Profil Virgil Abloh, Pendiri Off White yang Meninggal Akibat Kanker
Senin, 29 November 2021 - 12:47 WIB
Pada 2002 Virgil berhasil menyelesaikan gelar sarjana di bidang teknik sipil di University of Wisconsin-Madison. Rumor mengatakan, pada hari kelulusannya dia pulang cepat untuk bertemu dengan John Monopoly, manajer Kanye West. Sejak saat itu kolaborasi di antara mereka terjalin.
Ia menyelesaikan gelar masternya di bidang arsitektur dari Illinois Institute of Technology pada 2006. Selama studi, Virgil mendirikan bangunan Rem Koolhaas yang menurutnya, itu yang membuat dirinya tertarik dengan dunia mode.
Virgil dan Kanye West magang di Fendi, Roma pada 2009. Kinerja Virgil bahkan dipuji oleh CEO Louis Vuitton Michael Burke. Di tahun yang sama, keduanya tampil di Paris Fashion Week.
Baca Juga: Ameer Azzikra Meninggal Dunia, Larissa Chou Berduka
Virgil kemudian resmi mengambil peran sebagai direktur kreatif di Donda, agensi kreatif Kanye West pada 2010. Di 2011, Virgil menjadi pengarah album Watch the Throne milik Jay-Z dan West. Ini adalah pencapaian yang membuatnya masuk nominasi Grammy.
Sampul album dirancang oleh Riccardo Tisci yang saat itu menjadi direktur kreatif Givenchy, dan kemudian perannya diambil alih oleh Virgil pada 2017.
Di 2012, Virgil merilis merek perdananya yaitu Pyrex Vision di New York. Koleksi tersebut adalah kemeja flanel Ralph Lauren deadstock seharga USD40 atau Rp572 ribu lalu mencetaknya dengan tulisan Pyrex dan nomor 23.
Ini adalah bentuk penghormatannya kepada pahlawan masa kecilnya yaitu Michael Jordan. Karya tersebut kemudian terjual dengan harga USD550 atau Rp7,8 jutaan per item.
Pada 2013, Virgil menutup Pyrex dan mendirikan Off White, bisnis yang berbasis multi platform di Milan. Media utamanya adalah fesyen. Di Off White, ia menggabungkan ide streetwear dengan luxury, seni, musik, dan travel.
Ia menyelesaikan gelar masternya di bidang arsitektur dari Illinois Institute of Technology pada 2006. Selama studi, Virgil mendirikan bangunan Rem Koolhaas yang menurutnya, itu yang membuat dirinya tertarik dengan dunia mode.
Virgil dan Kanye West magang di Fendi, Roma pada 2009. Kinerja Virgil bahkan dipuji oleh CEO Louis Vuitton Michael Burke. Di tahun yang sama, keduanya tampil di Paris Fashion Week.
Baca Juga: Ameer Azzikra Meninggal Dunia, Larissa Chou Berduka
Virgil kemudian resmi mengambil peran sebagai direktur kreatif di Donda, agensi kreatif Kanye West pada 2010. Di 2011, Virgil menjadi pengarah album Watch the Throne milik Jay-Z dan West. Ini adalah pencapaian yang membuatnya masuk nominasi Grammy.
Sampul album dirancang oleh Riccardo Tisci yang saat itu menjadi direktur kreatif Givenchy, dan kemudian perannya diambil alih oleh Virgil pada 2017.
Di 2012, Virgil merilis merek perdananya yaitu Pyrex Vision di New York. Koleksi tersebut adalah kemeja flanel Ralph Lauren deadstock seharga USD40 atau Rp572 ribu lalu mencetaknya dengan tulisan Pyrex dan nomor 23.
Ini adalah bentuk penghormatannya kepada pahlawan masa kecilnya yaitu Michael Jordan. Karya tersebut kemudian terjual dengan harga USD550 atau Rp7,8 jutaan per item.
Pada 2013, Virgil menutup Pyrex dan mendirikan Off White, bisnis yang berbasis multi platform di Milan. Media utamanya adalah fesyen. Di Off White, ia menggabungkan ide streetwear dengan luxury, seni, musik, dan travel.
Lihat Juga :