alexametrics

Kembali ke Inggris, Pangeran Harry Ogah Dipanggil Pangeran

loading...
Kembali ke Inggris, Pangeran Harry Ogah Dipanggil Pangeran
Pangeran Harry bersama sang istri, Meghan Markle. / Foto: The Times of Israel
A+ A-
LONDON - Pangeran Harry kembali ke Inggris untuk menunaikan salah satu tugas terakhirnya sebagai anggota senior keluarga kerajaan. Duke of Sussex ini melakukan perjalanan ke Edinburgh, Skotlandia dengan kereta api untuk menghadiri pertemuan puncak sebuah perusahaan pariwisata ramah lingkungan bernama Travalyst.

Menariknya, pembawa acara pertemuan tersebut, Ayesha Hazarika memberitahu ke semua orang yang hadir bahwa Harry tidak ingin disebut sebagai pangeran selama acara itu berlangsung. "Dia menjelaskan bahwa kita semua cukup memanggilnya Harry. Jadi, bapak-bapak dan ibu-ibu, tolong beri sambutan yang hangat untuk Harry," kata Hazarika seperti dilansir Foxnews.

Ini menandai penampilan publik perdana Harry, beberapa hari setelah dia dan Meghan mengumumkan di situs resminya bahwa tidak akan lagi menggunakan istilah Royal atau Sussex Royal setelah transisi Megxit selesai pada musim semi 2020.



Suami Meghan Markle itu juga dijadwalkan akan mengunjungi Abbey Road Studios di London pada hari Jumat untuk kolaborasi dengan Jon Bon Jovi. Dia dan Meghan dilaporkan akan tampil di publik lima kali lagi sebelum mereka mengakhiri tugas kerajaan pada 31 Maret mendatang.

Januari kemarin, Harry dan Meghan mengumumkan keputusan mereka untuk mundur dari tugas kerajaan. Terkait keputusannya ini, maka keduanya tidak lagi berkantor di Istana Buckingham. Perihal tenggat waktu adalah bagian dari kesepakatan yang dibuat Harry dan Meghan dengan Ratu Elizabeth II. Termasuk dalam berhenti menggunakan gelar kebesaran kerajaan mereka.

Pasangan ini juga berencana untuk membagi waktu mereka antara Inggris dan Amerika Utara ketika mereka berusaha untuk hidup mandiri secara finansial.

Sementara transisi kerajaan Harry dan Meghan datang setelah Ratu berbagi persetujuannya dengan publik. Sebuah sumber yang dekat dengan Istana Buckingham mengatakan kepada ahli kerajaan Katie Nicholl bahwa Ratu umumnya tidak ingin membicarakan hal tersebut. "Sang ratu sangat ingin menyelesaikan ini karena dia melihatnya merusak monarki dan pada tingkat pribadi saya pikir ini agak menyakitkan baginya," ujar sumber itu.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak