Tidur Nyenyak Bisa Membantu Cegah Gagal Jantung
Rabu, 18 November 2020 - 08:55 WIB
loading...
Tidur nyenyak ternyata bisa membantu cegah gagal jantung. Foto/IST
A
A
A
JAKARTA - Penelitian baru menunjukkan tidur nyenyak bisa membantu mencegah gagal jantung. Para peneliti menemukan bahwa lebih dari 400.000 orang dewasa, mereka yang memiliki pola tidur paling sehat, 42% lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gagal jantung selama 10 tahun, dibandingkan orang dengan kebiasaan kurang sehat.
Dilansir dari WebMD, Rabu (18/11) orang-orang yang tidur sehat melaporkan lima hal, yakni tidur tujuh sampai delapan jam setiap malam, tidak mendengkur, jarang mengalami kesulitan untuk tertidur, tidak ada pusing di siang hari, dan menjadi orang yang pagi.
Baca juga : Manajemen Hipertensi Penyakit Jantung saat Pandemi
Namun peneliti senior Dr. Lu Qi, seorang profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Tropis Universitas Tulane, di New Orleans mengatakan temuan tersebut tidak membuktikan sebab dan akibat. Penelitian ini menemukan bahwa orang dengan insomnia memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.
Hal yang sama berlaku untuk orang dengan sleep apnea atau gangguan kronis saat bernapas berhenti berulang kali sepanjang malam. Faktanya, banyak orang yang tidak sehat dalam studi baru ini mungkin menderita sleep apnea.
Dilansir dari WebMD, Rabu (18/11) orang-orang yang tidur sehat melaporkan lima hal, yakni tidur tujuh sampai delapan jam setiap malam, tidak mendengkur, jarang mengalami kesulitan untuk tertidur, tidak ada pusing di siang hari, dan menjadi orang yang pagi.
Baca juga : Manajemen Hipertensi Penyakit Jantung saat Pandemi
Namun peneliti senior Dr. Lu Qi, seorang profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Tropis Universitas Tulane, di New Orleans mengatakan temuan tersebut tidak membuktikan sebab dan akibat. Penelitian ini menemukan bahwa orang dengan insomnia memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.
Hal yang sama berlaku untuk orang dengan sleep apnea atau gangguan kronis saat bernapas berhenti berulang kali sepanjang malam. Faktanya, banyak orang yang tidak sehat dalam studi baru ini mungkin menderita sleep apnea.
Lihat Juga :