Jepang Gunakan AI untuk Carikan Warganya Jodoh demi Tingkatkan Angka Pernikahan

Rabu, 13 Maret 2024 - 19:05 WIB
loading...
Jepang Gunakan AI untuk...
Jepang menggunakan AI untuk mencarikan warganya jodoh demi meningkatkan angka pernikahan. Diketahui populasi di Jepang saat ini terus mengalami penyusutan. Foto/Istock Photo
A A A
JEPANG - Jepang menggunakan AI untuk mencarikan warganya jodoh demi meningkatkan angka pernikahan di negara tersebut. Diketahui populasi di Jepang saat ini terus mengalami penyusutan.

Hal ini menyusul banyaknya orang di Jepang yang menikah di usia lanjut atau tidak menikah sama sekali. Karena itu, pemerintah daerah beralih menggunakan kecerdasan buatan, AI demi meningkatkan angka pernikahan.

Pihak berwenang di banyak wilayah di Jepang telah menyelenggarakan acara perjodohan tradisional, konkatsu dengan menggunakan AI untuk mengetahui kompatibilitas antar calon pasangan. Mereka mengatakan hal itu membuat orang-orang yang tidak pernah membayangkan bisa bersama untuk menikah.

Bahkan pemerintah pusat Jepang kini memberikan dukungannya terhadap langkah-langkah yang sejalan dengan kemajuan depopulasi di seluruh negeri. Subsidi untuk acara perjodohan AI yang diselenggarakan publik telah diperluas sejak 2021.

Baca Juga: Aksi Telanjang John Cena di Oscar 2024 Dikecam Penggemar WWE, Disebut Memalukan

Menurut Children and Families Agency, 31 dari 47 prefektur di Jepang menawarkan layanan perjodohan AI untuk menemukan pasangan menikah pada akhir Maret tahun lalu. Di mana Pemerintah Metropolitan Tokyo ikut terlibat acara ini pada bulan Desember.

Dilansir dari The Japan Times, Rabu (13/3/2024) khawatir dengan menurunnya angka kelahiran dan populasi menua, Prefektur Ehime telah menggunakan data besar untuk mencocokkan warganya dengan calon pasangan.

Sistem prefektur merekomendasikan pasangan berdasarkan informasi pribadi yang terdaftar di pusat dukungan pernikahan dan riwayat penelusuran internet dari orang yang mencari pasangan.

“Tujuan dari program ini adalah untuk memperluas wawasan masyarakat sehingga mereka tidak sebatas memikirkan institusi akademis apa yang dimasuki atau usia mereka,” kata konselor di pusat tersebut Hirotake Iwamaru.

Baca Juga: Kurnia Meiga Kepergok Mabuk saat Azhiera Hamil 6 Bulan hingga Diusir Mantan Mertua

Sekitar 90 pasangan menikah setiap tahun dengan dukungan dari pusat tersebut. "Kaum muda cenderung menyerahkan urusannya kepada orang lain. Jadi menurut saya kita perlu, sesekali, meminta data besar untuk merekomendasikan pasangan," ujar Katsuji Katayanagi dari pusat dukungan pernikahan.

Di sistem lain, pengguna menjawab lebih dari 100 pertanyaan, berdasarkan AI yang menganalisis kualitas yang dicari seseorang dari calon pasangan dan sebaliknya sebelum memperkenalkan calon pasangan.

Di Prefektur Saitama, tempat sistem ini diperkenalkan pada 2018, terdapat 139 pasangan yang telah menikah pada akhir November tahun lalu. Beberapa pasangan mengaku bertemu dengan seseorang yang mungkin tidak mereka pilih sendiri, dan seorang petugas mengatakan bahwa sistem tersebut menyediakan berbagai pertemuan.

Kepala administrator biro anak dan remaja di prefektur Shiga Mayu Komori menyarankan agar mereka yang mendaftar untuk layanan ini serius untuk menikah. Hal ini mengingat biaya pendaftaran sebesar 15 ribu yen atau Rp1,5 juta untuk dua tahun. “Banyak orang juga merasa yakin karena ini dijalankan oleh pemerintah prefektur,” jelas Komori.

Baca Juga: Ajak Rayyanza Syuting Program Sahur, Raffi Ahmad dan Nagita Salvina Dikecam
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Cara Baru Menikmati...
Cara Baru Menikmati Jepang, Lebih Personal dan Fleksibel
Indonesia - Jepang Teken...
Indonesia - Jepang Teken MoC Pariwisata, Perkuat Kerja Sama dan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
Festival Sakura di Fujiyoshida...
Festival Sakura di Fujiyoshida Dibatalkan karena Makin Banyak Turis Tak Tertib
Tak Hanya Jepang, Ini...
Tak Hanya Jepang, Ini 5 Surga Sakura Asia Paling Menawan
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Meta Hadirkan Kembali...
Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio Berbasis AI
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Rekomendasi
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Inggris vs Meksiko di...
Inggris vs Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026, Tuchel Waspadai Tipisnya Oksigen Azteca
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
Berita Terkini
Sarah Gibson Resmi Berpisah...
Sarah Gibson Resmi Berpisah dari Diska Resha, Tetap Sepakat Co-Parenting
Kisah Unik Syifa Hadju,...
Kisah Unik Syifa Hadju, Afgan, Sheila Dara, dan Baskara di Balik Secangkir Kopi
Ditanya Gugatan Hak...
Ditanya Gugatan Hak Asuh Anak Usai Umrah, Ruben Onsu: Biar Pengacara yang Bicara
Bikin Momen Kumpul Keluarga...
Bikin Momen Kumpul Keluarga di Rumah Makin Seru dengan Inspirasi Kegiatan ala Shopee
Ruben Onsu Resmi Daftarkan...
Ruben Onsu Resmi Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak, Sidang Perdana 15 Juli 2026
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved