Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 7 Bagian 8

Kho Ping Hoo, Suling...
Suling Emas, karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo
A A A
Kho Ping Hoo, Suling Emas

Gadis puteri Beng-kauw itupun menolak cintanya. Padahal ia tergila-gila kepada nona itu. Penolakan cinta yang menyakitkan hati. Kwee Seng terkejut teringat akan hal ini. Nenek itu pun mencintanya, mencinta dengan suci, sudah dibuktikan dengan perawatan dan pelayanan yang demikian sungguh-sungguh penuh kasih sayang selama seribu hari! Dan dia menolak cinta nenek itu.

Menolak begitu saja! Padahal nenek itupun hanya menghendaki pembalasan cinta hanya untuk beberapa hari lamanya! Ah, betapa sakit hati nenek itu, dapat ia membayangkannya. Ia menjadi seorang yang tak kenal budi! Mungkin nenek itu pun hanya ingin diakui sebagai isteri saja, hanya ingin ia dekati dan ia sebut isteri, tak lebih daripada itu.

Mungkin nenek itu, ingin menjadikan pengalaman manis ini sebagai kenang-kenangan manis untuk dibawa mati! Nenek ini semenjak kecil berada di sini, demikian pengakuannya beberapa hari yang lalu secara pendek ketika ia tanya. Berarti bahwa nenek ini tak pernah mengalami dewasa di dunia ramai! Sebagai wanita yang selamanya tak pernah menjadi isteri orang, tentu timbul keinginan untuk menerima perlakuan manis dari seorang pria yang mengaku sebagai suaminya! Ah, betapa bodohnya.

Apa sih artinya pengorbanan sekecil ini? Hanya bermain sandiwara, menyebut nenek itu sebagai isteri, bicara manis dan menghibur dengan kata-kata penuh sayang. Kiranya cukup bagi Si Nenek yang tak mungkin menghendaki lebih daripada itu.

Berjam-jam Kwee Seng duduk termenung. Terjadi perang di dalam hatinya sendiri, sedangkan suara sedu-sedan nenek itu tetap terdengar olehnya makin lama makin menusuk jantung. Teringat ia akan pengalamannya bersama Ang-siauw-hwa.

Selama ia hidup, baru sekali itu ia bercinta kasih dengan seorang wanita. Mencinta dan dibalas cinta. Merasai kemesraan seorang kekasih yang mencinta sepenuh hatinya. Mendengar bisikan halus yang menyatakan cinta kasih Ang-siauw-hwa, melihat mata indah dari dekat, mata yang memandang kepadanya penuh bayangan kasih sayang, mata yang...! Kwee Seng tersentak kaget. Mata itu! Mata nenek itu! Itulah mata Ang-siauw-hwa! Tak salah lagi.

Mata Ang-siauw-hwa Si Kembang Pelacur Telaga Barat. Sama jernihnya, sama lebarnya, sama tajamnya dan lirikannya pun sama. Mata Ang-siauw-hwa! Pantas ia merasa seperti pernah mengenal mata itu apabila Si Nenek memandangnya.

"Ahhh...!" terdengar Kwee Seng berseru melalui kerongkongannya. Akan tetapi Ang-siauw-hwa sudah mati. Hanya persamaan yang kebetulan saja. Banyak mata wanita yang cantik-cantik hampir serupa dan agaknya nenek ini dahulu pun seorang wanita cantik. Seorang wanita terpelajar dan cantik jelita. Kecantikan hanya sebatas kulit. Kalau orang sudah mencinta, apa artinya usia? Apa artinya keburukan rupa?

Nenek itu masih menangis terus. Dari suara tangisnya, Kwee Seng tahu bahwa nenek itu tentu pergi menyendiri di kamar kitab. Memang seringkali nenek itu tidur di sana, di tempat yang sunyi, tempat istirahat yang paling jauh dalam "rumah tinggal" itu. Kalau ia menangis terus sampai jatuh sakit dan mati, maka akulah pembunuhnya! Aku membalas budinya dengan menghancurkan hatinya. Ah, betapa rendah perbuatan ini!

Kwee Seng berdiri, meraba-raba dalam gelap, membawa pelita dan batu api, akan tetapi tidak berani menyalakannya. Pertama, karena ia takut kalau-kalau nenek itu marah melihat ia menyalakan pelita. Ke dua, karena untuk melakukan "sandiwara" yang bertentangan dengan hatinya ini, lebih baik di dalam gelap, tanpa melihat wajah Si Nenek! Ia meraba-raba dan akhirnya kedua kakinya yang sudah hafal keadaan di situ, membawanya ke depan pintu kamar kitab. Nenek itu masih terisak-isak perlahan.

"Nek... aku datang..."

"...pergi! Mau apa lagi kau datang? Kalau kau mengejekku, mau menghinaku......, demi setan...... akan kubunuh kau!"

"Tidak, aku berhutang budi kepadamu, berhutang nyawa, bagaimana aku sampai hati melukai hatimu? Aku datang kepadamu untuk...... untuk memenuhi permintaanmu..."

Tiba-tiba isak tangis itu berhenti dan sejenak keadaan menjadi sunyi sekali. Tak terdengar sesuatu oleh Kwee Seng, seakan-akan nenek itu tidak hanya berhenti menangis tapi juga berhenti bernapas! Kemudian tedengar gerakan nenek itu mendekat, terdengar suaranya menggetar berbisik.

"Apa...? Kau... kau tidak menipuku...? Kau... kau mau menerimaku sebagai... sebagai isterimu...?" (Bersambung)
(dwi)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 3 Bagian 1
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 8 Bagian 4
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 18 Bagian 9
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 11 Bagian 12
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 15 Bagian 5
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 11 Bagian 8
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 18 Bagian 5
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 14 Bagian 7
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 16 Bagian 7
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 13 Bagian 9
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 2 Bagian 6
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 11 Bagian 10
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 2 Bagian 5
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 4 Bagian 3
Kho Ping Hoo, Suling...
Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 3 Bagian 4
Rekomendasi
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Pertamax Tembus Rp16.250?...
Pertamax Tembus Rp16.250? Ini Daftar Harga Mobil Hybrid Termurah hingga Termahal 2026!
Berita Terkini
Grillz Mawar Biru Jennie...
Grillz Mawar Biru Jennie BLACKPINK Jadi Perbincangan, Ada yang Menyebut Mirip Gigi Berlubang
Cari Tontonan Plot Twist?...
Cari Tontonan Plot Twist? Ini 5 Microdrama V+Short yang Wajib Masuk Watchlist
Video Persalinan Amanda...
Video Persalinan Amanda Manopo dan Baby Zac Viral, Ucapan soal Anak Kedua Curi Perhatian
Solusi Tepat Menghadapi...
Solusi Tepat Menghadapi Situasi Mendadak dalam Perjalanan Bisnis
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Sering Melihat Ibu Berjalan...
Sering Melihat 'Ibu' Berjalan di Rumah, Keluarga Rimar Baru Sadar Ada yang Janggal
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved