Monstera Masih Jadi Primadona Tren Tanaman Hias 2025, Sehelai Daun Dibanderol Rp100 juta
Kamis, 17 Juli 2025 - 07:18 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah pun tak tinggal diam. Kementerian Pertanian RI secara aktif mendukung pengembangan industri florikultura sebagai bagian dari agenda pertanian berkelanjutan.
Data dari Direktorat Jenderal Hortikultura menunjukkan bahwa nilai ekspor florikultura Indonesia pada tahun 2024 mencapai lebih dari Rp1,2 triliun naik hampir 30 persen dari tahun sebelumnya. Ini menegaskan bahwa pasar tanaman hias bukan hanya euforia sesaat, tetapi bagian dari ekonomi hijau yang tumbuh secara nyata, berbasis komunitas, dan didukung oleh jaringan global yang luas.
Menurut Siti Bibah Indrajati Ketua Kelompok Florikultura Kementerian Pertanian, kehadiran FLOII Expo merupakan contoh konkret bagaimana industri hortikultura dapat bergerak dari akar rumput, melibatkan masyarakat, dan menyentuh banyak aspek kehidupan.
“Dengan potensi alam tropis yang dimiliki Indonesia, dunia tanaman hias bisa menjadi sektor unggulan yang mendatangkan devisa dan membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah,” jelas Siti Bibah.
Puncak perayaan sekaligus panggung utama tren ini akan hadir dalam FLOII Expo 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada 23–26 Oktober mendatang di ICE BSD City, Tangerang. Mengusung tema “The Botanical Futures”, pameran ini tidak hanya menampilkan tanaman-tanaman primadona seperti Monstera dan Anthurium, tapi juga memperluas ruang eksplorasi ke ranah hortikultura tropis secara menyeluruh meliputi tanaman herbal, pangan lokal, lanskap, serta seni dan inovasi botani.
Data dari Direktorat Jenderal Hortikultura menunjukkan bahwa nilai ekspor florikultura Indonesia pada tahun 2024 mencapai lebih dari Rp1,2 triliun naik hampir 30 persen dari tahun sebelumnya. Ini menegaskan bahwa pasar tanaman hias bukan hanya euforia sesaat, tetapi bagian dari ekonomi hijau yang tumbuh secara nyata, berbasis komunitas, dan didukung oleh jaringan global yang luas.
Menurut Siti Bibah Indrajati Ketua Kelompok Florikultura Kementerian Pertanian, kehadiran FLOII Expo merupakan contoh konkret bagaimana industri hortikultura dapat bergerak dari akar rumput, melibatkan masyarakat, dan menyentuh banyak aspek kehidupan.
“Dengan potensi alam tropis yang dimiliki Indonesia, dunia tanaman hias bisa menjadi sektor unggulan yang mendatangkan devisa dan membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah,” jelas Siti Bibah.
Puncak perayaan sekaligus panggung utama tren ini akan hadir dalam FLOII Expo 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada 23–26 Oktober mendatang di ICE BSD City, Tangerang. Mengusung tema “The Botanical Futures”, pameran ini tidak hanya menampilkan tanaman-tanaman primadona seperti Monstera dan Anthurium, tapi juga memperluas ruang eksplorasi ke ranah hortikultura tropis secara menyeluruh meliputi tanaman herbal, pangan lokal, lanskap, serta seni dan inovasi botani.
(nnz)
Lihat Juga :