Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 11 Bagian 9

Kho Ping Hoo : Bukek...
Bukek Siansu, karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo
A A A
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu

Melihat orang yang hendak ditangkapnya itu lari, Swat Hong hendak mengejar, akan tetapi pada saat itu dia melihat tubuh gendut Gu-taijin sedang dibantu oleh beberapa orang meninggalkan tempat itu. Celaka, pikirnya. Dia harus dapat menangkap pembesar itu, kalau tidak, tentu akan sukar menundukkan semua orang.

Maka dia lalu mengerahkan tenaganya pada tangan kanan, tangan kanan itu bergerak dan pedangnya meluncur seperti kilat menyambar ke depan. Terdengar jerit mengerikan dan tubuh Ciu-wangwe terjungkal ke depan, dadanya ditembusi pedang dari punggung dan dia tewas seketika!

Swat Hong telah melompat dan tangan kanannya kembali sudah mencabut pedang, kini pedang milik Kwee Lun yang dicabutnya. Kipas di tangan kirinya merobohkan empat orang pengawal yang tadi membantu Gu-taijin dan mereka roboh tertotok, kemudian sebelum pembesar itu sempat bergerak, dia sudah mencengkeramnya lagi, bahkan yang dicengkeram adalah pundaknya sambil mengerahkan tenaga.

"Aughhh... add... duh... duh... duhhh ... ampun, Lihiap...!" Gu-taijin berteriak-teriak seperti seekor babi disembelih.

"Hayo cepat suruh mereka semua mundur!" bentak Swat Hong, kembali pedang telanjang ditekankan di tengkuk pembesar itu.

"Mundur kalian semua! Keparat! Kurang ajar kalian! Disuruh mundur tidak cepat mentaati perintah! Apa minta dihukum gantung semua!" Mendengar pembesar ini dengan suara galak sekali, seperti biasanya, membentak-bentak, semua pengawal dan anak buah Ciu-wan-gwe terbelalak ketakutan dan mundur.

Apalagi mereka melihat betapa Ciu-wangwe sudah tewas. Para pelacur yang tadi melayani perjamuan itu, menjerit-jerit dan lari pontang-panting, kemudian bersembunyi di kolong-kolong meja dan belakang-belakang lemari.

Swat Hong mendengar suara ribut-ribut diluar, suara pertempuran. Tahulah dia bahwa Kwee Lun sedang dikeroyok. Cepat dia menarik tubuh pembesar Gu keluar dari hotel, kemudian dengan mencengkeram punggung baju, dia membawa pembesar gendut itu meloncat ke atas genteng.

Semua orang memandang heran melihat betapa seorang gadis cantik dan muda seperti itu mampu meloncat sambil mencengkeram tubuh seorang laki-aki bertubuh gendut dan berat seperti pembesar itu!

Swat Hong masih mencengkeram punggung Gu-taijin yang pucat sekali wajahnya, menggigil kedua kakinya. Tentu saja dia merasa ngeri berdiri di atas genteng, di pinggir sekali. Terpeleset sedikit saja dia tentu akan melayang jatuh ke bawah, tubuhnya akan remuk!

Selama hidupnya tentu saja belum pernah dia naik ke atas genteng. Akan tetapi karena dia ditodong dan merasa takut sekali kepada wanita perkasa yang mencengkeram punggungnya, dia mentaati perintah Swat Hong dan dengan suata lantang dia berteriak-teriak dari atas.

"Haiii... mundur semua...!" Dia melihat pasukan keamanan sudah berada di situ, dipimpin oleh Bhong-ciangkun, perwira yang mengepalai pasukan keamanan. "Bhong-ciangkun, suruh semua pasukan mundur!"

Pada saat itu, Kwee Lun sedang mengamuk. Tadinya yang mengeroyoknya hanyalah para tukang pukul anak buah Ciu-wangwe dan dia sudah berhasil merobohkan belasan orang dengan, tambang di tangannya yang kini sudah berlepotan darah.

Akan tetapi dia kewalahan juga ketika pasukan keamanan datang. Pasukan yang jumlahnya hampir seratus orang itu tentu saja tidak mungkin dapat dilawannya seorang diri hanya mengandalkan segulung tambang! Maka dalam amukannya itu, dia sudah menerima pula beberapa bacokan senjata tajam yang melukai pinggul dan punggungnya, membuat pakaiannya berlepotan darah pula. Namun, sedikit pun semangatnya tidak menjadi kendur, bahkan darah di pakaiannya itu seolah-olah membuat dia makin bersemangat lagi!

Melihat betapa atasannya berada di atas genteng dan mengeluarkan perintah itu, Bhong-ciangkun terkejut dan cepat dia mengeluarkan aba-aba menyuruh pasukannya mundur. Kwee Lun ditinggalkan seorang diri, berdiri dengan kedua kakinya terpentang lebar, pakaian dan tambangnya berlumuran darah, gagah bukan main sikapnya.

Sisa anak buah Ciu-wangwe tidak ada lagi yang berani maju setelah para pasukan itu diperintahkan mundur. Apalagi ketika mereka itu mendengar bisikan teman-teman bahwa Ciu-wangwe telah tewas oleh dara di atas genteng itu! (Bersambung)
(dwi)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 20 Bagian 9
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 19 Bagian 11
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 11 Bagian 2
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 10 Bagian 9
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 13 Bagian 3
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 10 Bagian 1
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 7 Bagian 2
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 Bagian 12
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 10 Bagian 8
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 1 Bagian 2
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 19 Bagian 9
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 13 Bagian 11
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 23 Bagian 5
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 18 Bagian 10
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 13 Bagian 8
Rekomendasi
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved