (ARDS),” imbuh dr Cindiawaty.
Untuk diketahui, penderita ARDS mengalami sesak napas berat dan sering tidak dapat bernapas tanpa bantuan ventilator. Penelitian terkait hubungan vitamin D dengan tingkat keparahan Cobid-19 saat ini di seluruh dunia tengah dilakukan. Salah satunya yang dipublikasikan di British Medical Journal. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa memiliki kadar vitamin D yang cukup, berimbas pada manfaat kesehatan.
Tim peneliti mengatakan, vitamin D memainkan peranan penting untuk meningkatkan imunitas tubuh, di samping menjaga kesehatan tulang dan otot, serta menekan inflamasi. Lebih jauh tentang vitamin D, kehadirannya penting untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang. (Lihat videonya: Penjaga Masjid Lakukan Aksi Heroik Selamatkan Kotak Amal)
Kekurangan vitamin D, maka tulang akan menjadi rapuh, rusak, dan tidak dapat memperbaiki diri secara normal. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan penyakit yang disebut rakhitis pada anak-anak dan osteomalasia pada anak-anak dan orang dewasa. (Sri Noviarni)
Menurut dr Cindiawaty, sudah ada penelitian terkait asupan suplementasi vitamin D untuk mengurangi risiko influenza dan infeksi Covid-19. Vitamin D disinyalir dapat menurunkan risiko replikasi virus, mengurangi risiko badai sitokin penyebab peradangan yang bisa berujung pneumonia, dan meningkatkan konsentrasi antiinflamasi. “Kekurangan vitamin D berkontribusi terhadap sindrom distres pernapasan akut (ARDS),” imbuh dr Cindiawaty.
Untuk diketahui, penderita ARDS mengalami sesak napas berat dan sering tidak dapat bernapas tanpa bantuan ventilator. Penelitian terkait hubungan vitamin D dengan tingkat keparahan Cobid-19 saat ini di seluruh dunia tengah dilakukan. Salah satunya yang dipublikasikan di British Medical Journal. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa memiliki kadar vitamin D yang cukup, berimbas pada manfaat kesehatan.
Tim peneliti mengatakan, vitamin D memainkan peranan penting untuk meningkatkan imunitas tubuh, di samping menjaga kesehatan tulang dan otot, serta menekan inflamasi. Lebih jauh tentang vitamin D, kehadirannya penting untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang. (Lihat videonya: Penjaga Masjid Lakukan Aksi Heroik Selamatkan Kotak Amal)
Kekurangan vitamin D, maka tulang akan menjadi rapuh, rusak, dan tidak dapat memperbaiki diri secara normal. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan penyakit yang disebut rakhitis pada anak-anak dan osteomalasia pada anak-anak dan orang dewasa. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :