Air Kelapa Bisa Cegah Keparahan Covid-19
Selasa, 27 Oktober 2020 - 14:15 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Pasien dengan penyakit penyerta diketahui 12 kali lebih mungkin meninggal akibat Covid-19 dibanding pasien lain yang tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid). Dikutip dari Covid19.go.id, penyakit penyerta yang rentan terhadap Covid-19 ini diantaranya hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke dan kanker.
Hipertensi misalnya, ditemukan pada pasien virus corona sebanyak 50,5%; diabetes melitus 34,4%, penyakit jantung 19,9%, sementara pasien covid-19 dengan komorbid penyakit paru obstruktif kronis sebesar 10,1%. Pada penderita kardiometabolik misalnya (faktor risiko terjadinya penyakit jantung diantaranya diabetes, obesitas, kolesterol , trigliserida serta tekanan hipertensi), telah memiliki chronic inflammation atau peradangan kronis di dalam tubuhnya sejak lama. (Baca: Bolehkah Seorang Istri Menunda Kehamilan?)
“Kalau sudah ada peradangan kronis yang berlangsung lama, otomatis sistem imunitas tubuh juga menurun,” beber DR. med. Dr. Maya Surjadjaja, M. Gizi, SpGK, FAAMFM. Itulah mengapa penderita komorbid lebih rentan terhadap penularan Covid-19 .”
Faktor yang kedua adalah adanya reseptor ACE2, yaitu enzim yang menempel pada permukaan luar sel (membran sel) di hampir semua organ. Misalnya, di paru-paru, arteri, jantung, ginjal, dan usus. Reseptor ini mempunyai afinitas yang kuat dengan virus SARS-CoV-2” jelas dr. Maya. (Baca juga: Tips Tetap Sehat Selama Libur Panjang di Tengah Pandemi)
Ikatan dengan reseptor ACE2 inilah yang memicu virus corona untuk masuk ke dalam sel inang. Sehingga gejala COVID-19 ada di organ-organ tersebut dan sangat bervariasi, seperti gangguan pernapasan, batuk, radang tenggorokan, peradangan hati, kejang, nyeri sendi, ruam di kulit, penurunan fungsi indra pengecap dan pembau, hingga diare.
Hipertensi misalnya, ditemukan pada pasien virus corona sebanyak 50,5%; diabetes melitus 34,4%, penyakit jantung 19,9%, sementara pasien covid-19 dengan komorbid penyakit paru obstruktif kronis sebesar 10,1%. Pada penderita kardiometabolik misalnya (faktor risiko terjadinya penyakit jantung diantaranya diabetes, obesitas, kolesterol , trigliserida serta tekanan hipertensi), telah memiliki chronic inflammation atau peradangan kronis di dalam tubuhnya sejak lama. (Baca: Bolehkah Seorang Istri Menunda Kehamilan?)
“Kalau sudah ada peradangan kronis yang berlangsung lama, otomatis sistem imunitas tubuh juga menurun,” beber DR. med. Dr. Maya Surjadjaja, M. Gizi, SpGK, FAAMFM. Itulah mengapa penderita komorbid lebih rentan terhadap penularan Covid-19 .”
Faktor yang kedua adalah adanya reseptor ACE2, yaitu enzim yang menempel pada permukaan luar sel (membran sel) di hampir semua organ. Misalnya, di paru-paru, arteri, jantung, ginjal, dan usus. Reseptor ini mempunyai afinitas yang kuat dengan virus SARS-CoV-2” jelas dr. Maya. (Baca juga: Tips Tetap Sehat Selama Libur Panjang di Tengah Pandemi)
Ikatan dengan reseptor ACE2 inilah yang memicu virus corona untuk masuk ke dalam sel inang. Sehingga gejala COVID-19 ada di organ-organ tersebut dan sangat bervariasi, seperti gangguan pernapasan, batuk, radang tenggorokan, peradangan hati, kejang, nyeri sendi, ruam di kulit, penurunan fungsi indra pengecap dan pembau, hingga diare.
Lihat Juga :