Aturan Dasar dalam Perlombaan Burung Merpati

Selasa, 31 Januari 2023 - 17:02 WIB
loading...
A A A
Keberadaan lomba merpati kolongan sendiri sudah ada sejak tahun 1980-an. Konsep lomba ini dibuat Wahyudin Noor Aly atau Goyud, asal Brebes. Dalam membuat konsep itu, dia terinspirasi dari perlombaan merpati yang dilakukan di wilayah tempat tinggalnya.

Akan tetapi, dia merasa bahwa perlombaan merpati kala itu sangat membosankan, dengan aturan burung yang mendarat terlebih dahulu adalah pemenangnya. Apalagi, dalam model lomba seperti itu, Goyud menyadari bahwa wasit kesulitan untuk menentukan lokasi garis akhir atau finishnya. Maka dari itu, dia mengusulkan adanya arena dengan bentuk kotak sebagai lokasi mendarat, sementara itu kolong tali di atas tiang menjadi garis finishnya.

Tidak hanya di Indonesia, lomba burung merpati juga ada di China. Melansir laman VOI, balap merpati merupakan sebuah perlombaan yang sangat diminati dan dianggap serius oleh masyarakat China.

Memiliki sejarah panjang, lomba balap merpati awalnya hanya dilakukan oleh orang-orang kaya di China. Seiring dengan berjalannya waktu, perlombaan ini tidak hanya untuk orang borjuis, namun juga masyarakat biasa.

Belgia adalah negara yang menjadi pionir penyelenggaraan perlombaan burung merpati. Merpati di Belgia dilepas sejauh ratusan mil dari rumah si pemilik. Burung yang lebih cepat kembali ke rumah dianggap sebagai pemenang.

Baca juga: 5 Pejabat yang Hobi Pelihara Burung, Gubernur hingga Presiden

Meskipun Belgia merupakan negara pertama yang mengadakan lomba balap merpati, namun anggota asosiasi merpatinya hanya 20 ribu orang. Jumlah itu tidak sebanyak China yang mencapai 400 ribu orang.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lepas Love Bird ke Alam,...
Lepas Love Bird ke Alam, Saaih Halilintar Panen Hujatan Netizen
Serunya Liburan ke Morotai,...
Serunya Liburan ke Morotai, Bisa Melihat Burung Langka dari Dekat
Matanya Tiba-Tiba Dipatuk...
Matanya Tiba-Tiba Dipatuk Burung Beo, Fuji Pasrah Diketawain Netizen
Catat! Ini Tips Berbisnis...
Catat! Ini Tips Berbisnis Burung Kicau untuk Pemula
Cerita Pengoleksi Burung...
Cerita Pengoleksi Burung Kicau yang Kini Ngetren, dari Hobi Jadi Bisnis Menguntungkan
Komunitas Historia Indonesia...
Komunitas Historia Indonesia Sebarkan Semangat Melestarikan Sejarah dan Budaya Bangsa
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Burung Merpati Punya...
Burung Merpati Punya GPS Canggih Alamiah Melebihi Teknologi Buatan Manusia
Terungkap Kebiasaan...
Terungkap Kebiasaan Burung Galapagos Melakukan Perjalanan Sejauh 3.000 Mil
Rekomendasi
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Berita Terkini
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Baru Umumkan Pernikahan,...
Baru Umumkan Pernikahan, Nathalie Holscher Langsung Didesak Soal Anak: Responsnya Bikin Warganet Heboh
Regenerasi Kulit Jadi...
Regenerasi Kulit Jadi Tren Baru Perawatan Estetika Modern
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved