Hati-Hati, Kekerasan Seksual Lebih Sering Dilakukan Orang Dekat

Jum'at, 17 Januari 2020 - 03:23 WIB
Hati-Hati, Kekerasan...
Hati-Hati, Kekerasan Seksual Lebih Sering Dilakukan Orang Dekat
A A A
JAKARTA - Setiap orang berisiko mengalami kekerasan seksual. Menurut spesialis kesehatan jiwa, kekerasan seksual tidak memilih-milih korban. Selain orang dewasa, anak-anak serta lansia juga berisiko mengalami kekerasan seksual, dan ini tidak pandang jenis kelamin.

"Kita punya risiko jadi korban atau pelaku. Siapa saja bisa jadi korban, anak-anak, orang dewasa, lanjut usia. Perempuan, laki-laki bisa jadi korban. Kekerasan seksual tidak pilih-pilih korban. Pada lansia perempuan pun masih bisa menjadi korban, bahkan ada laki-laki lansia yang jadi korban. Menjadi orang dewasa risikonya tidak lebih kecil," papar dr. Gina Anindyajati, SpKJ dari Divisi Psikiatri Komunikasi, Rehabilitasi & Trauma Psikososial Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI-RSCM di Jakarta, baru-baru ini.

Sebanyak 18% tercatat anak perempuan menjadi korban, 8% anak laki-laki, 35% orang dewasa perempuan, 1,5-7,7% orang dewasa laki-laki, 17% lansia perempuan dan 0,6-1,2% lansia laki-laki. Dikatakan dr. Gina bahwa kekerasan seksual bisa terjadi di ranah publik dan privat. Tindakan ini pun lebih sering dilakukan oleh orang terdekat korban.

Di sisi lain, kekerasan seksual yang dilakukan orang asing justru sebaliknya yakni lebih sedikit. Sementara itu, terdapat faktor risiko seseorang menjadi korban kekerasan seksual, di antaranya berusia muda, pernah dianiaya saat kecil, menjadi korban kekerasan seksual sebelumnya, pengguna NAPZA dan pekerja seks.

Ada pun faktor risiko lainnya seseorang menjadi korban kekerasan seksual adalah mereka yang memiliki banyak pasangan seksual, hidup di lingkungan masyarakat yang sanksi terhadap pelaku kekerasan seksual rendah. Kemudian, masyarakat yang menganut peran gender tradisional, norma sosial yang mendukung kekerasan seksual dan masyarakat dengan ideologi seks sebagai hak laki-laki.

"Kondisi, keadaan atau karakteristik yang terkait dalam peningkatan kemungkinan seseorang menjadi pelaku atau korban," ungkap dr. Gina.
(nug)
Berita Terkait
Tanpa Rasa Asam, Buah-Buahan...
Tanpa Rasa Asam, Buah-Buahan Ini Kaya Vitamin C
Ini Berbagai Manfaat...
Ini Berbagai Manfaat Kesehatan dari Daun Ketumbar
Selain Menyenangkan,...
Selain Menyenangkan, Ternyata Hula Hoop Juga Bermanfaat buat Kesehatan
Pengobatan Rumahan untuk...
Pengobatan Rumahan untuk Atasi Bintitan Secara Alami
5 Tanda Tubuh Memberitahu...
5 Tanda Tubuh Memberitahu Ada Masalah Kesehatan yang Serius
Tips Menjaga Kesehatan...
Tips Menjaga Kesehatan Tubuh usai Perayaan Lebaran
Berita Terkini
Spesial Prambanan Jazz...
Spesial Prambanan Jazz 2026: Nikmati Konser Syahdu Plus Diskon Hotel dan Kuliner dari BRImo
5 jam yang lalu
3 Drama Korea Adaptasi...
3 Drama Korea Adaptasi Webtoon Ini Viral Sepanjang 2026, Wajib Masuk Daftar Tontonan
6 jam yang lalu
Bhima Bagaskara Umumkan...
Bhima Bagaskara Umumkan Keluar dari Coldiac, Ini Alasannya
8 jam yang lalu
Bikin Bangga, Film Horor...
Bikin Bangga, Film Horor Terbaru Anggy Umbara World Premiere di Korea
10 jam yang lalu
Mewahnya Pernikahan...
Mewahnya Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce, Ada Penampilan Spesial Paul McCartney
10 jam yang lalu
Bernadya Kenang Masa...
Bernadya Kenang Masa Sulit Pandemi, Royalti Lagu Pertama Jadi Penopang Keluarga
13 jam yang lalu
Infografis
3.000 Orang Lebih di...
3.000 Orang Lebih di Spanyol Bentuk Mosaik untuk Dukung Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved