Waspada Tidur Kurang dari 5 Jam Tingkatkan Risiko Diabetes
Rabu, 06 Maret 2024 - 21:40 WIB
loading...
Tidur kurang dari 5 jam per malam telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Kurang tidur memengaruhi regulasi hormon, metabolisme glukosa. Foto/Istock Photo
A
A
A
JAKARTA - Tidur kurang dari 5 jam per malam telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 . Penelitian telah menunjukkan bahwa kurang tidur atau tidur yang terganggu dapat memengaruhi regulasi hormon, metabolisme glukosa, dan sensitivitas insulin.
Di mana yang semuanya merupakan faktor yang berkontribusi pada pengembangan diabetes. Beberapa studi epidemiologi telah menemukan hubungan antara kurang tidur dan peningkatan risiko diabetes tipe 2 .
"Sekelompok peneliti dari Korea menyimpulkan kalau tidur kurang dari 5 jam ternyata meningkatkan risiko diabetes sampai 17 persen," kata dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi, Desca Medika Hertanto dikutip dari Instagram pribadinya, @dokterdesca, Rabu (6/3/2024).
"Kondisi kurang tidur ternyata berhubungan dengan gangguan metabolisme energi hormon kortisol dan peningkatan rasa lapar," sambungnya.
Baca Juga: Studi: Kurang Tidur Sebabkan Tidak Bahagia dan Cemas
Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan zat oksidatif dalam tubuh yang akan meningkatkan risiko terjadinya obesitas dan diabetes.
Di sisi lain, sebuah studi longitudinal yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care menemukan bahwa tidur kurang dari 5 jam per malam secara signifikan meningkatkan risiko seseorang mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan dengan orang yang tidur 7-8 jam per malam.
Di mana yang semuanya merupakan faktor yang berkontribusi pada pengembangan diabetes. Beberapa studi epidemiologi telah menemukan hubungan antara kurang tidur dan peningkatan risiko diabetes tipe 2 .
"Sekelompok peneliti dari Korea menyimpulkan kalau tidur kurang dari 5 jam ternyata meningkatkan risiko diabetes sampai 17 persen," kata dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi, Desca Medika Hertanto dikutip dari Instagram pribadinya, @dokterdesca, Rabu (6/3/2024).
"Kondisi kurang tidur ternyata berhubungan dengan gangguan metabolisme energi hormon kortisol dan peningkatan rasa lapar," sambungnya.
Baca Juga: Studi: Kurang Tidur Sebabkan Tidak Bahagia dan Cemas
Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan zat oksidatif dalam tubuh yang akan meningkatkan risiko terjadinya obesitas dan diabetes.
Di sisi lain, sebuah studi longitudinal yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care menemukan bahwa tidur kurang dari 5 jam per malam secara signifikan meningkatkan risiko seseorang mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan dengan orang yang tidur 7-8 jam per malam.
Lihat Juga :