6 Panganan ini, Amat dihindari Ahli Klaim Keracunan
Senin, 01 Februari 2016 - 04:25 WIB
6 Panganan ini, Amat dihindari Ahli Klaim Keracunan
A
A
A
LOS ANGELES - Apakah Anda menyukai steak Anda mentah? Mungkin sekarang waktunya beralih penyajian ke medium-rare atau matang. Karena itu akan lebih baik.
Jika Anda ingin tahu bagaimana untuk menghindari keracunan makanan, pengacara Bill Marler adalah orang yang wajib Anda dengar.
Dia managing partner dari Marler Clark, yang dijuluki 'Firma Hukum Keamanan Pangan', dan telah memenangkan lebih dari USD 600 juta klaim kompensasi bagi kliennya sejak tahun 1998.
Dia mengajukan tuntutan hukum terhadap sejumlah restoran ternama dunia, seperti McDonald, KFC, Chipotle, Taco Bell dan Wendy’s untuk korban E. coli, salmonella, dan penyakit bawaan makanan lainnya.
"Saya sudah menangani puluhan ribu kasus," katanya kepada Lucky Peach seperti dilansir news.com.au.
"Beberapa wabah mungkin memiliki korban 100 orang, atau minimal 20-an orang. Saya bisa mengatakan, saya telah terlibat dalam setiap wabah penyakit bawaan makanan utama yang terjadi di Amerika Serikat sejak tahun 1993," imbuhnya.
Nah wahai orang Indonesia, akan lebih baik coba mendegar sejumlah saran dari Bill Marler berikut. Karena dia memberitahu kita untuk tidak memakan sejumlah makanan tertentu, yang dimasak dengan cara tertentu.
Dia berbicara dengan Jurnal Keracunan Makanan, yang berisi tentang makanan apa saja dan menu yang dia tidak akan pernah menyentuhnya.
1. Tiram Mentah
Mr Marler mengatakan, tiram telah menyebabkan penyakit bawaan makanan yang lebih banyak akhir-akhir ini, yang mana dia mengatakan penyebabnya akibat pemanasan air laut.
"Tiram adalah filter pengumpul, sehingga mereka mengambil semua apa yang ada di air," ia menjelaskan.
"Jika ada bakteri di dalam air itu akan masuk ke dalam sistem mereka, dan jika Anda makan Anda bisa memiliki masalah. Saya telah melihat banyak lebih dari itu selama lima tahun terakhir ketimbang yang saya lihat dalam 20 tahun terakhir. Sederhananya, memakan hidangan tiram mentah, apalagi dengan harga mahal, tentu tidak sebanding dengan risikonya buat kesehatan. "
2. Susu dan jus kemasan tanpa pasteurisasi (atau mentah)
Susu mentah dan jus dapat terkontaminasi dengan bakteri, virus serta parasit.
Tahun lalu, Otoritas Makanan NSW menghapus susu mentah dari rak-rak toko makanan kesehatan di Sydney, Australia dan menyita sekitar 68 liter.
Salah satu kasus Mr Marler paling awal adalah wabah E. coli dari jus apel yang tidak dipasteurisasi, itu terjadi pada 1996.
"Tidak ada manfaat yang cukup besar untuk mengambil risiko minum produk yang dapat dibuat aman dengan pasteurisasi," katanya.
3. Kubis mentah
Jenis makana ini akan lebih baik dimakan setelah melalui proses memasak. Karena kubis mentah telah dikaitkan dengan lebih dari 30 salmonella dan wabah E.coli di AS sejak pertengahan 1990-an.
"Ada terlalu banyak wabah yang tidak terlalu diperhatikan akan resiko kontaminasi dari kubis mentah," kata Mr Marler. "Mereka adalah produk yang saya tidak makan sama sekali."
4. Daging yang tidak dimasak dengan baik
Mr Marler selalu memerintahkan burgernya dimasak dengan baik.
"Alasan produk konsumsi yang dalam kesehariannya menginjak tanah, akan lebih bermasalah dan perlu dimasak lebih teliti. Karena ada setiap bakteri di permukaan tanah, yang dapat masuk ke dalam daging," katanya.
"Jika itu tidak dimasak secara menyeluruh untuk setidaknya melewati panas 71 Celcius, maka bisa dapat menyebabkan keracunan E. coli dan salmonella, serta penyakit bakteri lainnya."
5. Buah dan sayuran yang tidak dicuci
Banyak supermarket sekarang menjual buah-buahan dan sayuran yang telah dipotong pada bagian makanan segar.
Pilihan ini nyaman dirancang untuk membantu kita makan lebih banyak buah dan sayuran. Tetapi dengan lebih banyak makanan yang telah melalui sebuah proses dan tangan, semakin memungkinkan untuk menarik bakteri.
"Saya menghindari makanan ini seperti wabah," kata Marler.
"Kita sebenarnya sudah terbiasa untuk kenyamanan makanan yang diproduksi secara massal – salad yang sudah dikemas atau dalam kantong dan potongan buah ini dan buah itu. Kenyamanan adalah bagus, tetapi kadang-kadang saya pikir itu tidak sepadan dengan risikonya."
6. Telur mentah atau kurang matang
Wabah salmonella terbaru dari telur, terjadi pada tahun 2010, yang mengenai sekitar 2000 orang.
"Saya pikir risiko kontaminasi telur jauh lebih rendah hari ini daripada 20 tahun yang lalu untuk salmonella, tapi saya masih makan telur yang dimasak dengan baik," tandas Mr Marler.
Jika Anda ingin tahu bagaimana untuk menghindari keracunan makanan, pengacara Bill Marler adalah orang yang wajib Anda dengar.
Dia managing partner dari Marler Clark, yang dijuluki 'Firma Hukum Keamanan Pangan', dan telah memenangkan lebih dari USD 600 juta klaim kompensasi bagi kliennya sejak tahun 1998.
Dia mengajukan tuntutan hukum terhadap sejumlah restoran ternama dunia, seperti McDonald, KFC, Chipotle, Taco Bell dan Wendy’s untuk korban E. coli, salmonella, dan penyakit bawaan makanan lainnya.
"Saya sudah menangani puluhan ribu kasus," katanya kepada Lucky Peach seperti dilansir news.com.au.
"Beberapa wabah mungkin memiliki korban 100 orang, atau minimal 20-an orang. Saya bisa mengatakan, saya telah terlibat dalam setiap wabah penyakit bawaan makanan utama yang terjadi di Amerika Serikat sejak tahun 1993," imbuhnya.
Nah wahai orang Indonesia, akan lebih baik coba mendegar sejumlah saran dari Bill Marler berikut. Karena dia memberitahu kita untuk tidak memakan sejumlah makanan tertentu, yang dimasak dengan cara tertentu.
Dia berbicara dengan Jurnal Keracunan Makanan, yang berisi tentang makanan apa saja dan menu yang dia tidak akan pernah menyentuhnya.
1. Tiram Mentah
Mr Marler mengatakan, tiram telah menyebabkan penyakit bawaan makanan yang lebih banyak akhir-akhir ini, yang mana dia mengatakan penyebabnya akibat pemanasan air laut.
"Tiram adalah filter pengumpul, sehingga mereka mengambil semua apa yang ada di air," ia menjelaskan.
"Jika ada bakteri di dalam air itu akan masuk ke dalam sistem mereka, dan jika Anda makan Anda bisa memiliki masalah. Saya telah melihat banyak lebih dari itu selama lima tahun terakhir ketimbang yang saya lihat dalam 20 tahun terakhir. Sederhananya, memakan hidangan tiram mentah, apalagi dengan harga mahal, tentu tidak sebanding dengan risikonya buat kesehatan. "
2. Susu dan jus kemasan tanpa pasteurisasi (atau mentah)
Susu mentah dan jus dapat terkontaminasi dengan bakteri, virus serta parasit.
Tahun lalu, Otoritas Makanan NSW menghapus susu mentah dari rak-rak toko makanan kesehatan di Sydney, Australia dan menyita sekitar 68 liter.
Salah satu kasus Mr Marler paling awal adalah wabah E. coli dari jus apel yang tidak dipasteurisasi, itu terjadi pada 1996.
"Tidak ada manfaat yang cukup besar untuk mengambil risiko minum produk yang dapat dibuat aman dengan pasteurisasi," katanya.
3. Kubis mentah
Jenis makana ini akan lebih baik dimakan setelah melalui proses memasak. Karena kubis mentah telah dikaitkan dengan lebih dari 30 salmonella dan wabah E.coli di AS sejak pertengahan 1990-an.
"Ada terlalu banyak wabah yang tidak terlalu diperhatikan akan resiko kontaminasi dari kubis mentah," kata Mr Marler. "Mereka adalah produk yang saya tidak makan sama sekali."
4. Daging yang tidak dimasak dengan baik
Mr Marler selalu memerintahkan burgernya dimasak dengan baik.
"Alasan produk konsumsi yang dalam kesehariannya menginjak tanah, akan lebih bermasalah dan perlu dimasak lebih teliti. Karena ada setiap bakteri di permukaan tanah, yang dapat masuk ke dalam daging," katanya.
"Jika itu tidak dimasak secara menyeluruh untuk setidaknya melewati panas 71 Celcius, maka bisa dapat menyebabkan keracunan E. coli dan salmonella, serta penyakit bakteri lainnya."
5. Buah dan sayuran yang tidak dicuci
Banyak supermarket sekarang menjual buah-buahan dan sayuran yang telah dipotong pada bagian makanan segar.
Pilihan ini nyaman dirancang untuk membantu kita makan lebih banyak buah dan sayuran. Tetapi dengan lebih banyak makanan yang telah melalui sebuah proses dan tangan, semakin memungkinkan untuk menarik bakteri.
"Saya menghindari makanan ini seperti wabah," kata Marler.
"Kita sebenarnya sudah terbiasa untuk kenyamanan makanan yang diproduksi secara massal – salad yang sudah dikemas atau dalam kantong dan potongan buah ini dan buah itu. Kenyamanan adalah bagus, tetapi kadang-kadang saya pikir itu tidak sepadan dengan risikonya."
6. Telur mentah atau kurang matang
Wabah salmonella terbaru dari telur, terjadi pada tahun 2010, yang mengenai sekitar 2000 orang.
"Saya pikir risiko kontaminasi telur jauh lebih rendah hari ini daripada 20 tahun yang lalu untuk salmonella, tapi saya masih makan telur yang dimasak dengan baik," tandas Mr Marler.
(sbn)