Menteri ini Himbau Wanita Tunda Hamil Hingga Waktu Tak Terbatas
Minggu, 06 Maret 2016 - 06:07 WIB
Menteri ini Himbau Wanita Tunda Hamil Hingga Waktu Tak Terbatas
A
A
A
MANILA - Menteri Kesehatan Filipina, menyarankan para wanita di negaranya untuk menunda kehamilan hingga waktu yang belum diketahui. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjangkit virus zika.
Dilansir dari VOA, organisasi kesehatan dunia, WHO telah menyarakan keadaan darurat bagi kesehatan.
Di Amerika Latin, virus yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypty ini telah dikaitkan dengan ribuan bayi yang terlahir cacat.
"Bagi para perempuan yang tidak terburu-buru untuk bisa hamil, mereka bisa menunda atau menunggu (hamil) pada tahun depan ketika kita tahu lebih banyak tentang virus tersebut," papar Menteri Kesehatan Filipina, Janet Garin.
Selain menunda kehamilan, Garin pun menghimbau warganya untuk tidak mengunjungi negara-negara yang terjangkit virus zika.
Pasalnya, mereka yang tertular virus zika di luar negeri bisa menularkan penyakit tersebut kepada pasangannya melalui hubungan seksual.
Organisasi kesehatan di Amerika mengungkapkan, bahwa dalam beberapa kasus virus zika, penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual.
Sebelumnya, virus zika pernah terjadi di Filipina pada tahun 2012 pada seorang remaja laki-laki di pulau Cebu, Filipina tengah.
"Sementara kami tidak memiliki kasus (Zika) yang dilaporkan di sini di Filipina saat ini, kami tahu bahwa ancaman itu ada," ujar juru bicara Kementerian Kesehatan, Lyndon Lee-Suy.
Hingga saat ini, vaksin atau pengobatan bagi virus zika belum ditemukan. Penderita virus zika akan mengalami gejala seperti demam ringan, ruam, dan mata merah.
Dilansir dari VOA, organisasi kesehatan dunia, WHO telah menyarakan keadaan darurat bagi kesehatan.
Di Amerika Latin, virus yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypty ini telah dikaitkan dengan ribuan bayi yang terlahir cacat.
"Bagi para perempuan yang tidak terburu-buru untuk bisa hamil, mereka bisa menunda atau menunggu (hamil) pada tahun depan ketika kita tahu lebih banyak tentang virus tersebut," papar Menteri Kesehatan Filipina, Janet Garin.
Selain menunda kehamilan, Garin pun menghimbau warganya untuk tidak mengunjungi negara-negara yang terjangkit virus zika.
Pasalnya, mereka yang tertular virus zika di luar negeri bisa menularkan penyakit tersebut kepada pasangannya melalui hubungan seksual.
Organisasi kesehatan di Amerika mengungkapkan, bahwa dalam beberapa kasus virus zika, penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual.
Sebelumnya, virus zika pernah terjadi di Filipina pada tahun 2012 pada seorang remaja laki-laki di pulau Cebu, Filipina tengah.
"Sementara kami tidak memiliki kasus (Zika) yang dilaporkan di sini di Filipina saat ini, kami tahu bahwa ancaman itu ada," ujar juru bicara Kementerian Kesehatan, Lyndon Lee-Suy.
Hingga saat ini, vaksin atau pengobatan bagi virus zika belum ditemukan. Penderita virus zika akan mengalami gejala seperti demam ringan, ruam, dan mata merah.
(sbn)