10 Kebiasaan yang Bisa Sabotase Kesehatan Anda
Selasa, 26 Januari 2021 - 20:55 WIB
Sering menyebut diri bodoh setiap kali melakukan kesalahan? Ini buruk bagi kesehatan mental. Studi tahun 2014 yang dipublikaskikan di Personality and Individual Differences menemukan, kritik terhadap diri sendiri dapat meningkatkan gejala depresif. Sebaliknya, kasih sayang terhadap diri sendiri dihubungkan dengan kesehatan psikologis yang lebih tinggi dan kemampuan beradaptasi dalam situasi sulit.
4. Banyak Habiskan Waktu Browsing Media Sosial
Entah browsing Facebook, Pinterest, atau media sosial lain, yang jelas kebiasaan ini merugikan kesehatan mental. Ironisnya, studi menemukan bahwa media sosial, platform yang sengaja dibuat untuk menghubungkan orang, justru membuat penggunanya merasa terisolasi. Semakin banyak waktu dihabiskan untuk mengunjungi situs media sosial, semakin merasa penggunanya terisolasi.
Isolasi sosial ini berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik. Melihat foto liburan teman atau mobil barunya lewat media sosial, bisa membuat perasaan iri. Penelitian membuktikan rasa iri meningkatkan risiko depresi. Studi juga menunjukkan, waktu yang dihabiskan pada media sosial menurunkan mood seseorang. Alihkan energi Anda dengan berinteraksi langsung dengan orang lain.
5. Begadang
Penelitian menunjukkan, waktu tidur sangatlah berharga. Begadang dan menunda waktu tidur hingga pagi hari, meningkatkan risiko kesehatan. Memang tampaknya bagi sebagian orang tidur dan bangun di waktu yang terjadwal agak sulit. Tapi seiring waktu hal ini menjadi terbiasa.
6. Menghabiskan Uang
Sekilas, belanja impulsif membuat Anda merasa lebih baik untuk sementara waktu. Padahal kenyatannya, pengeluaran berlebihan daripada pendapatan dapat membuat efek jangka panjang. Studi yang dipublikasikan di Clinical Psychology Review menemukan korelasi antara kesehatan mental dengan masalah keuangan. Peneliti menyimpulkan masalah mental lebih tinggi tiga kali dialami oleh mereka yang terjebak utang. Bahkan risiko tinggi bunuh diri juga mengintai. Orang yang bunuh diri, delapan kali lebih mungkin terjerat utang.
7. Menonton TV
4. Banyak Habiskan Waktu Browsing Media Sosial
Entah browsing Facebook, Pinterest, atau media sosial lain, yang jelas kebiasaan ini merugikan kesehatan mental. Ironisnya, studi menemukan bahwa media sosial, platform yang sengaja dibuat untuk menghubungkan orang, justru membuat penggunanya merasa terisolasi. Semakin banyak waktu dihabiskan untuk mengunjungi situs media sosial, semakin merasa penggunanya terisolasi.
Isolasi sosial ini berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik. Melihat foto liburan teman atau mobil barunya lewat media sosial, bisa membuat perasaan iri. Penelitian membuktikan rasa iri meningkatkan risiko depresi. Studi juga menunjukkan, waktu yang dihabiskan pada media sosial menurunkan mood seseorang. Alihkan energi Anda dengan berinteraksi langsung dengan orang lain.
5. Begadang
Penelitian menunjukkan, waktu tidur sangatlah berharga. Begadang dan menunda waktu tidur hingga pagi hari, meningkatkan risiko kesehatan. Memang tampaknya bagi sebagian orang tidur dan bangun di waktu yang terjadwal agak sulit. Tapi seiring waktu hal ini menjadi terbiasa.
6. Menghabiskan Uang
Sekilas, belanja impulsif membuat Anda merasa lebih baik untuk sementara waktu. Padahal kenyatannya, pengeluaran berlebihan daripada pendapatan dapat membuat efek jangka panjang. Studi yang dipublikasikan di Clinical Psychology Review menemukan korelasi antara kesehatan mental dengan masalah keuangan. Peneliti menyimpulkan masalah mental lebih tinggi tiga kali dialami oleh mereka yang terjebak utang. Bahkan risiko tinggi bunuh diri juga mengintai. Orang yang bunuh diri, delapan kali lebih mungkin terjerat utang.
7. Menonton TV
Lihat Juga :