Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan, Efek Candu hingga Kerusakan Paru Permanen
Senin, 25 Maret 2024 - 18:00 WIB
Rokok elektrik menjadi kebiasaan yang terus meningkat di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Foto Ilustrasi/iStock
SURABAYA - Merokok merupakan kegiatan menghisap asap pembakaran tembakau yang berasal dari rokok filter atau kretek, cerutu, shisha dan cangklong. Kebiasaan ini umum ditemui pada berbagai kalangan di Indonesia khususnya remaja dan dewasa.
Data Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 yang diluncurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan adanya peningkatan perokok dewasa sebesar 8,8 juta orang dalam satu dekade, dengan jumlah perokok dewasa yaitu 60,3 juta pada 2011 dan meningkat menjadi 69,1 juta pada 2021.
Menurut Dosen Analis Kesehatan Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Ersalina Nidianti S.Si.,M.Si, dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4.000 jenis senyawa kimia, 400 zat berbahaya, dan 43 zat yang bersifat karsinogenik.
Baca Juga: Mengenal Penyakit Tonsillopharyngitis, Diidap Widuri Anak Widi Mulia
Data Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 yang diluncurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan adanya peningkatan perokok dewasa sebesar 8,8 juta orang dalam satu dekade, dengan jumlah perokok dewasa yaitu 60,3 juta pada 2011 dan meningkat menjadi 69,1 juta pada 2021.
Menurut Dosen Analis Kesehatan Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Ersalina Nidianti S.Si.,M.Si, dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4.000 jenis senyawa kimia, 400 zat berbahaya, dan 43 zat yang bersifat karsinogenik.
Baca Juga: Mengenal Penyakit Tonsillopharyngitis, Diidap Widuri Anak Widi Mulia