Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 Bagian 12

Kho Ping Hoo : Bukek...
Bukek Siansu, karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo
A A A
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu

An Lu Shan menjadi marah mendengar betapa Bu-tong-pai yang dahulu merupakan perkumpulan yang bebas, tidak membantu mana-mana dalam perang pemberontakan, kini mulai membantu pemerintah, maka dia lalu mengirim pasukan untuk membasmi Delapan Belas Pendekar Bu-tong itu.

Demikianlah, pada hari itu, selagi delapan belas orang itu menyelidiki kedudukan An Lu Shan di utara, mereka di kepung oleh pasukan itu dan disuruh menyerah, akan tetapi tentu saja delapan belas orang pendekar Bu-tong itu tidak sudi menyerah, bahkan siap untuk melawan mati-matian.

Ucapan Song Kiat, Twa-suheng (Kakak Seperguruan Pertama) dari depalan belas orang pendekar itu, mendatangkan kemarahan di hati komandan pasukan yang segera mengeluarkan aba-aba dan menyerbulah hampir enam puluh orang pasukan itu mengeroyok Cap-pwe Eng-hiong.

Terjadilah perang kecil yang amat hebat dan segera delapan belas orang pendekar itu terkejut sekali memperoleh kenyataan bahwa pasukan yang mengeroyok mereka itu bukanlah pasukan biasa, melainkan pasukan pilihan yang di pimpin oleh komandan yang memiliki kepandaian tinggi dan para perajuritnya rata-rata memiliki ilmu silat yang lumayan.

Mereka melawan dengan mati-matian, bantu-membantu dan memutar pedang mereka dengan pengerahan seluruh tenaga dan kepandaian mereka. Tidak percuma delapan belas orang ini di juluki Cap-pwe Eng-hiong karena gerakan mereka memang cepat dan tangkas serta kuat sekali, sehingga biarpun dikeroyok oleh lawan yang jauh lebih banyak jumlahnya, yaitu setiap orang dikeroyok oleh tiga empat orang lawan, mereka mempertahankan diri dengan baik, bahkan lewat tiga puluh jurus, mulailah ada lawan yang berjatuhan dan terluka parah oleh pedang Cap-pwe Eng-hiong yang mengamuk itu.

Dengan gagah perkasa ke delapan betas orang itu mengamuk dan mendesak pasukan An Lu Shan. Berturut-turut robohlah pihak lawan sehingga tempat itu mulai ternoda darah merah dan tubuh para perajurit yang terluka malang melintang menghalangi kaki mereka yang masih bertempur.

Di antara lima puluh lebih orang perajurit itu, sudah ada dua puluh lebih yang roboh, bahkan komandannya juga sudah terluka oleh sambaran pedang di tangan Song Kiat. Kemenangan yang sudah tampak di depan mata ini menambah semangat Cap-pwe Eng-hiong, mereka bergerak makin ganas dan cepat dengan niat membasmi semua musuh dan tidak membiarkan seorang pun meloloskan diri.

Akan tetapi, tiba-tiba terdengar sorak sorai dan muncullah kurang lebih seratus orang anak buah pasukan An Lu Shan yang baru tiba dan serta merta mereka itu menerima aba-aba untuk menyerbu dan membantu kawan-kawan mereka.

Kedatangan pasukan baru yang lebih besar lagi jumlahnya ini mengejutkan hati Cap-pwe Eng-hiong yang tidak menyangka-nyangkanya, namun bukan berarti bahwa mereka menjadi gentar, bahkan menambah kegembiraan mereka mengamuk sungguhpun sekali ini mereka segera terkurung dan terdesak hebat karena jumlah musuh jauh lebih besar.

Pertempuran yang berat sebelah itu terjadi di daerah pegunungan yang amat sunyi, jauh dari perkampungan, jauh dari dunia ramai. Akan tetapi pada saat pasukan kedua datang menyerbu, di tempat itu muncul pula dua orang yang menonton pertempuran itu dengan alis berkerut dan pandang mata ngeri.

Mereka itu adalah seorang laki-laki dan seorang wanita yang bukan lain adalah Ouw Sian Kok dan Liu Bwee! Mereka berdua meninggalkan Pulau Es, telah mendarat di daratan besar dan telah melakukan perjalanan berhari-hari sehingga pada hari itu mereka tiba di pegunungan utara ini. Sebagai orang-orang yang sejak kecil tidak pernah menyaksikan perang, kini penglihatan di depan itu sungguh amat tidak menyenangkan, juga amat mengherankan hati mereka.

"Betapa buasnya mereka...!" Liu Bwee berkata lirih.

"Hemm, memang sudah banyak kudengar bahwa manusia di dunia ramai, di daratan besar ini, lebih buas daripada binatang-binatang hutan. Manusia-manusia saling bunuh antara sesamanya, dan sekarang kita melihat perang yang begini ganas kejam...."

"...dan licik sekali!" Liu Bwee menyambung. "Jumlah yang amat banyak mengeroyok jumlah sedikit, benar-benar tidak mengenal arti kegagahan sama sekali." (Bersambung)
(dwi)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 10 Bagian 2
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 15 Bagian 11
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 10 Bagian 1
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 21 Bagian 6
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 15 Bagian 8
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 11 Bagian 2
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 Bagian 13
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 2 Bagian 1
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 14 Bagian 9
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 bagian 11
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 19 Bagian 11
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 17 Bagian 8
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 19 Bagian 7
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 13 Bagian 7
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 Bagian 3
Rekomendasi
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Berita Terkini
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Selasa 16 Desember Pukul 14.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved