Pandemi Masih Ada, Protokol Kesehatan Jangan Sampai Longgar
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 00:09 WIB
"Kasus terkonfirmasi masih ribuan orang per harinya, varian baru masih berkeliaran, dan vaksinasi masih belum mencapai target tertinggi kita yakni 70 persen," ujarnya.
Dia menekankan kepada masyarakat agar terus menerapkan prokes dengan disiplin. "Tetap pakai senjata perlindungan yang terbukti efektif. Memakai masker dengan benar, dianjurkan dua lapis maskernya, kemudian menjaga jarak aman dari orang lain minimal 1-2 meter, mencuci tangan pakai sabun dan air, menghindari kerumunan, serta membatasi mobilitas," jelasnya.
Dia mengungkapkan, meski kegiatan berangsur-angsur dibuka, namun sabaiknya tidak menganggap ini sebagai pelonggaran. "Sebaiknya ini dipahami bukan sebagai pelonggaran atau pengetatan, tetapi panduan beradaptasi, panduan menyesuaikan dengan risiko," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, dr Reisa juga kembali mengingatkan panduan pengendalian penyakit. "Pertama, membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Kedua, membudayakan etika bersin dan batuk. Tiga, peningkatan daya tahan tubuh," paparnya.
Kemudian, keempat, penanganan penyakit penyerta dan kelima adalah penerapan pencegah dan pengendalian infeksi. "Keenam penemuan kasus aktif dengan cara investigasi dan pemeriksaan kasus kontak. Dan tujuh, screening secara massal, terutama kelompok rentan dan berisiko," terangnya.
Dia menekankan kepada masyarakat agar terus menerapkan prokes dengan disiplin. "Tetap pakai senjata perlindungan yang terbukti efektif. Memakai masker dengan benar, dianjurkan dua lapis maskernya, kemudian menjaga jarak aman dari orang lain minimal 1-2 meter, mencuci tangan pakai sabun dan air, menghindari kerumunan, serta membatasi mobilitas," jelasnya.
Dia mengungkapkan, meski kegiatan berangsur-angsur dibuka, namun sabaiknya tidak menganggap ini sebagai pelonggaran. "Sebaiknya ini dipahami bukan sebagai pelonggaran atau pengetatan, tetapi panduan beradaptasi, panduan menyesuaikan dengan risiko," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, dr Reisa juga kembali mengingatkan panduan pengendalian penyakit. "Pertama, membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Kedua, membudayakan etika bersin dan batuk. Tiga, peningkatan daya tahan tubuh," paparnya.
Kemudian, keempat, penanganan penyakit penyerta dan kelima adalah penerapan pencegah dan pengendalian infeksi. "Keenam penemuan kasus aktif dengan cara investigasi dan pemeriksaan kasus kontak. Dan tujuh, screening secara massal, terutama kelompok rentan dan berisiko," terangnya.
Lihat Juga :