Dua Pasang Hati

Sabtu, 06 Juni 2015 - 09:54 WIB
Dua Pasang Hati
Dua Pasang Hati
A A A
”Tapi sayang banget nih Mbak Lara,” kata perawat itu lagi, setengah berbisik padanya. ”Jangan bilang-bilang ya, Dokter Keenan itu belum nikah kabarnya, karena dia nggak bisa move ondari mantannya, yang namanya Feli.”

Jantung Lara hampir saja keluar, ketika nama mengerikan itu disebut dengan lancar dari mulut lancang perawat ini. Nama yang begitu menyakitkan baginya, membuatnya hampir saja kehilangan kepercayaan pada cinta. Feli, kalaupun ada kesempatan ketika Feli memohon maaf padanya. Sungguh, ia tidak akan pernah memaafkan cewek itu. Musuh dalam selimut banget sih dia, cantik-cantik, baik-baik tau-tau ngerebut Keenan dari Lara.

That bitch ! Jika benar apa yang dikatakan perawat cantik itu mengenai Keenan yang belum bisa melupakan masa lalunya itu, berarti... hampir sama dong sama dirinya sendiri , suara hati jahanam itu menguasai otaknya. Lara cepat-cepat menenangkan pikirannya. Tapi ngomongngomong, apa sih yang dilakukan Feli sampe-sampe Keenan seolah tersihir oleh wajah cantiknya?

Ia ingat betul sembilan tahun lalu, Lara memang mengenalkan Feli pada cowok itu, lantaran ia ingin sahabat kecilnya itu mengetahui siapa lakilaki yang sudah berhasil menambatkan hatinya. Harus diakuinya, pertemuan Feli dan Keenan memang terkesan aneh. Siapa sih yang nggak tahu, kalo Keenan itu pelit senyum? Pada saat ia menjabat tangan Feli, Lara bisa melihat jelas ada sebuah senyum manis yang tersungging di lengkung bibirnya.

Feli pun membalas jabatan hangat Keenan dengan senyuman yang merekah di bibir manis cewek itu. Sungguh, Lara baru sadar sekarang, sepertinya Keenan memang lebih suka Feli dibanding dirinya sejak pertama mereka bertemu. Lara menekan dadanya yang tiba-tiba merasa pilu, kenapa rasa sakit itu timbul lagi setelah sekian lama dia nggak merasakannya? Lara bungkam beberapa saat, batinnya terenyak setelah menyadari hal itu sekian lama.

Memang harus diakui Lara, Feli sahabat kecil sekalian monster bagi hidup Lara itu, punya segudang hal-hal menarik dibanding dirinya. Pertama, Feli ialah salah satu murid berprestasi di sekolahnya, namanya begitu terkenal hingga luar sekolah. Walaupun mereka berbeda sekolah, banyak teman SMA Lara yang mengenalnya. Kedua, tutur kata Feli sangatlah lembut dan teratur.

Dia begitu anggun, tak seperti dirinya yang selalu berteriakteriak kayak preman pasar. Terlebih lagi, Feli memang berasal dari keluarga berada, dan berpendidikan baik, setara dengan keluarga Keenan, yang sebagian besar berprofesi dokter. Nggak cuma itu, mungkin inilah yang menjadikan Feli menang dari segala poin yang disebutkan tadi, yaitu memasak.

Hampir tiga tahun bersahabat dengan gadis cantik itu, tak jarang Lara diundang main ke rumahnya, cuma untuk mencicipi kue-kue manis buatan tangan dingin Feli, selain itu dia juga sangat pandai memasak, apa saja. Apalagi chinese food , karena dia berdarah Tionghoa. Dan semuanya itu sukses menambah berat badan Lara beberapa kilo. Bener deh, dulu kalo main ke rumah Feli, isinya makan, curhat dan makan lagi, nggak berhenti.

Tanpa sadar, air mata Lara sedikit terjatuh mengingat semua kenangan buruk selama ia SMA. Kenangan yang membangkitkan getar luka yang sudah disimpannya rapat-rapat. Feli... mungkin perkiraan Echa salah, kalau tidak ada Feli dia dan Keenan mungkin sudah jadian. Bukan , dari pertama pertemuan mereka, cowok itu sudah jatuh cinta padanya.

Lara menghela nafas, merasakan adanya air mata yang terjatuh di pipinya. ”Lara? Wah, selamat ya lo udah sembuh,” ucap seorang cowok. Ardio, kekasih sobatnya itu menyambangi Lara yang sedang duduk di bangku administrasi. ”Thanks , Di. Sori ya, jadi pada repotin kalian beberapa hari yang lalu,” balas Lara.

Cowok itu tersenyum pada Lara. ”Nggak apa-apa, namanya juga temen. Eh, tapi lo lain kali hati-hati dong, Ra. Jangan sampe kejadian kayak kemaren lagi, bikin takut aja.” Lara mengernyitkan dahinya, kok Ardio belakangan ini perhatian banget sih? Kenapa nih anak, ya? Lara berpikir.

Jangan aja hubungan Ardio- Echa jadi merenggang gara-gara dirinya. ”Ng... iya, Di. Gue juga nggak tau kenapa, kalo gue ada di tempat gelap, biasanya sering gitu. Dari kecil.” (bersambung)

Vania M. Bernadette
(ftr)
Berita Terkait
Bikin Sulit Bernapas,...
Bikin Sulit Bernapas, Hindari Pemicu Asma dengan Mosehat
Kejutkan Pelanggan,...
Kejutkan Pelanggan, Brand Fashion Lokal Ini Bagikan Pandora Box
Mengandung Ekstrak Daun...
Mengandung Ekstrak Daun Kelor, Mosehat Diyakini Mampu Luruhkan Batu Ginjal
Jaga Kebersihan Lantai...
Jaga Kebersihan Lantai agar Selalu Nyaman Berada di Rumah
Dukung Pemulihan Pariwisata,...
Dukung Pemulihan Pariwisata, Eazy Property Lavaya Bali Gelar Soft Launching
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Berita Terkini
Zaskia Adya Mecca Izinkan...
Zaskia Adya Mecca Izinkan Anak Bolos Sekolah, Alasannya Bikin Salut
28 menit yang lalu
Heni Sagara Desak Bareskrim...
Heni Sagara Desak Bareskrim Periksa Dokter Oky, Kasus Mandek Disorot
1 jam yang lalu
Tantri Kotak Ungkap...
Tantri Kotak Ungkap Update Kasus Dugaan Penipuan, Pelaku Masih Diburu
1 jam yang lalu
Mengapa Banyak Orang...
Mengapa Banyak Orang Pilih Menghilang dari Media Sosial? Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Tak Hanya Sehat, Olahraga...
Tak Hanya Sehat, Olahraga Calon Ayah Berpotensi Perbaiki DNA Anak
3 jam yang lalu
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
14 jam yang lalu
Infografis
Hati-hati! Ini 10 Tanda...
Hati-hati! Ini 10 Tanda Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved