alexa snippet

Lash Tokyo Tawarkan Sambungan Bulu Mata Dengan Teknik Jepang

Lash Tokyo Tawarkan Sambungan Bulu Mata Dengan Teknik Jepang
Sudah menjadi impian setiap wanita untuk memiliki bulu mata indah ideal yang tebal, panjang dan lentik sehingga banyak permintaan untuk bulu mata palsu. (KORAN SINDO/Hafid Fuad)
A+ A-
JAKARTA - Kaum wanita kini tidak akan direpotkan lagi oleh persoalan bulu mata palsu setiap harinya. Kini wanita sudah dimanjakan oleh eyelash extension atau perpanjangan bulu mata dengan teknik Jepang di salon kecantikan Lash Tokyo.

CEO Lash Tokyo Sandy Atmadjaja menjelaskan sudah menjadi impian setiap wanita untuk memiliki bulu mata indah ideal yang tebal, panjang dan lentik menjadi impian setiap wanita. Sehingga banyak permintaan untuk menggunakan bulu mata palsu agar terlihat ideal.

Namun persoalan lain muncul, yaitu perawatannya yang cukup repot karena harus pasang dan lepas setiap harinya. Dengan teknik dari Jepang, bulu mata tambahan tersebut bisa awet 3 minggu hingga 4 minggu.

“Tahun lalu kami mulai perkenalkan teknik eyelash extension dari Jepang. Kami jalin kerja sama, ambil semua teknik serta standar kualitasnya dari Jepang. Kalau disana, semua produk memang sudah teruji betul sehingga aman,” ujar Sandy saat grand launching salon kecantikan Lash Tokyo hari ini di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Menurut dia, eyelash extension terdiri dari dua macam. Pertama, eyelash extension yang bisa dibeli dan dipasang sendiri di rumah. Kelebihannya adalah lebih mudah dan cepat, namun harus dipasang dan dilepas setiap hari sehingga agak merepotkan, juga bentuknya terlihat seperti palsu. "Ini yang telah lama dikenal wanita pada umumnya," ucap Sandy.

Sedangkan yang kedua merupakan perpanjangan bulu mata dengan cara menempelkan bahan bulu mata sintetis di atas bulu mata asli dengan lem khusus sehingga menyatu dengan bulu mata asli. Kelebihannya, bulu mata akan terlihat lebih natural dan dapat bertahan, tergantung kondisi bulu mata asli dan perawatannya. Dengan demikian, tidak perlu repot mengganti bulu mata palsu setiap hari dan memotong waktu untuk make up.

Sandy menegaskan keutamaan layanan mereka adalah pada tenaga SDM terlatih dan produk berkualitas. Pemasangan eyelash extension harus dikerjakan oleh tenaga ahli dan tidak bisa sendiri. Hal ini karena bulu mata palsu akan ditempelkan satu persatu pada bulu mata asli sehingga membutuhkan keahlian dan ketelitian yang tinggi sehingga hasilnya tampak natural. "SDM kami dilatih dengan sangat intensif khas Jepang. Tidak sedikit juga yang mundur dalam pelatihan sehingga bagi berhasil lulus tandanya sudah teruji,” ujarnya.

Menurut Sandy, tenaga terampil dibutuhkan karena perlunya pengerjaan yang lebih hati-hati untuk menjaga kualitasnya tetap baik. Salah satunya, saat melakukan pembersihan area mata. Sebaiknya menghindari penggunaan berbahan atau kandungan minyak. Kemudian juga lem perekat yang digunakan didatangkan khusus sehingga tidak boleh terkena rambut atau bulu di sekitar mata. "Perekatnya khusus sehingga eyelash extension tahan air setelah enam jam pemasangannya," kata dia.

Pemilik Lash Tokyo Yumi Ueno menuturkan, dalam pemasangan eyelash extension diperkirakan memakan waktu sekitar 1—1,5 jam. Hal itu dikarenakan bulu mata extension ditempelkan satu persatu dan perlahan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. "Untuk ketebalan, disarankan pada 0,10—0,15 mm dan panjang 9—13 mm. Penempelan bulu mata mulai dari jumlah 100—500 helai," ujar dia.

Untuk menentukan jumlah dan bentuknya, Yumi menambahkan, akan disesuaikan dengan mata dan keinginan dari si pengguna. Di Lash Tokyo, biasanya ada tiga pilihan tipe yang ingin diciptakan dengan bulu mata extension.

Sebut saja, bentuk cute yang panjang pada bagian tengahnya agar bola mata terlihat lebih besar, elegan terlihat lebih seperti mata kucing dan berkesan natural, dan seksi membuat mata terlihat lebih panjang. Seluruh bahan yang digunakan seluruhnya berasal dari Jepang dan terjaga kualitas dan keamanannya.

“Untuk wanita Indonesia biasanya lebih senang yang terlihat natural biasanya penambahan bulu mata sebanyak 100—300 helai," tambah dia.

Yumi juga menambahkan selain eyelash extension, salon mereka juga menawarkan Korugi massage, yang menggabungkan teknik pemijatan dengan pengencangan sehingga mencapai berbagai titik wajah. Hal itu bermanfaat untuk memperlancar peredaran darah, pembuangan racun dalam tubuh serta membantu untuk mengembalikan wajah ke bentuk semula sekaligus mengencangkan wajah dan melemaskan otot wajah. Teknik ini sudah lama ada di Jepang namun termasuk hal yang baru di Indonesia.

“Korugi massage pada wajah itu seperti refleksi yang biasanya dikenal pada pemijatan kaki. Tapi pada Kurogi massage dilakukan di wajah," kata dia.

Terapis Kurogi Masaage, Ratih, menjelaskan, perawatan dengan Korugi massage dalam 3 bulan pertama, disarankan untuk dilakukan 2 minggu sekali untuk mendapat hasil yang maksimal. Kemudian, diikuti oleh perawatan sebanyak satu kali dalam sebulan untuk menjaga bentuk wajah.

Salon ini disebutnya sangat prospektif. Ini terlihat dari peminat sejak baru soft opening dalam 1,5 bulan sudah mendatangkan customer lebih dari 200 orang. Meskipun menyasar segmen middle up, namun sejak sebulan pihaknya sudah melakukan adjustment menurunkan harga hingga 30% sehingga lebih terjangkau dibandingkan harga standar Jepang.

“Klien kami cukup ramai meskipun baru sekarang launching. Biasanya mereka tertarik karena bahan eyelash yang lebih lembut dan awet bahkan hingga dua bulan. Target kami dalam satu tahun minimal bisa buka tiga gerai,” ujarnya.



(alv)
loading gif
Top