11 Makanan dan Minuman yang Bikin Berat Badan Naik, dari Keripik Kentang hingga Soda

Minggu, 17 Desember 2023 - 06:00 WIB
loading...
11 Makanan dan Minuman...
Makanan dan minuman tertentu, termasuk makanan olahan dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Foto/ times of india.
A A A
JAKARTA - Makanan dan minuman tertentu, termasuk makanan olahan dan yang mengandung tambahan gula , seperti soda dan beberapa sereal sarapan, dapat menyebabkan penambahan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.

Makanan tertentu lebih mungkin berkontribusi terhadap penambahan berat badan dibandingkan makanan lain, termasuk makanan olahan yang tinggi kalori, lemak, tambahan gula , dan garam.

Meski demikian, makanan ini tetap bisa dimasukkan ke dalam pola makan yang sehat. Pastikan untuk memantau ukuran porsi Anda dan menikmatinya secukupnya, terutama jika Anda mencoba menurunkan berat badan.

Baca Juga: 18 Makanan yang Paling Bikin Ketagihan, Ini Penyebabnya

Berikut daftar makanan yang dapat menyebabkan penambahan berat badan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Makanan yang Sebabkan Kenaikan Berat Badan

1. Soda

Soda tinggi kalori dan tambahan gula, namun kekurangan nutrisi penting seperti vitamin, mineral, serat, dan antioksidan.

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin minum soda manis memiliki kemungkinan lebih besar untuk dibandingkan mereka yang tidak.

2. Kopi

Kopi kaya akan kafein dan berbagai antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan, kopi dapat menjadi minuman bergizi. Namun, jika dimaniskan dengan tambahan sirup atau gula, kopi dan minuman berbahan dasar kopi seperti frappés, caffe latte atau mocha beku bisa mengandung gula yang sama banyaknya dengan soda.

Seperti soda dan minuman manis lainnya, minuman kopi dengan kandungan gula tinggi dapat menyebabkan penambahan berat badan dan membahayakan kesehatan, meningkatkan risiko jantung, stroke dan diabetes tipe 2.

3. Es krim

Kebanyakan es krim yang dibuat secara komersial mengandung banyak gula dan lemak. Selain itu, karena es krim sering disantap sebagai hidangan penutup, es krim dapat menambah banyak kalori ekstra pada makanan Anda — meskipun Anda sudah merasa kenyang setelah hidangan utama.

4. Pizza

Pizza yang disiapkan secara komersial adalah makanan ringan yang populer, termasuk di kalangan anak-anak dan remaja.

Sayang, kebanyakan pizza tinggi lemak, karbohidrat olahan, dan kalori. Beberapa varietas juga dibuat dengan keju dalam jumlah besar dan daging olahan yang telah diawetkan, diasapi, atau diasinkan.

Asupan daging olahan yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan obesitas dan peningkatan risiko penyakit jantung dan jenis kanker tertentu.

5. Kue dan donat

Kue dan donat sering kali mengandung, tepung olahan dan lemak dalam jumlah tinggi gula dan kalori.

6. Kentang goreng dan keripik kentang

Kentang goreng adalah pilihan camilan atau makanan sampingan yang populer, terutama saat makan di luar.

Makanan ini sering disajikan bersama makanan berkalori tinggi lainnya, seperti burger atau ikan goreng.

Banyak orang juga menikmati memakannya dengan saus seperti saus tomat atau mayones yang tinggi garam, gula, dan lemak.

Demikian keripik kentang, mengandung banyak lemak, karbohidrat olahan, dan garam, dan penelitian observasional telah mengaitkannya dengan penambahan berat badan.

Baca Juga: 5 Manfaat Seledri, Baik untuk Penyakit Maag

7. Sereal

Banyak jenis sereal sarapan yang mengandung kalori dan tambahan gula, dengan beberapa varietas mengandung 13 gram gula per cangkir (36 gram). Dengan kata lain, sereal manis dapat mengandung hampir 40% tambahan gula.

8. Coklat

Cokelat hitam telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk peningkatan kesehatan jantung dan fungsi otak. Meski begitu, makanan ini bisa saja tinggi kalori dan lemak.

9. Jus buah

Meski jus buah sering dianggap sebagai minuman sehat, sebagian besar merek komersial mengandung gula yang sama banyaknya dengan soda. Jus juga kekurangan serat dan nutrisi lain yang Anda dapatkan dengan mengonsumsi buah utuh.

10. Pangan olahan

Meningkatnya konsumsi makanan ringan mungkin menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka obesitas di banyak wilayah di dunia.

Meskipun tidak semua makanan olahan tidak sehat, banyak di antaranya yang tinggi kalori, tambahan gula, lemak dan natrium.

Mengonsumsi lebih sedikit makanan olahan yang tinggi lemak, gula, dan garam dapat meningkatkan kualitas pola makan Anda dan membantu mencegah penambahan berat badan.

11. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji sering kali dianggap sebagai alternatif yang nyaman dan menghemat waktu dibandingkan memasak di rumah. Namun, sebagian besar makanan cepat saji diproses secara mendalam dan sarat dengan kalori, lemak, natrium, dan tambahan gula.

Oleh karena itu, banyak penelitian yang melaporkan bahwa mengonsumsi makanan cepat saji lebih sering dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, serta masalah kesehatan lainnya seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Idealnya, batasi asupan makanan cepat saji berkalori tinggi.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sudah Diet Tapi Berat...
Sudah Diet Tapi Berat Badan Kembali Naik? Ini Penjelasan Dokter
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Gula Berlebihan pada Anak, Bisa Turunkan Kecerdasan
Vicky Shu Sempat Alami...
Vicky Shu Sempat Alami Body Shaming, Kini Sukses Turunkan Berat Badan Pasca Melahirkan
Faktor Genetik Bisa...
Faktor Genetik Bisa Sebabkan Obesitas, Tapi Masih Bisa Dicegah
Pernah Obesitas, Ini...
Pernah Obesitas, Ini Kisah dr. Gia Pratama Turun Berat Badan dari 100Kg
Jangan Tertipu Label...
Jangan Tertipu Label Low Sugar! Menkes Jelaskan Efek Pemanis Buatan pada Tubuh
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Kembangkan Pil GLP-1,...
Kembangkan Pil GLP-1, Novo Nordisk Perkuat Dominasi di Pasar Terapi Obesitas
Rekomendasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Berita Terkini
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Sneaker Louis Vuitton...
Sneaker Louis Vuitton Combi Rancangan Pharrell Williams Dikritik, Disebut Mirip Vans Authentic
Quick Marriage with...
Quick Marriage with Twins: A Dazzling Mom's Tale di V+Short, Kisah Ibu Tangguh yang Menemukan Cinta Lamanya
Jangan Cuma Istri, Suami...
Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved