Palmyra Atoll, Pulau Berhantu yang Penuh Kejadian Mistis
Sabtu, 26 Maret 2022 - 12:28 WIB
Tapi dari semua kejadian aneh ini, yang paling terkenal adalah Malcolm dan Eleanor Graham. Pasangan itu berlayar pada 1974. Mereka berencana tinggal di Palmyra selama beberapa tahun sebelum melanjutkan perjalanan. Tragisnya mereka tidak pernah meninggalkan pulau itu. Beberapa bulan setelah meninggalkan Amerika, teman-teman Graham khawatir karena kehilangan kontak dengan pasangan itu.
Mereka melapor ke pihak berwenang. Para penyelidik menemukan pulau itu kosong, tidak ada jejak keduanya atau barang-barang pribadi mereka. Belakangan diketahui keduanya berlayar ke Honolulu, Hawaii. Sementara itu, Sharon dan Robert Jordan dari Afrika Selatan mengunjungi Palmyra. Saat menjelajahi hutan, mereka menemukan bangunan tua terlantar, tersembunyi di dalam semak-semak hutan hujan yang lebat.
Mereka menemukan kliping koran tentang hilangnya Graham, yang beberapa tahun lalu menjadi berita utama internasional. Hanya beberapa hari kemudian, mereka menemukan hal yang tidak disangka. Saat berjalan di sepanjang pantai, Jordan menemukan sebuah wadah logam besar yang telah diikat erat dengan kawat tebal.
Di dalam wadah itu ada tengkorak, beberapa tulang, dan jam tangan wanita. Penyelidikan menyimpulkan bahwa kerangka itu memang milik Eleanor Graham, yang telah dipukuli sampai mati dengan kejam. Tubuhnya dibakar, dipotong-potong dan dibuang. Sedangkan jenazah Malcolm sampai hari ini tidak pernah ditemukan.
Baca Juga: 10 Tempat Paling Misterius di Dunia, Berani Liburan ke Sini?
Terungkap Malcolm dan Eleanor Graham dibunuh oleh Duane Walker dan pacarnya Stephanie Sterns yang berada satu kapal dengan pasangan Graham. Walker diadili dan dinyatakan bersalah atas pembunuhan, meskipun Sterns dibebaskan karena tidak cukup bukti. Walker mengaku membunuh Graham untuk membela diri setelah berselingkuh dengan Eleanor, membuat suaminya marah dan dendam.
Namun, klaim yang tidak meyakinkan itu tidak terbukti. Walker sendiri meninggal pada April 2010.
Mereka melapor ke pihak berwenang. Para penyelidik menemukan pulau itu kosong, tidak ada jejak keduanya atau barang-barang pribadi mereka. Belakangan diketahui keduanya berlayar ke Honolulu, Hawaii. Sementara itu, Sharon dan Robert Jordan dari Afrika Selatan mengunjungi Palmyra. Saat menjelajahi hutan, mereka menemukan bangunan tua terlantar, tersembunyi di dalam semak-semak hutan hujan yang lebat.
Mereka menemukan kliping koran tentang hilangnya Graham, yang beberapa tahun lalu menjadi berita utama internasional. Hanya beberapa hari kemudian, mereka menemukan hal yang tidak disangka. Saat berjalan di sepanjang pantai, Jordan menemukan sebuah wadah logam besar yang telah diikat erat dengan kawat tebal.
Di dalam wadah itu ada tengkorak, beberapa tulang, dan jam tangan wanita. Penyelidikan menyimpulkan bahwa kerangka itu memang milik Eleanor Graham, yang telah dipukuli sampai mati dengan kejam. Tubuhnya dibakar, dipotong-potong dan dibuang. Sedangkan jenazah Malcolm sampai hari ini tidak pernah ditemukan.
Baca Juga: 10 Tempat Paling Misterius di Dunia, Berani Liburan ke Sini?
Terungkap Malcolm dan Eleanor Graham dibunuh oleh Duane Walker dan pacarnya Stephanie Sterns yang berada satu kapal dengan pasangan Graham. Walker diadili dan dinyatakan bersalah atas pembunuhan, meskipun Sterns dibebaskan karena tidak cukup bukti. Walker mengaku membunuh Graham untuk membela diri setelah berselingkuh dengan Eleanor, membuat suaminya marah dan dendam.
Namun, klaim yang tidak meyakinkan itu tidak terbukti. Walker sendiri meninggal pada April 2010.
(dra)
Lihat Juga :