Detak Jantung Tak Teratur Bisa Jadi Gejala Baru Covid-19
Rabu, 06 Januari 2021 - 21:31 WIB
COVID-19 dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur atau tinggi yakni lebih dari 100 detak per menit. Hal ini berdasarkan aplikasi COVID Symptom Study. Foto/Istimewa.
JAKARTA - Berdasarkan aplikasi COVID Symptom Study, detak jantung dapat menjadi petunjuk Anda terinfeksi COVID-19 . Peneliti di balik aplikasi tersebut mengatakan, COVID-19 dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur atau tinggi yakni lebih dari 100 detak per menit.
"Biasakan mengukur denyut nadi Anda secara teratur sehingga Anda dapat mengenali detak normal dan ritme jantung Anda dan mengetahui apakah detak jantung Anda berubah," kata peneliti dilansir dari Express, Rabu (6/1). (Baca juga: Hari Ini Tambah 8.854, Berikut Sebaran Kasus COVID-19 di 34 Provinsi )
Peneliti menyebut Anda dapat merekam detak jantung dan mengidentifikasi perubahan yang mengkhawatirkan dengan menerapkan empat langkah sederhana.
Di antaranya adalah istirahat dan rileks selama lima menit sebelum memeriksa detak jantung. Rasakan denyut nadi menggunakan telunjuk dan jari tengah, tekan perlahan sisi dalam pergelangan tangan di dekat pangkal ibu jari atau di sisi luar tenggorokan di bawah rahang.
"Biasakan mengukur denyut nadi Anda secara teratur sehingga Anda dapat mengenali detak normal dan ritme jantung Anda dan mengetahui apakah detak jantung Anda berubah," kata peneliti dilansir dari Express, Rabu (6/1). (Baca juga: Hari Ini Tambah 8.854, Berikut Sebaran Kasus COVID-19 di 34 Provinsi )
Peneliti menyebut Anda dapat merekam detak jantung dan mengidentifikasi perubahan yang mengkhawatirkan dengan menerapkan empat langkah sederhana.
Di antaranya adalah istirahat dan rileks selama lima menit sebelum memeriksa detak jantung. Rasakan denyut nadi menggunakan telunjuk dan jari tengah, tekan perlahan sisi dalam pergelangan tangan di dekat pangkal ibu jari atau di sisi luar tenggorokan di bawah rahang.
Lihat Juga :