Hati-hati Terpapar Serat Asbes Rumah, Bisa Picu Kerusakan Paru
Jum'at, 20 November 2020 - 21:28 WIB
Seperti asbestosis atau luka pada paru yang bisa menyebabkan penderitanya kesulitan bernafas. Jika dibiarkan, maka akan mengakibatkan kematian. Serat asbes yang terhirup akan mengendap sehingga menyebabkan peradangan, hingga kerusakan jaringan paru.
"Asbestosis merupakan salah satu faktor risiko terjadinya keganasan, seperti karsinoma bronkus dan mesotelioma. Bila normalnya paru-paru dalam proses pernafasan akan mengembang dan mengempis, karena kaku paru tidak lagi menjadi fleksibel," ungkap spesialis paru dari Rumah Sakit Persahabatan doketer Elisna Syahruddin, Ph.D.
Terlebih bila paparan serat asbes dalam kadar tinggi dan durasi yang panjang tingkat kerusakan paru akan semakin serius. "Penyakit ini bukan jenis gangguan kesehatan yang secara langsung menimbulkan gejala, biasanya akan timbul gejala sekitar 10 tahun sampai 40 tahun," jelasnya.
Gejalanya sendiri berupa sesak nafas, nafsu makan hilang, berat badan turun, batuk kering berkepanjangan, nyeri pada bahu atau dada, dan tubuh mengalami kelelahan.
"Pengobatannya dilakukan dengan tiga metode seperti, terapi khusus, perubahan gaya hidup seperti pola makan, serta tindakan operasi. Dilihat juga tergantung dari seberapa parah kondisi pasien tersebut," kata Elisna.
"Asbestosis merupakan salah satu faktor risiko terjadinya keganasan, seperti karsinoma bronkus dan mesotelioma. Bila normalnya paru-paru dalam proses pernafasan akan mengembang dan mengempis, karena kaku paru tidak lagi menjadi fleksibel," ungkap spesialis paru dari Rumah Sakit Persahabatan doketer Elisna Syahruddin, Ph.D.
Terlebih bila paparan serat asbes dalam kadar tinggi dan durasi yang panjang tingkat kerusakan paru akan semakin serius. "Penyakit ini bukan jenis gangguan kesehatan yang secara langsung menimbulkan gejala, biasanya akan timbul gejala sekitar 10 tahun sampai 40 tahun," jelasnya.
Gejalanya sendiri berupa sesak nafas, nafsu makan hilang, berat badan turun, batuk kering berkepanjangan, nyeri pada bahu atau dada, dan tubuh mengalami kelelahan.
"Pengobatannya dilakukan dengan tiga metode seperti, terapi khusus, perubahan gaya hidup seperti pola makan, serta tindakan operasi. Dilihat juga tergantung dari seberapa parah kondisi pasien tersebut," kata Elisna.
Lihat Juga :