Apakah Orang Tua Terlalu Campur Tangan?

Rabu, 29 April 2015 - 08:32 WIB
Apakah Orang Tua Terlalu...
Apakah Orang Tua Terlalu Campur Tangan?
A A A
SEBAGIAN besar orang tua merasa bahwa anakanak mereka belum bisa melakukan segala sesuatu dilakukan sendiri.

Para orang tua cenderung akan melakukan apa pun untuk anak-anak, mulai membereskan tempat tidur, menyiapkan sarapan, menyapu lantai, hingga mengerjakan tugas dari sekolah. Namun, tanpa disadari tindakan orang tua semacam itu ternyata dianggap terlalu mencampuri area anak-anak mereka. Banyak orang tua menganggap hal serupa merupakan tindakan lumrah yang pasti mereka lakukan untuk anak-anak mereka. Janet Lehman MSW tidak membenarkan pernyataan tersebut.

Psikolog yang telah 30 tahun menggeluti masalah anak dan remaja tersebut berpendapat bahwa dengan mengambil alih semua persoalan anak secara tidak langsung akan membawa mereka pada sikap yang tidak bertanggung jawab. Bukan tidak mungkin anak akan selalu mengharapkan orang lain akan mengurus hal-hal tersebut untuknya.

“Orang tua perlu menunjukkan kepada anak-anak bahwa hidup ini penuh dengan masalah tidak terkendali. Karena itu, membiarkannya belajar merupakan keterampilan dasar untuk mengelola masalah,” ungkap Janet Lehman, dikutip dari situs keluarga Empowering Parents . Hal yang dapat membatu anak adalah membangun keterampilan sosial dan pemecahan masalah dan belajar bertanggung jawab.

Ada beberapa tanda yang dapat dijadikan indikator apakah orang tua sudah terlalu jauh mencampuri area anak atau belum. Jika orang tua merasa jauh lebih kesulitan untuk melakukan sesuatu daripada apa yang terlihat oleh anaknya, hal itu pertanda anak meremehkan apa yang orang tua kerjakan.

“Dan yang terakhir, ketika orang tua rasanya tidak dapat mengandalkan anak untuk melakukan sesuatu, meskipun hal kecil sekalipun,” ujar Janet. Hal yang lebih buruk mengancam jika kebiasaan ini terus berlanjut. Secara tidak langsung, konsekuensi yang diterima adalah anak belajar sesuatu yang salah dari orang tua. Anak-anak akan lepas dari tanggung jawab begitu saja dengan anggapan orang lain akan mengerjakan untuknya.

Kemudian anak akan mulai merendahkan kemampuannya sendiri karena dia tidak pernah tahu bagaimana cara memulai dan menyelesaikan sesuatu. Dampaknya bagi orang tua, lama-kelamaan orang tua akan kelelahan menanggapi semua permintaan anak yang terlalu banyak. Selain itu, anak juga tidak terlatih membantu pekerjaan orang tua. “Ini tentu sangat merepotkan orang tua,” ujar Janet.

Larissa huda
(ars)
Berita Terkait
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Fasilitasi Anak Hadapi...
Fasilitasi Anak Hadapi Dunia Digital Tanpa Tekanan
Perjuangan Nicky Sonjaya...
Perjuangan Nicky Sonjaya Berdayakan Masyarakat Tuai Hasil Manis
Ingin Bermanfaat buat...
Ingin Bermanfaat buat Orang Lain, Septia Yetri Opani Lakukan Ini
Layanan Teknologi Bantu...
Layanan Teknologi Bantu RS di Vietnam Tangani Pasien Covid-19
5 Tips dan Trik Bekerja...
5 Tips dan Trik Bekerja atau Belajar Produktif di Rumah
Berita Terkini
Nathalie Holscher Resmi...
Nathalie Holscher Resmi Menikah, Sule Ucapkan Selamat dan Titip Adzam
3 jam yang lalu
Sah! Nathalie Holscher...
Sah! Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli, Jawaban Doa Umrah
3 jam yang lalu
Sambangi Polres Jakarta...
Sambangi Polres Jakarta Selatan, Amanda Manopo Siap Laporkan Pihak Manajemen
5 jam yang lalu
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 20: Kedekatan Elio dan Arumi Semakin Menjadi Sorotan
5 jam yang lalu
My Chef In Crime, Serial...
My Chef In Crime, Serial Thriller Kriminal Kuliner Pertama di Indonesia yang Siap Hadir di VISION+
5 jam yang lalu
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 31: Bunda Latifah Terus Mendesak Mining Untuk Segera Mencari Jaka
5 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved