Kenapa Orang Membagikan Informasi Menyesatkan atau Hoax?

Rabu, 05 April 2023 - 17:01 WIB
loading...
Kenapa Orang Membagikan...
Era digitalisasi kerap sekali menjadi bahasan kompleks karena adaptasi yang terjadi diruang publik menghadapi kemajuan alat teknologi. Foto/MNC Media
A A A
JAKARTA - Era digitalisasi kerap sekali menjadi bahasan kompleks karena adaptasi yang terjadi diruang publik menghadapi kemajuan alat teknologi. Informasi yang menjadi sangat mudah diterima oleh masyarakat karena aksesnya yang cepat.

Informasi yang diterima oleh sosial ini sifatnya beragam, hingga sampailah kepada informasi yang tidak jelas kebenarannya. Informasi yang tidak jelas kebenarannya ini dapat dibagi menjadi beberapa golongan.

Agar mudah dipahami, informasi palsu ini penulis bagikan menjadi tiga golongan:

Pertama, informasi yang sifatnya mengarah kepada kontroversial. Karena bersifat menghebohkan terdapat arus atau sinyal perhatian masyarakat media sosial yang membawa popularitas terhadap informasi tersebut. Popularitas inilah yang pada akhirnya akan menjadi “alat” bagi beberapa oknum untuk melakukan kepentingannya.

Dalam hal ini, secara psikologis masyarakat memiliki kecendrungan untuk menyukai dan membagikan informasi yang ada tanpa menilik lebih jauh isi dari informasi yang disampaikan, beberapa justru tidak peduli terhadap isinya.

Baca Juga: Indonesian Youth SDGs Summit 2023 Usung Tema Combating our Climate Crisis and Greener Future

Beberapa penelitian menunjukkan bahkan masyarakat dunia maya kerap kali membagikan link yang berisi headline tertentu tanpa membuka link yang dibagikan. Eksperimen yang sama dilakukan oleh National Public Radio (NPR) yang membagikan satu postingan di media sosial dengan headlines kontroversial berjudul “Why Doesn’t America Doesn’t Read Anymore.”

Di dalam artikel yang dibagikan tersebut terdapat penjelasan bahwa headlines yang diambil merupakan jokes sarkastik. Tapi lagi-lagi masyarakat media sosial langsung membagikan artikel tersebut dengan begitu cepat, menyukai dan memberikan komentar tanpa membaca isi informasi yang dibagikan.

Kedua, informasi palsu yang memiliki keberpihakan. Biasanya informasi seperti ini memiliki refleks yang sangat kuat atau memiliki “keinginan” untuk menjatuhkan satu pihak.

Ketiga, informasi palsu yang tidak jelas apa tujuannya seolah-olah ini menjadi bahan “permainan” oleh suatu pihak.

Fenomena arus informasi palsu ini kemudian membawa “keindahan” teknologi ini menjadi “bandwagon effect” atau efek berkelanjutan yang semestinya menjadi refleksi kita sebagai masyarakat Indonesia yang juga sebagai warga “media sosial” harus memikirkan: Apa jadinya informasi palsu saat ini yang sebegitu gampangnya mengecohkan masyarakat? Apakah masyarakat akan terus membiarkan hal seperti ini terjadi?

Baca Juga: Replay 2022: Kolaborasi dari Hati Suguhkan Rangkuman Tren Terbaik di Linimasa Sepanjang Tahun

Apakah masyarakat secara mandiri mau mengubah cara untuk mendapatkan informasi dengan mengkurasi kebenaran dari informasi yang diterimanya atau mencoba menggunakan aplikasi informasi terkurasi memberikan kemudahan untuk menimalisir informasi palsu yang menyesatkan seperti itu? Negara Indonesia memiliki aplikasi informasi yang terkurasi diluncurkan pada tahun 2021 oleh MNC Group bernama BuddyKu .

Aplikasi ini berupaya membantu masyarakat menghadapi permasalahan informasi di era digitalisasi saat ini. Informasi yang akan diterima sudah dikurasi sehingga masyarakat tidak perlu melakukan cek berulang yang mungkin bagi sebagian orang cenderung melelahkan atau menguras banyak waktu.

Tapi, apakah masyarakat mau memulai menerima informasi dengan aplikasi seperti BuddyKu ini? Atau sebaliknya, apakah justru aplikasi dengan informasi yang jelas tanpa adanya kontroversi justru tidak menarik bagi masyarakat?
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Dewi Perssik Geram Usai...
Dewi Perssik Geram Usai Diisukan Meninggal Dunia, 16 Akun TikTok Terancam Dipolisikan
Geram! Keluarga Sonny...
Geram! Keluarga Sonny Septian dan Fairuz A Rafiq Polisikan Akun Penyebar Hoaks Perceraian
Diisukan Punya 750 Dapur...
Diisukan Punya 750 Dapur MBG, Uya Kuya Lapor ke Polda Metro
Ustaz Solmed Laporkan...
Ustaz Solmed Laporkan Puluhan Akun Medsos Penyebar Hoaks, Desak Pelaku Minta Maaf
Komika Soleh Solihun...
Komika Soleh Solihun Ajak Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tak Gampang Termakan Hoaks
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
Rekomendasi
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Berita Terkini
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Kenny Austin Nikmati...
Kenny Austin Nikmati Peran Dokter Bagas di Tobat Jatuh Cinta, Akui Betah Main Komedi
Tobat Jatuh Cinta Jadi...
Tobat Jatuh Cinta Jadi Sinetron Komedi Komunal Terbaru RCTI, Ini Cerita di Balik Produksinya
Sinetron Tobat Jatuh...
Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Siap Ulang Kesuksesan 'Dunia Terbalik'
Dokter Jantung Ungkap...
Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang Meski Sudah Diet
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
Infografis
Januari 2025, Tercatat...
Januari 2025, Tercatat 146,5 Juta Orang Indonesia Memakai Pinjol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved