Serunya Memanen Buah Kakao di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan
Selasa, 27 September 2022 - 22:56 WIB
Semua rasa lelah Suardi terbayar lunas ketika melihat kebunnya tumbuh subur dan dipenuhi buah-buah kakao berkualitas. Dalam kesempatan ini, Suardi mengajak MNC Portal Indonesia untuk memetik buah kakao yang sudah matang. Ternyata ada satu teknik sederhana untuk mengetahui buah kakao yang sudah matang. Kakao matang ditandai dari warna kulitnya yang sudah menguning atau jingga.
Cara petik kakao juga tidak boleh sembarangan. Buah harus dipetik di dekat pangkalnya. Tidak boleh memotong habis tangkai, karena di tangkai inilah calon bunga kakao akan tumbuh lagi. Setelah buah berhasil dipetik, kini tiba saatnya untuk memisahkan buah dari kulitnya. Prosesnya juga tidak kalah seru.
Baca Juga: Fakta Westminster Abbey Tempat Pemakaman Ratu Elizabeth II
Foto/Dimas Andhika Fikri
Buah kakao akan dijepitkan di sebuah alat berbentuk dua bilah kayu panjang, kemudian ditekan hingga terbelah sempurna. Daging buah lalu dipisahkan dari plasenta sebelum akhirnya disortir untuk dikeringkan. Suardi mengatakan, dalam satu bulan, dia bisa panen dua kali. Totalnya bisa mencapai 40 kg untuk dijual kepada pembeli dengan harga berkisar Rp27 ribu - Rp30 ribu per kg.
"Hasilnya digunakan untuk biaya pendidikan anak saya yang sekarang masih duduk di bangku kelas 4 SD," tandasnya.
Puas memanen kakao di kebun, MNC Portal Indonesia diajak makan siang bersama dengan komunitas ibu-ibu petani yang tergabung dalam Village Savings and Loans Association (VSLA).).
Cara petik kakao juga tidak boleh sembarangan. Buah harus dipetik di dekat pangkalnya. Tidak boleh memotong habis tangkai, karena di tangkai inilah calon bunga kakao akan tumbuh lagi. Setelah buah berhasil dipetik, kini tiba saatnya untuk memisahkan buah dari kulitnya. Prosesnya juga tidak kalah seru.
Baca Juga: Fakta Westminster Abbey Tempat Pemakaman Ratu Elizabeth II
Foto/Dimas Andhika Fikri
Buah kakao akan dijepitkan di sebuah alat berbentuk dua bilah kayu panjang, kemudian ditekan hingga terbelah sempurna. Daging buah lalu dipisahkan dari plasenta sebelum akhirnya disortir untuk dikeringkan. Suardi mengatakan, dalam satu bulan, dia bisa panen dua kali. Totalnya bisa mencapai 40 kg untuk dijual kepada pembeli dengan harga berkisar Rp27 ribu - Rp30 ribu per kg.
"Hasilnya digunakan untuk biaya pendidikan anak saya yang sekarang masih duduk di bangku kelas 4 SD," tandasnya.
Puas memanen kakao di kebun, MNC Portal Indonesia diajak makan siang bersama dengan komunitas ibu-ibu petani yang tergabung dalam Village Savings and Loans Association (VSLA).).
(dra)
Lihat Juga :