Minum Kopi Dapat Memperlambat Penyebaran Kanker Usus Besar
Senin, 21 September 2020 - 20:06 WIB
Menikmati beberapa cangkir kopi sehari dapat membantu memperlambat penyebaran kanker usus besar. Hal ini berdasarkan penelitian Sekolah Kedokteran Mayo Clinic di Phoenix. Foto/Istimewa.
JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan, menikmati beberapa cangkir kopi sehari dapat membantu memperlambat penyebaran kanker usus besar. Dari hampir 1.200 pasien dalam penelitian yang dilakukan periode 13 tahun, mereka yang minum empat cangkir atau lebih setiap hari memiliki peluang hidup 36% lebih tinggi.
"Kanker usus besar metastatik yang telah menyebar dari lokasi aslinya tetap merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dalam banyak kasus," kata penulis utama studi Christopher Mackintosh, seorang mahasiswa kedokteran tahun keempat di Sekolah Kedokteran Mayo Clinic di Phoenix. (Baca juga: Studi: Tenis Olahraga Paling Sempurna, Bisa Menambah Panjang Umur )
Dilansir Web MD, Mackintosh menjelaskan sejumlah faktor gaya hidup, seperti diet dan olahraga juga telah dikaitkan dengan masa hidup yang lama bagi mereka yang menderita penyakit ini.
"Studi kami menemukan bahwa pasien yang dirawat dengan kemoterapi untuk kanker kolorektal metastatik yang minum kopi melihat periode waktu yang lebih lama sebelum pertumbuhan kanker mereka dan sebelum kematian," jelas dia.
"Kanker usus besar metastatik yang telah menyebar dari lokasi aslinya tetap merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dalam banyak kasus," kata penulis utama studi Christopher Mackintosh, seorang mahasiswa kedokteran tahun keempat di Sekolah Kedokteran Mayo Clinic di Phoenix. (Baca juga: Studi: Tenis Olahraga Paling Sempurna, Bisa Menambah Panjang Umur )
Dilansir Web MD, Mackintosh menjelaskan sejumlah faktor gaya hidup, seperti diet dan olahraga juga telah dikaitkan dengan masa hidup yang lama bagi mereka yang menderita penyakit ini.
"Studi kami menemukan bahwa pasien yang dirawat dengan kemoterapi untuk kanker kolorektal metastatik yang minum kopi melihat periode waktu yang lebih lama sebelum pertumbuhan kanker mereka dan sebelum kematian," jelas dia.
Lihat Juga :