Sebelum Terlambat, Kenali Gejala Meningitis
Rabu, 06 Mei 2020 - 06:40 WIB
loading...
A
A
A
Penyakit meningitis berpotensi terjadi pada semua golongan usia. Namun, penyakit ini umumnya lebih rentan menyerang anak-anak dan orang tua. Selain itu, seseorang yang menjalani kemoterapi karena mengidap kanker, penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV), memiliki riwayat kencing manis, atau dewasa muda yang menggunakan steroid untuk membesarkan otot bisa juga terkena meningitis.
“Hal tersebut bisa terjadi karena penderita tidak memiliki daya tahan tubuh yang bagus seperti orang sehat. Terlebih lagi jika meningitis ini disebabkan oleh bakteri. Penderita sinusitis, infeksi telinga dan infeksi daerah hidung dapat mengidap penyakit meningitis jika bakteri berhasil naik dan menyerang ke otak,” jelas dr Valentinus.
Menurut dia, infeksi bakteri, virus, atau jamur dapat menular jika seseorang kurang menjaga kebersihan dan melakukan kontak fisik. Namun, infeksi yang berada di otak akibat meningitis tidak dapat menular kepada sesama. Seperti situasi saat ini, masyarakat dunia diresahkan dengan COVID-19 yang dapat menyebarkan virus dengan cepat melalui kontak fisik.
“Meningitis yang disebabkan virus seperti COVID-19 atau bakteri seperti penyakit TBC pada paru, ada risiko menularkan virus dan bakterinya bukan infeksi otak. Biasanya terjadi ketika penderita tidak menjaga etika bersin atau batuk sehingga droplet dapat terkena orang lain yang sehat,” kata dr Valentinus.
Penyakit meningitis dapat disembuhkan tergantung dari kondisi pasien dan perkembangannya selama menjalani perawatan dengan dokter. Jadi bagi masyarakat yang merasa ada keluhan atau gejala sebaiknya segera pergi ke dokter. Dokter akan memeriksa terkait gejala yang dialami penderita.
Selanjutnya penderita akan menjalani pemeriksaan neurologis untuk mengetahui tanda rangsang selaput otak pasien negatif atau positif. Ditambah lagi dengan adanya Magnetic Resonance Imaging (MRI) kepala atau Computerized Tomography (CT) Scan dengan kontras.
“Hal tersebut bisa terjadi karena penderita tidak memiliki daya tahan tubuh yang bagus seperti orang sehat. Terlebih lagi jika meningitis ini disebabkan oleh bakteri. Penderita sinusitis, infeksi telinga dan infeksi daerah hidung dapat mengidap penyakit meningitis jika bakteri berhasil naik dan menyerang ke otak,” jelas dr Valentinus.
Menurut dia, infeksi bakteri, virus, atau jamur dapat menular jika seseorang kurang menjaga kebersihan dan melakukan kontak fisik. Namun, infeksi yang berada di otak akibat meningitis tidak dapat menular kepada sesama. Seperti situasi saat ini, masyarakat dunia diresahkan dengan COVID-19 yang dapat menyebarkan virus dengan cepat melalui kontak fisik.
“Meningitis yang disebabkan virus seperti COVID-19 atau bakteri seperti penyakit TBC pada paru, ada risiko menularkan virus dan bakterinya bukan infeksi otak. Biasanya terjadi ketika penderita tidak menjaga etika bersin atau batuk sehingga droplet dapat terkena orang lain yang sehat,” kata dr Valentinus.
Penyakit meningitis dapat disembuhkan tergantung dari kondisi pasien dan perkembangannya selama menjalani perawatan dengan dokter. Jadi bagi masyarakat yang merasa ada keluhan atau gejala sebaiknya segera pergi ke dokter. Dokter akan memeriksa terkait gejala yang dialami penderita.
Selanjutnya penderita akan menjalani pemeriksaan neurologis untuk mengetahui tanda rangsang selaput otak pasien negatif atau positif. Ditambah lagi dengan adanya Magnetic Resonance Imaging (MRI) kepala atau Computerized Tomography (CT) Scan dengan kontras.
Lihat Juga :