Tetap Bisa Berkonsultasi ke Dokter Gigi di Perayaan BKGN
Kamis, 12 November 2020 - 19:31 WIB
loading...
foto/ dok unilever
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi banyak hal di semua sisi kehidupan, termasuk dalam hal pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Dokter gigi hanya menerima perawatan darurat atau masalah gigi serius, sehingga masyarakat kesulitan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi saat mengalami masalah dengan giginya.
Tantangan ini melatarbelakangi penyelenggaraan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2020 kali ini. Di mana Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) menggelar BKGN secara virtual dengan kegiatan menarik yang tetap mengutamakan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
Baca juga : Bersantap dan Rileks dengan Aman Bersama Keluarga
"Akan ada 65 cabang PDGI dan 26 FKG untuk ramaikan Bulan Kesehatan Gigi Nasional. Pandemi masih terus berlangsung tapi nggak buat kita menyerah, malah dorong kita untuk beradaptasi dan berinovasi untuk meningkatkan kesehatan gigi masyarakat," kata Head of Sustainable Living Beauty dan Personal Care and Home Care Unilever Indonesia Foundation, drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent.,MDSc saat jumpa pers, Kamis (12/11).
Sementara itu, pandemi Covid-19 mempengaruhi pelayanan kesehatan gigi dan mulut di dunia. Ketua PB PDGI, drg. RM Sri Hananto Seno MM Sp. BM menjelaskan bahwa jumlah kasus Covid-19 yang masih tinggi menjadi masalah berat bagi dokter gigi di Indonesia. Bahkan, dari 103 negara yang terkena Covid-19, pelayanan kesehatan gigi dan mulut hanya sebesar 25% di beberapa rumah sakit.
"Untuk dokter gigi sudah sepuh dan punya komorbit, peralatan kurang lengkap, belum bisa praktek. Dan PDGI sarankan kalau belum bisa prakter minimal berikan suatu edukasi ke masyarakat melalui virtual atau WhatsApp sehingga masyarakat bisa mendapat solusi segera dan solusi ini minimal risiko. Paling mudah masyarakat mendapatkan info, komunikasi dengan dokter dan solusi cepat," jelas drg. Seno.
Adapun kegiatan BKGN 2020 terdiri dari webinar, konsultasi kesehatan gigi dan mulut gratis melalui WhatsApp oleh dokter gigi di seluruh Indonesia hingga informasi terkini seputar protokol, pencegahan dan tata laksana ke dokter gigi di masa Pandemi Covid-19.
Tantangan ini melatarbelakangi penyelenggaraan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2020 kali ini. Di mana Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) menggelar BKGN secara virtual dengan kegiatan menarik yang tetap mengutamakan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
Baca juga : Bersantap dan Rileks dengan Aman Bersama Keluarga
"Akan ada 65 cabang PDGI dan 26 FKG untuk ramaikan Bulan Kesehatan Gigi Nasional. Pandemi masih terus berlangsung tapi nggak buat kita menyerah, malah dorong kita untuk beradaptasi dan berinovasi untuk meningkatkan kesehatan gigi masyarakat," kata Head of Sustainable Living Beauty dan Personal Care and Home Care Unilever Indonesia Foundation, drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent.,MDSc saat jumpa pers, Kamis (12/11).
Sementara itu, pandemi Covid-19 mempengaruhi pelayanan kesehatan gigi dan mulut di dunia. Ketua PB PDGI, drg. RM Sri Hananto Seno MM Sp. BM menjelaskan bahwa jumlah kasus Covid-19 yang masih tinggi menjadi masalah berat bagi dokter gigi di Indonesia. Bahkan, dari 103 negara yang terkena Covid-19, pelayanan kesehatan gigi dan mulut hanya sebesar 25% di beberapa rumah sakit.
"Untuk dokter gigi sudah sepuh dan punya komorbit, peralatan kurang lengkap, belum bisa praktek. Dan PDGI sarankan kalau belum bisa prakter minimal berikan suatu edukasi ke masyarakat melalui virtual atau WhatsApp sehingga masyarakat bisa mendapat solusi segera dan solusi ini minimal risiko. Paling mudah masyarakat mendapatkan info, komunikasi dengan dokter dan solusi cepat," jelas drg. Seno.
Adapun kegiatan BKGN 2020 terdiri dari webinar, konsultasi kesehatan gigi dan mulut gratis melalui WhatsApp oleh dokter gigi di seluruh Indonesia hingga informasi terkini seputar protokol, pencegahan dan tata laksana ke dokter gigi di masa Pandemi Covid-19.
Lihat Juga :