Monstera Masih Jadi Primadona Tren Tanaman Hias 2025, Sehelai Daun Dibanderol Rp100 juta
Kamis, 17 Juli 2025 - 07:18 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: FLOII Expo 2024 Tingkatkan Kolaborasi Industri Tanaman Hias Global
Menurut Friesia Sutjiati dari Perhimpunan Florikultura Indonesia (PFI), Monstera tetap menjadi ikon utama tanaman hias. Namun, permintaan kini bergerak ke varietas-varietas eksklusif. “Monstera variegata seperti tri colour, silver creme, sampai blue saat ini sedang jadi buruan. Bahkan Devil Monster bisa dihargai hingga Rp100 juta hanya untuk satu daun,” ungkapnya dalam konferensi pers FLOII Expo 2025 di Depok, Jawa Barat, Senin (14/7/2025).
Tren tanaman hias kini berakar kuat dalam gaya hidup masyarakat urban. Tanaman hidup semakin banyak diintegrasikan dalam desain interior rumah, kafe, kantor, hingga ruang publik. Kehadiran tanaman seperti Monstera menciptakan suasana yang lebih alami, menyegarkan, dan menenangkan.
Tak hanya itu, Monstera juga menarik perhatian sebagai objek investasi. Layaknya karya seni atau barang koleksi, nilai tanaman bisa meningkat seiring kelangkaan dan keunikan coraknya. Beberapa kolektor bahkan mulai memperlakukan tanaman sebagai aset yang bisa diperjualbelikan di pasar domestik maupun ekspor.
Menurut Chandra G. Hendarto dari Steering Committee FLOII Expo, perubahan ini bukan sekadar tren estetika, tapi sebuah pergeseran budaya. "Kami mendorong hadirnya tanaman hidup di ruang-ruang aktif. Bukan lagi tanaman palsu, tapi tanaman yang tumbuh dan dirawat. Ada keterlibatan emosional, dan itu memperkaya relasi manusia dengan lingkungannya," ujarnya.
Menurut Friesia Sutjiati dari Perhimpunan Florikultura Indonesia (PFI), Monstera tetap menjadi ikon utama tanaman hias. Namun, permintaan kini bergerak ke varietas-varietas eksklusif. “Monstera variegata seperti tri colour, silver creme, sampai blue saat ini sedang jadi buruan. Bahkan Devil Monster bisa dihargai hingga Rp100 juta hanya untuk satu daun,” ungkapnya dalam konferensi pers FLOII Expo 2025 di Depok, Jawa Barat, Senin (14/7/2025).
Tren tanaman hias kini berakar kuat dalam gaya hidup masyarakat urban. Tanaman hidup semakin banyak diintegrasikan dalam desain interior rumah, kafe, kantor, hingga ruang publik. Kehadiran tanaman seperti Monstera menciptakan suasana yang lebih alami, menyegarkan, dan menenangkan.
Tak hanya itu, Monstera juga menarik perhatian sebagai objek investasi. Layaknya karya seni atau barang koleksi, nilai tanaman bisa meningkat seiring kelangkaan dan keunikan coraknya. Beberapa kolektor bahkan mulai memperlakukan tanaman sebagai aset yang bisa diperjualbelikan di pasar domestik maupun ekspor.
Menurut Chandra G. Hendarto dari Steering Committee FLOII Expo, perubahan ini bukan sekadar tren estetika, tapi sebuah pergeseran budaya. "Kami mendorong hadirnya tanaman hidup di ruang-ruang aktif. Bukan lagi tanaman palsu, tapi tanaman yang tumbuh dan dirawat. Ada keterlibatan emosional, dan itu memperkaya relasi manusia dengan lingkungannya," ujarnya.
Lihat Juga :