Tragedi Kanjuruhan, Kenali Dampak dan Risiko Panic Crowds
Minggu, 02 Oktober 2022 - 21:55 WIB
Panic crowds merupakan kerumunan yang sifatnya tegang, dimana setiap orang ingin menyelamatkan diri dari suatu bahaya yang datang mengancam secara tiba-tiba.
Pada saat seseorang menghadapi hal yang mengancam, tubuh secara otomatis mempersiapkan diri untuk menghadapi ancaman tersebut dengan cara melarikan diri dari sumber ancaman atau berkelahi melawan sumber ancaman. Ini adalah respon alamiah yang terjadi dengan cepat dan otomatis untuk memungkinkan kita melindungi diri sendiri.
Pasalnya, tubuh kita mempunyai mekanisme yang unik untuk melindungi dan menyelamatkan diri, yang berupa fight- flight – freeze response (melawan – melarikan diri – mematung) di saat kita menghadapi kondisi yang mengancam keselamatan kita, yang membuat kita takut atau cemas.
“Pada saat seseorang menyadari adanya ancaman, amygdala (bagian otak yang memproses emosi, termasuk rasa takut) mengirimkan signal ke hipotalamus, yang kemudian menstimulasi sistem syaraf autonom (SSA),” tulis Dokter Umum, Tirtawati Wijaya, melalui sesi tanya jawab di laman Alodokter, dikutip Minggu, (2/10/2022)
Nah, sistem tersebut terdiri dari sistem syaraf simpatik yang mengendalikan respon fight or flight, dan parasimpatik yang mengendalikan respon freeze. Reaksi kita saat menghadapi ancaman tergantung sistem mana yang lebih dominan saat itu.
Dampak dan Risiko Panic Crowds
Pada saat seseorang menghadapi hal yang mengancam, tubuh secara otomatis mempersiapkan diri untuk menghadapi ancaman tersebut dengan cara melarikan diri dari sumber ancaman atau berkelahi melawan sumber ancaman. Ini adalah respon alamiah yang terjadi dengan cepat dan otomatis untuk memungkinkan kita melindungi diri sendiri.
Pasalnya, tubuh kita mempunyai mekanisme yang unik untuk melindungi dan menyelamatkan diri, yang berupa fight- flight – freeze response (melawan – melarikan diri – mematung) di saat kita menghadapi kondisi yang mengancam keselamatan kita, yang membuat kita takut atau cemas.
“Pada saat seseorang menyadari adanya ancaman, amygdala (bagian otak yang memproses emosi, termasuk rasa takut) mengirimkan signal ke hipotalamus, yang kemudian menstimulasi sistem syaraf autonom (SSA),” tulis Dokter Umum, Tirtawati Wijaya, melalui sesi tanya jawab di laman Alodokter, dikutip Minggu, (2/10/2022)
Nah, sistem tersebut terdiri dari sistem syaraf simpatik yang mengendalikan respon fight or flight, dan parasimpatik yang mengendalikan respon freeze. Reaksi kita saat menghadapi ancaman tergantung sistem mana yang lebih dominan saat itu.
Dampak dan Risiko Panic Crowds
Lihat Juga :