alexametrics

Banyak Gunakan CGI, Para Pemeran Foxtrot Six Petik Pengalaman Baru

loading...
Banyak Gunakan CGI, Para Pemeran Foxtrot Six Petik Pengalaman Baru
Film laga seperti Foxtrot Six belum tentu diproduksi 10 tahun sekali oleh rumah produksi film di Indonesia. / Foto: KoranSINDO/Thomas Manggalla
A+ A-
JAKARTA - Film laga "Foxtrot Six" tercatat menghabiskan dana produksi yang menyentuh angka 70 miliar rupiah. Jumlah tersebut tentu cukup fantastis, namun jika dilihat nama-nama yang terlibat dalam penggarapan film ini, tentu biaya sebesar itu bisa dikatakan cukup sebanding.

Selain melibatkan produser kenamaan Hollywood, Mario Kassar serta beberapa pakar VFX dan CGI, Foxtrot Six juga berisi deretan aktor/aktris papan atas Tanah Air seperti Oka Antara, Verdi Solaiman, Chicco Jerikho, Arifin Putra, Rio Dewanto, Mike Lewis, Julie Estelle, dan masih banyak lagi. Bahkan, Produser Foxtrot Six, Manoj Punjabi menyebut jika film ini sudah dilirik jaringan internasional, seperti Netflix dan lainnya.

Salah satu aktor yang turut membintangi film ini Oka Antara mengatakan bahwa film laga seperti Foxtrot Six belum tentu diproduksi 10 tahun sekali oleh rumah produksi film di Indonesia. Hal itu pun mendorongnya untuk menerima peran dalam film tersebut.



"Yang jelas senang banget. Menurut gua, film ini belum tentu diproduksi 10 tahun sekali oleh produser lokal dan filmmaker lokal. Ini sebuah batu loncatan untuk berprestasi di kancah industri perfilman Tanah Air," ujar Nyoman Oka Wisnupada Antara saat dijumpai di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (13/2) malam.

Selain itu, menurut Oka, skala dan tema yang dibuat oleh sutradara dan penulis skenario Randy Korompis juga menjadi alasan utamanya tertarik bermain. "Skalanya ini film terbesar yang pernah dibuat di Indonesia oleh orang lokal. Ini juga dapat bantuan dari orang luar juga. Ini bisa dibilang sebagai film hybrid Indonesia pertama yang kolaborasi antara Indonesia dengan Amerika Serikat," ungkapnya.

Menurut Oka Antara, Foxtrot Six menghadirkan banyak teknologi di dalamnya, dan itulah yang membuat tantangan baru bagi dirinya dalam berakting. Tidak hanya dirinya, melainkan aktor dan aktris yang terlibat pun merasakan hal yang sama.

"Bagaimana kita turun dari helikopter, dengan keadaan kepala menuju permukaan tanah. Kita bergerak seolah-olah mendapat tekanan udara. Nah, hasil editing-nya pun detail sampai pori-porinya kelihatan. Kemudian kita menembak tanpa peluru. Nah, bagaimana kita mencoba mengembangkan peran kita, seolah-olah tuh kita menembak beneran. Meskipun kita tahu hasilnya pakai CGI. Itu susah banget," jelas Oka.

Senada dengan Oka, pemeran lainnya, Julie Estele menilai film ini sebagai pendobrak bagi industri film Tanah Air, karena menghadirkan kemasan film action yang berkelas Hollywood. Namun, meskipun bergenre action, Julie Estelle lebih banyak terlibat di bagian drama.

"Kalau untuk pemeran cowoknya memang banyak adegan action. Aku lebih banyak drama. Ini yang membuat Foxtrot Six beda. Semua adegan action yang ada itu disebabkan oleh konflik yang kuat, jadi tidak sekadar adegan action. Porsinya imbang," terang Julie Estelle.

Julie Estelle pun sangat senang ikut ambil bagian dalam Foxtrot Six, karena dia mendapat pengalaman, di mana sebagian besar adegannya memakai CGI. "Porsi CGI-nya sekitar 65 persen. Ada kesulitan teknis, aku sempat digantung pakai sling dan dilakukan 3-D scan. Untuk CGI saja film ini memerlukan sekitar setahun," tuturnya.

Sementara itu, Verdi Solaiman menambahkan, proses syuting juga menerapkan standar Hollywood, sehingga menghabiskan waktu hingga empat bulan. Menggunakan gedung mall yang tidak terpakai dan pabrik yang disulap seperti layaknya gedung tinggi, sehingga membuat tim produksi memakan waktu lama untuk mengubah tempat tersebut.

"Memang film ini menggunakan kru terbaik di Indonesia. Dengan anak Indonesia yang membuat film Hollywood seperti Fantastic Four, Walking Dead, dan lain-lain. Memang krunya ini asal Indonesia. Ini top kru. Memang butuh waktu lama untuk buat Foxtrot Six jadi kenyataan," ungkap Verdi Solaiman.

Foxtrot Six sendiri bercerita tentang kondisi Indonesia pada masa depan. Dikisahkan seorang mantan marinir bersama teman-temannya yang berjuang menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan dan kepemimpinan sebuah partai pemberontak yang kejam. Foxtrot Six dijadwalkan tayang di jaringan bioskop Tanah Air pada 21 Februari 2019.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak