Selain Makanan, Anak Stunting Bisa Terjadi dari Orangtua Perokok
Senin, 20 November 2023 - 09:00 WIB
loading...
Stunting tidak hanya dari makanan saja. Kebiasaan lainnya, seperti merokok, dapat membuat anak menjadi stunting. Foto/ northwestern.edu
A
A
A
JAKARTA – Belum lama ini ramai di media sosial tentang menu pendamping pencegahan stunting pada anak yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Efeknya, banyak dari masyarakat yang mengkritik menu makanan tersebut.
Merujuk pada persoalan tersebut, kejadian stunting ternyata tidak hanya diandalkan lewat makanan saja. Kebiasaan lainnya pun dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan stunting, salah satunya berhenti merokok. Pasalnya, merokok dapat membuat anak menjadi stunting.
Baca Juga: 5 Manfaat Seledri, Meningkatkan Jumlah Sperma hingga Gairah Bercinta
Menurut Dinas Kesehatan DKI Jakarta, perilaku merokok yang biasa dilakukan orangtua ternyata sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak, kok bisa?
“Melalui asap rokok, orangtua perokok secara langsung memberikan efek pada tumbuh kembang anak,” kata Dinkes DKI Jakarta, dikutip dalam Instagram miliknya @dinkesdki, Minggu (19/11/2023).
Anak-anak yang tinggal di rumah dengan orangtua perokok kronis serta perokok transien juga cenderung memiliki pertumbuhan lebih lambat dalam segi berat dan tinggi, dibandingkan anak yang tinggal tanpa orangtua perokok.
“Orangtua tidak merokok akan tumbuh 1,5 kg lebih berat dan 0,34 cm lebih tinggi daripada mereka yang tinggal bersama orangtua perokok kronis,” ucapnya.
Merujuk pada persoalan tersebut, kejadian stunting ternyata tidak hanya diandalkan lewat makanan saja. Kebiasaan lainnya pun dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan stunting, salah satunya berhenti merokok. Pasalnya, merokok dapat membuat anak menjadi stunting.
Baca Juga: 5 Manfaat Seledri, Meningkatkan Jumlah Sperma hingga Gairah Bercinta
Menurut Dinas Kesehatan DKI Jakarta, perilaku merokok yang biasa dilakukan orangtua ternyata sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak, kok bisa?
“Melalui asap rokok, orangtua perokok secara langsung memberikan efek pada tumbuh kembang anak,” kata Dinkes DKI Jakarta, dikutip dalam Instagram miliknya @dinkesdki, Minggu (19/11/2023).
Anak-anak yang tinggal di rumah dengan orangtua perokok kronis serta perokok transien juga cenderung memiliki pertumbuhan lebih lambat dalam segi berat dan tinggi, dibandingkan anak yang tinggal tanpa orangtua perokok.
“Orangtua tidak merokok akan tumbuh 1,5 kg lebih berat dan 0,34 cm lebih tinggi daripada mereka yang tinggal bersama orangtua perokok kronis,” ucapnya.
Lihat Juga :