Mengapa Pesepakbola Ricky Yacobi Berisiko Kena Serangan Jantung?

Sabtu, 21 November 2020 - 10:37 WIB
loading...
Mengapa Pesepakbola...
foto / dok istimewa
A A A
JAKARTA - Ricky Yacobi , mantan pemain sepak bola Legenda Indonesia meninggal dunia pada Sabtu (21/11) pagi. Ricky menghembuskan napas terakhir di RS AL Mintoharjo, Jakarta. Ricky dikabarkan diduga mengalami serangan jantung saat tengah bermain bola di salah satu lapangan di Gelora Bung Karno (GBK) dengan rekan-rekannya.

"Innalilahi wainnailahi rojiun, telah meninggal dunia sahabat dan pemain Nasional kita, bang Ricki Yacobi di RS Mintoharjo. Semoga Almarhum meninggal dalam keadaan husnul Khotimah," tulis pesan singkat yang diterima media.

Baca juga : 10 Cara Mengolah Lidah Buaya Menjadi Makanan dan Minuman

Dilansir dari BBC, Sabtu (21/11) bahwa sebuah penelitian menunjukkan, risiko pemain sepak bola meninggal karena serangan jantung lebih tinggi dari perkiraan para ahli. Studi di New England Journal of Medicine ini berasal dari data selama dua dekade pada 11.168 pemain muda di Inggris.

Dokter mengatakan ada kewajiban untuk melindungi pemain. Penyakit yang memeengaruhi otot jantung, kardiomiopati, adalah pembunuh diam-diam. Gejala pertama bisa jadi jantung tiba-tiba berhenti. Inilah mengapa klub memiliki program penyaringan untuk pemain akademi pada usia 16 tahun.

Bahaya lebih tinggi pada atlet karena membebani jantung dapat memicu penyakit yang mendasarinya. Adrenalin, perubahan elektrolit, dan dehidrasi semuanya meningkatkan risiko memicu serangan jantung. Tapi tidak ada yang yakin seberapa umum kematian akibat serangan jantung.

Perkiraan menyebutkan angka tersebut kurang dari dua dari setiap 100.000 pemain, tetapi analisis ini mengatakan angka tersebut lebih tinggi yakni tujuh dari setiap 100.000 pemain.

"Itu berarti kita perlu membuka mata kita terhadap fakta bahwa tingkat kematian lebih tinggi dari yang kita duga, meskipun mereka masih jarang," kata Ahli jantung Prof Sanjay Sharma, yang memimpin penelitian di St George's, University of London.

Dalam 20 tahun penyaringan, 42 prospek akademi ditemukan berisiko. Perawatan termasuk operasi korektif dan obat jantung, berarti 30 orang dapat melanjutkan karir mereka. Sisanya disarankan untuk berhenti bermain olahraga kompetitif.

Dari delapan pemain yang meninggal selama penelitian, hanya enam yang didiagnosis dengan masalah jantung akibat pemeriksaan. Prof Sharma mengatakan Asosiasi Sepak Bola Inggris telah memperkenalkan penelitian tambahan pada usia 18, 20 dan 25 tahun.

Dia mengatakan mengidentifikasi masalah jantung yang tidak dapat diobati bisa sulit bagi pemain muda dan keputusan harus dibuat antara pemain, orang tua dan klub mereka.

Baca juga : Kembali Derita Leukemia, Choi Sung-won Masuk Rumah Sakit

"Kami harus sangat jujur dan mengatakan bahwa ada risiko kematian mendadak dan tingkat kematian rendah tetapi kami tidak dapat memprediksinya," jelasnya.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mengungkapkan, ada banyak manfaat kesehatan dari bermain sepak bola. Namun, kami sejumlah kecil orang mungkin memiliki peningkatan risiko kelainan jantung melalui latihan keras, itulah sebabnya mereka memiliki salah satu program pemeriksaan jantung paling komprehensif dalam olahraga dan menawarkan pelatihan darurat kepada tim medis di klub profesional.
(sal)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kondisi Haji Bolot Mulai...
Kondisi Haji Bolot Mulai Membaik, Sudah Tak Keluhkan Sesak Napas
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Resmi Menikah, Jennifer...
Resmi Menikah, Jennifer Coppen Disambut Hangat Keluarga Justin Hubner
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Jalani Pengajian dan...
Jalani Pengajian dan Siraman, Jennifer Coppen Tampil Anggun dengan Makeup Soft Glam
Ngeri, Pilot Pesawat...
Ngeri, Pilot Pesawat Pembawa 220 Penumpang Mendadak Serangan Jantung di Ketinggian 30.000 Kaki
PK3D DKI Latih Warga...
PK3D DKI Latih Warga Tangani Serangan Jantung di Ruang Publik
Pratama Arhan Selesaikan...
Pratama Arhan Selesaikan Sidang Skripsi di Udinus, Angkatan Pertama Ijazah Blockchain
Rekomendasi
Toyota Fortuner Generasi...
Toyota Fortuner Generasi Terbaru Resmi Diperkenalkan, Ini Tampangnya
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
Berita Terkini
Kondisi Haji Bolot Mulai...
Kondisi Haji Bolot Mulai Membaik, Sudah Tak Keluhkan Sesak Napas
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
Penyanyi Oliver Tree...
Penyanyi Oliver Tree Dikabarkan Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Brasil
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Barongsai PRJ 2026 Sedot...
Barongsai PRJ 2026 Sedot Perhatian Pengunjung, Anak-Anak Antusias Beri Angpao
Hari Keempat PRJ 2026...
Hari Keempat PRJ 2026 Padat Pengunjung, Area Kuliner Paling Ramai
Infografis
Zohran Mamdani, Kerikil...
Zohran Mamdani, Kerikil di Jantung Paman Sam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved