Makna Tradisi Nyadran Jelang Ramadan di Bantul, Ziarah hingga Bagi-Bagi Makanan

Senin, 04 Maret 2024 - 19:35 WIB
loading...
Makna Tradisi Nyadran...
Menjelang Ramadan, masyarakat Jawa melakukan tradisi Nyadran atau ziarah ke makam para leluhur. Foto/ mpi
A A A
BANTUL - Menjelang bulan puasa, masyarakat Jawa biasanya melakukan tradisi Nyadran atau ziarah ke makam para leluhur, seperti ke Makam Sewu, Padukuhan Pedak, Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Bantul.

Sejumlah orang mengenakan pakaian adat Jawa mengarak gunungan hasil bumi dan ingkung ayam masuk ke dalam area makam. Nantinya, makanan-makanan tersebut akan dibagikan kepada warga setelah didoakan.

Baca Juga: Kazan Kremlin Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim, Saksi Kedekatan Rusia dengan Islam

Ketua panitia nyadran Makam Sewu Hariyadi mengatakan, bahwa nyadran merupakan salah satu tradisi yang setiap tahun dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan. Tradisi ini sebagai ibadah pensucian diri menghadapi bulan puasa.

"Hubungannya dengan Tuhan dan hubungannya dengan sesama. Termasuk yang sesama ini yang sudah meninggal, leluhur kita kita doakan kita tengok sehingga komunikasi kita dari semua arah itu ada," katanya.

Nyadran juga diartikan sebagai tanda syukur atas kelimpahan rezeki yang diterima. Hal itu ditandai dengan bagi-bagi makanan yang dikemas dengan adat Jawa gunungan.

Tak hanya itu, Nyadran juga dimaknai sebagai wujud bakti kepada orangtua termasuk leluhur yang sudah meninggal. Oleh karenanya, warga yang ikut dalam acara ini akan melakukan doa dan bersih-bersih area makam keluarga.

Dijelaskan, rangkaian tradisi Nyadran diawali dengan kirab yang dilakukan oleh warga sekitar. Kemudian dilanjutkan doa dzikir lalu diakhiri tabur bunga di makam Panembahan Bodho. Panembahan Bodho sendiri merupakan tokoh pertama yang menyebarkan agama Islam di Bantul.

Sebetulnya, kata dia, nama asli Panembahan Bodho adalah Raden Trenggono yang dijuluki Ki Joko Bodo. Julukan bodo (bodoh) karena Raden Trenggono enggan mewarisi jabatan Adipati dan malah memilih mensyiarkan agama Islam.

"Disebut Bodho karena dia tidak mau mewarisi tahta Adipati (Gubernur) di Terung, Sidoarjo, itu bagian dari Kadipaten Majapahit yang terakhir, dia tidak mau mewarisi dan milih mensyiarkan agama Islam," ucapnya.

Pada 1600 Masehi Panembahan Bodho meninggal dan dimakamkan di Makam Sewu. Hariyadi juga menjelaskan mengapa kompleks pemakaman seluas 4 hektare ini bernama Makam Sewu bukan kompleks makam Panembahan Bodho.

Awalnya, kata dia, Panembahan Bodho adalah orang pertama yang dimakamkan di tempat tersebut. Karena areanya luas, makam tersebut digunakan untuk menguburkan keluarga Panembahan dan warga sekitar sehingga bertambah banyak.

"Kenapa sewu? Zaman dulu hitungan sewu itu sudah banyak banget, jadi semuanya yang istilahnya banyak dan tidak terbatas itu sewu, belum ada istilah juta maupun milyar. Makanya makam sewu itu makam yang banyak," imbuh Hariyadi.

Hariyadi mengatakan, tradisi nyadran sendiri merupakan penggabungan dari budaya Islam dan Hindu Jawa. Hal ini tampak pada jenis sesajian yang menyerupai orang Hindu namun memiliki makna atau filosofi Islam.

"Tapi maknanya tidak seperti mereka, kita maknanya untuk sedekah. Seperti nasi uduk, nasi putih, ada ingkung sebagai simbol dari pengorbanan diri, dipecah dan dinikmati bareng-bareng anak cucu," ujarnya.

"Selanjutnya ketan, kolak dan apem. Ketan itu kotokan, kotokan itu artinya kesalahan, apem itu afwan, afwan itu pengampunan. Jadi dengan ubo rampe itu diharapkan semua kesalahan yang sudah meninggal itu diampuni," kata dia lagi.

Baca Juga: Mengintip Pesona Moscow Kremlin yang Jadi Ikon Rusia, Ada Makam Pemimpin Uni Soviet Vladimir Lenin

Sementara itu, Lasimin (65) mengatakan hampir setiap tahunnya ia ikut dalam acara nyadran ini. Sebab, salah satu anggota keluarganya juga dimakamkan di makam tersebut.

"Orangtua dari istri (mertua) yang dimakamkan di sini. Kalau setiap jelang puasa pasti nyekar," katanya.

Menurutnya, hal itu menjadi sesuatu yang lumrah dan selalu dilakukan oleh warga lainnya. Menurutnya, selain menjaga tradisi, nyadran atau ziarah makam juga dimaksudkan untuk merawat makam pendahulu-pendahulunya yang telah meninggal dunia.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Reza Arap Ziarah ke...
Reza Arap Ziarah ke Makam Lula Lahfah, Ungkap Rindu dan Tegaskan Masih Mencintainya
Bukan Sekadar Tradisi!...
Bukan Sekadar Tradisi! Ini Manfaat Puasa Mutih yang Dilakukan Syifa Hadju sebelum Menikah
Ziarah ke Makam Vidi...
Ziarah ke Makam Vidi Aldiano, Inul Daratista Kenang Sosok Sahabat yang Bersahaja
Ramadan Penuh Makna:...
Ramadan Penuh Makna: Berbagi dan Menjaga Kepedulian Sosial di Bulan Suci
Momen Lebaran Tanpa...
Momen Lebaran Tanpa Ibu, Baim Wong: Kangen Ditanya ‘Sahur Pakai Apa?’
Menguatkan Kebersamaan...
Menguatkan Kebersamaan Ramadan Lewat Aksi Berbagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Rekomendasi
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Berita Terkini
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Road to Kilau Raya Mojokerto...
Road to Kilau Raya Mojokerto : MNCTV Hadir Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108
MNC Licensing Ajak Keluarga...
MNC Licensing Ajak Keluarga Merayakan Liburan Sekolah Bersama Shaun the Sheep Holiday in My Hometown di Pakuwon Mall Solo
Garap Proyek Listrik...
Garap Proyek Listrik di Sumba, Liliana Tanoesoedibjo Optimistis Indonesia Bersinar di Miss World 2026
Infografis
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved