Gandeng YMSJ, Danie Corporate Lakukan Gerakan Aksi Sosial Ojol

Selasa, 11 Mei 2021 - 02:36 WIB
Mereka beraksi dengan memberikan bantuan gratis untuk pengurusan jenazah mulai proses mengkafani hingga pemakaman jenazah. / Foto: ist
JAKARTA - Pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama lebih dari 1 tahun di Tanah Air. Tidak sedikit masyarakat yang membutuhkan bantuan lantaran dampak yang terjadi akibat pandemi .



Tergerak untuk membantu masyarakat yang terkena musibah, seperti adanya anggota keluarga yang meninggal dunia, Danie Corporate pun menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Yayasan Mutiara Sunnah Jakarta (YMSJ). Mereka pun beraksi dengan memberikan bantuan gratis untuk pengurusan jenazah mulai proses mengkafani hingga pemakaman jenazah.

Bersama YMSJ, Danie Corporate, yang terdiri dari PT Ardi Unggul Utama Jaya, PT Perintis P, PT Jaktada Gemilang Berjaya, PT Tridaya Prima Angkasa dan PT Cidan Bumi Lestari, mewujudkan hal tersebut melalui Unit Respon Cepat Pengurusan Jenazah (URCPJ). Mereka pun melakukan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Gerakan Aksi Sosial Ojol Jakarta Timur.

Direktur Utama (Dirut) Danie Corporate, Danie Abdillah Nur Fajri mengungkapkan, YMSJ ini mempunyai kegiatan, salah satunya Unit Respon Cepat Pengurusan Jenazah (URCPJ).



Menurutnya, pengemudi ojol atau masyarakat yang menggunakan jasa URCPJ dalam mengurusi jenazah, akan difasilitasi URCPJ. Mulai dari proses memandikan, mengkafani, menggunakan ambulans hingga pemakaman, semuanya tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Para pengemudi ojol, kata Danie, akan mengikuti pelatihan memandikan jenazah. "Tujuan akhir dari URCPJ, agar komunitas driver ojol khususnya danmasyarakat pada umumnya, belajar pengurusan jenazah. Sehingga nantinya, jika ada keluarganya yang meninggal, driver ojol bisa mandiri untuk mengurusi jenazah keluarganya, seperti memandikan dan mengkafani jenazah," jelasnya melalui keterangan persnya, Senin (10/5).

Danie menambahkan, pelaksanaan pelatihan pengurusan jenazah muslim kepada driver ojol akan dilaksanakan setelah Idul Fitri tahun ini. Pelatihan tersebut dilakukan selama lima kali, dengan 2 di antaranya pembekalan teori.

"Setelah Lebaran kita melatih teman-teman ojol berapa orang yang terlibat, harapan kita sebanyak-banyaknya, yang mempunyai mental kuat, tidak semua orang berani memandikan jenazah. Belum lagi memandikan jenazah yang ekstrem seperti karena kecelakaan, luka luar," tutur Danie.
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More