Berdampak Buruk, Hindari Penggunaan Kemasan Plastik Mengandung BPA
Kamis, 12 November 2020 - 08:41 WIB
loading...
Masyarakat, khususnya ibu-ibu diingatkan agar berhati-hati dalam memilih produk atau produk makanan dan minuman dengan kemasan plastik. / Foto: Ilustrasi/
A
A
A
JAKARTA - Kemasan galon air minum di pasaran kebanyakan saat ini memiliki 2 jenis, yakni kemasan galon isi ulang yang terbuat dari polikarbonat yang mengandung BPA dan kemasan galon sekali pakai yang terbuat dari PET yang tidak mengandung BPA (BPA free). Walau sudah ada larangan penggunaan galon plastik yang mengandung BPA, tapi tetap saja penggunaan galon plastik isi ulang masih tinggi. Ini patut diwaspadai.
(Baca juga: Luapan Emosi Isyana di Single Terbaru Unlock the Key )
Agar masyarakat lebih menyadari hal tersebut, maka perlu dilakukan kampanye yang menyeluruh. Menariknya, permasalahan ini sudah menjadi perhatian Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia , Arist Merdeka Sirait dalam tiga tahun terakhir. Dia sudah mengingatkan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu agar berhati-hati dalam memilih produk atau produk makanan dan minuman dengan kemasan plastik, seperti di antaranya botol minuman, tempat makanan, ataupun minuman utamanya yang dikemas dalam kemasan galon isi ulang.
"Persoalan plastik ini sebenarnya menjadi konsentrasi Komnas Perlindungan Anak sejak tiga tahun silam. Dampaknya memang bukan hanya kesehatan, tapi menghambat pertumbuhan anak secara mental, dan intelektual," papar Arist melalui pernyataan tertulisnya, Rabu (11/11).
Merasa khawatir, Arist pun sempat mengingatkan kepada Badan POM untuk mengawasi produk yang dikemas dengan kemasan plastik. Pasalnya, bahan pembuat plastik polikarbonat (kode no 7) adalah senyawa Bisphenol A yang lebih dikenal dengan sebutan BPA. BPA inilah salah satunya yang mengandung racun berbahaya bagi anak-anak, terutama pada kemasan galon air isi ulang.
(Baca juga: Luapan Emosi Isyana di Single Terbaru Unlock the Key )
Agar masyarakat lebih menyadari hal tersebut, maka perlu dilakukan kampanye yang menyeluruh. Menariknya, permasalahan ini sudah menjadi perhatian Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia , Arist Merdeka Sirait dalam tiga tahun terakhir. Dia sudah mengingatkan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu agar berhati-hati dalam memilih produk atau produk makanan dan minuman dengan kemasan plastik, seperti di antaranya botol minuman, tempat makanan, ataupun minuman utamanya yang dikemas dalam kemasan galon isi ulang.
"Persoalan plastik ini sebenarnya menjadi konsentrasi Komnas Perlindungan Anak sejak tiga tahun silam. Dampaknya memang bukan hanya kesehatan, tapi menghambat pertumbuhan anak secara mental, dan intelektual," papar Arist melalui pernyataan tertulisnya, Rabu (11/11).
Merasa khawatir, Arist pun sempat mengingatkan kepada Badan POM untuk mengawasi produk yang dikemas dengan kemasan plastik. Pasalnya, bahan pembuat plastik polikarbonat (kode no 7) adalah senyawa Bisphenol A yang lebih dikenal dengan sebutan BPA. BPA inilah salah satunya yang mengandung racun berbahaya bagi anak-anak, terutama pada kemasan galon air isi ulang.
Lihat Juga :