Hindari Risiko Obesitas dengan Modifikasi Gaya Hidup, Begini Caranya!
Minggu, 11 April 2021 - 18:50 WIB
Ia menuturkan, obesitas adalah salah satu risiko terbesar untuk keparahan COVID-19. “Kondisi obesitas ditambah paparan COVID-19 akan membuat seseorang berisiko 113% lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit, 74% lebih tinggi untuk harus menjalani perawatan ICU, dan 48% lebih tinggi terhadap risiko kematian,” jelas Prof Nurpudji.
Selain itu, obesitas bisa mengurangi masa produktif sebanyak 6-10 tahun. Obesitas juga menyita 8-16% anggaran biaya kesehatan nasional. Pada 2016, dampak total (langsung dan tidak langsung) dari obesitas diperkirakan sebesar 2-4 miliar dolar AS.
Baca Juga : Ingin Berpergian Selama Mudik Lebaran 2021? Pastikan Miliki SKIM
“Modifikasi gaya hidup adalah dasar dari perawatan dan pencegahan penyakit kronis seperti obesitas. Seseorang dengan kondisi obesitas (IMT >25) harus segera mencari bantuan profesional untuk intervensi sesuai dengan kondisinya.
Obesitas dapat dicegah dengan pola makan sehat yang seimbang, berolahraga minimal 150 menit per minggu, dan memonitor IMT secara rutin,” papar Prof Nurpudji.
Selain itu, obesitas bisa mengurangi masa produktif sebanyak 6-10 tahun. Obesitas juga menyita 8-16% anggaran biaya kesehatan nasional. Pada 2016, dampak total (langsung dan tidak langsung) dari obesitas diperkirakan sebesar 2-4 miliar dolar AS.
Baca Juga : Ingin Berpergian Selama Mudik Lebaran 2021? Pastikan Miliki SKIM
“Modifikasi gaya hidup adalah dasar dari perawatan dan pencegahan penyakit kronis seperti obesitas. Seseorang dengan kondisi obesitas (IMT >25) harus segera mencari bantuan profesional untuk intervensi sesuai dengan kondisinya.
Obesitas dapat dicegah dengan pola makan sehat yang seimbang, berolahraga minimal 150 menit per minggu, dan memonitor IMT secara rutin,” papar Prof Nurpudji.
(wur)
Lihat Juga :