Hilangkan Persepsi Kental Manis sebagai Produk Susu

Rabu, 04 November 2020 - 19:46 WIB
loading...
Hilangkan Persepsi Kental...
Gula yang terkandung dalam SKM tidak hanya berefek kepada gizi kurang, tetapi juga hipertensi, diabtes, dan lain-lain. Foto Ilustrasi/Thriftyfun.com
A A A
JAKARTA - Iklan dan tayangan media massa turut membentuk persepsi masyarakat dalam beberapa dekade terakhir. Dalam banyak penelitian menyebutkan, ibu rumah tangga merupakan konsumen yang diperhitungkan oleh pemasar sebagai pasar sasaran untuk beriklan.

Berdasarkan hasil penelitian Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama PP Aisyiyah mengenai persepsi masyarakat tentang kental manis (SKM) dan kaitannya dengan gizi buruk, ditemukan 49,6% ibu mendapatkan informasi bahwa kental manis adalah susu dari iklan di TV, radio, dan media massa lain. Sebanyak 50,4% ibu mengetahui kental manis adalah susu dari keluarga dan bahkan petugas kesehatan.

(Baca Juga: Waspada! Diabetes Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi )

Penelitian yang melibatkan 630 responden ibu dengan balita usia di bawah 5 tahun yang dilakukan di DKI Jakarta yaitu Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat pada September-Oktober 2020 ini menemukan, sebanyak 59,2% kejadian stunting pada balita di wilayah DKI Jakarta, salah satunya disebabkan pada kebiasaan mengonsumsi SKM.

Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah Dra. Chairunnisa, M.Kes mengatakan, kental manis yang seharusnya hanya digunakan sebagai topping atau penambah rasa makanan, diberikan sebagai minuman susu untuk anak.

“Studi-studi tentang persepsi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan produk pangan yang menjadi konsumsi harian perlu terus dilakukan. Sebab apa yang dikonsumsi masyarakat akan memengaruhi gizi kesehatan keluarga. Karena itu, dengan mengetahui bagaimana persepsi masyarakat mengenai kental manis adalah langkah preventif gizi buruk di Indonesia,” jelas Chairunnisa dalam webinar nasional yang diadakan YAICI-PP Aisyiyah dengan tema "Literasi Gizi Kunci Utama Anak Tumbuh Sehat dan Cerdas".

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dr. Widyastuti, MKM, mengatakan, iklan melalui offline dan online harus benar-benar diperhatikan.

“Jadi BPOM dan produsen harus jujur terhadap produk. Gula yang terkandung dalam SKM itu tidak hanya berefek kepada gizi kurang, tetapi juga terhadap hipertensi, diabtes, dan lain-lain,” kata dr. Widyastuti.

Dibenarkan Spesialis Anak DR. Dr. Tubagus Rachmat Sentika, SpA, MARS dalam kesempatan terpisah, yang menyatakan bahwa kandungan produk kental manis membahayakan tumbuh kembang anak.

“Kental manis itu dilarang untuk anak 18 tahun ke bawah karena tidak ada manfaat gizinya bagi anak. Alasannya karena komposisinya tidak baik untuk pertumbuhan anak,” jelasnya.

Dr. Rachmat mengatakan, kadar gula dalam SKM sangat tinggi dan minim nutrisi. Selama puluhan tahun kental manis diiklankan sebagai susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak dan keluarga melalui media televisi. Hingga pada Oktober 2018, BPOM mengeluarkan aturan mengenai iklan dan promosi kental manis, yang melarang kental manis ditampilkan sebagai minuman susu melalui PerBPOM No 31 tahun 2018 tentang label pangan olahan.

Selanjutnya, hasil penelitian akan menjadi materi yang disampaikan kepada pemangku kebijakan, baik DPR, BPOM, Kementerian Kesehatan, maupun produsen agar ikut serta bertanggung jawab mengedukasi masyarakat.

(Baca Juga: Waspadai Delirium, Gejala Utama Covid-19 pada Orang Tua )

“Hasil survei yang kami lakukan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan pihak terkait, terutama BPOM, untuk dapat meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan aturan mengenai label dan promosi kental manis oleh produsen,” ujar Ketua Harian YAICI Arif Hidayat.

Terhadap Kementerian Kesehatan, Arif berharap institusi ini dapat mengoptimalkan segala saluran untuk memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Edukasi Jadi Kunci Perkembangan...
Edukasi Jadi Kunci Perkembangan Industri Estetika Medis
Mengenal William Adi,...
Mengenal William Adi, Kreator Konten yang Konsisten Edukasi Skincare dan Kesehatan Kulit
1 dari 5 Anak Indonesia...
1 dari 5 Anak Indonesia Stunting, Dampaknya Bisa Ganggu Kecerdasan dan Prestasi
Tren Jogging Meningkat,...
Tren Jogging Meningkat, Ahli Gizi Tekankan Pentingnya Protein untuk Performa Olahraga
Es Gabus Dituding Berbahan...
Es Gabus Dituding Berbahan Spons, Ahli Gizi Buka Suara
Edukasi Gizi Anak Diperluas...
Edukasi Gizi Anak Diperluas Lewat Program Nasional di Ribuan Sekolah
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Rekomendasi
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Berita Terkini
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Kunci Tidur Nyenyak...
Kunci Tidur Nyenyak Bukan Cuma Durasi, Tapi Juga Soal Tempat Tidur yang Pas!
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Misi Evelyne Bongkar...
Misi Evelyne Bongkar Kebenaran Dimulai dalam Undercover Ex Girlfriend di V+Short, Simak Sinopsisnya!
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved