Menambahkan Minyak Zaitun dalam Makanan Dapat Mencegah Stroke

loading...
Menambahkan Minyak Zaitun dalam Makanan Dapat Mencegah Stroke
Mengonsumsi minyak zaitun dapat membantu mencegah stroke. Penelitian ini dipublikasikan edisi online Neurology, jurnal medis American Academy of Neurology. Foto/Istimewa.
JAKARTA - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak zaitun dapat membantu mencegah stroke pada orang tua. Penelitian ini dipublikasikan edisi online Neurology, jurnal medis American Academy of Neurology.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa serangkaian rekomendasi diet baru harus dikeluarkan untuk mencegah stroke pada orang berusia 65 tahun ke atas," kata penulis studi C├ęcilia Samieri, PhD, dari Universitas Bordeaux dan Institut Penelitian Kesehatan dan Medis Nasional (INSERM) di Bordeaux, Prancis. (Baca juga: Ini Cara yang Benar Menggunakan Minyak Zaitun untuk Pijat )

"Stroke sangat umum terjadi pada orang tua dan minyak zaitun akan menjadi cara yang murah dan mudah untuk membantu mencegahnya," lanjut Samieri dilansir dari Science Daily, Rabu (2/12).

Untuk studi tersebut, para peneliti melihat catatan medis dari 7.625 orang berusia 65 tahun ke atas dari tiga kota di Prancis, Bordeaux, Dijon dan Montpellier. Peserta tidak memiliki riwayat stroke. Konsumsi minyak zaitun dikategorikan sebagai tidak ada gunanya, penggunaan sedang seperti menggunakan minyak zaitun dalam memasak atau sebagai saus atau dengan roti.



Selain itu, minyak zaitun juga dikategorikan penggunaan intensif, yang termasuk menggunakan minyak zaitun untuk memasak dan sebagai saus atau dengan roti. Samieri menjelaskan para peserta penelitian terutama menggunakan minyak zaitun extra virgin, karena 98% dari yang tersedia di Prancis. Setelah lebih dari lima tahun, ada 148 kasus stroke.

Setelah mempertimbangkan pola makan, aktivitas fisik, indeks massa tubuh, dan faktor risiko lain untuk stroke. Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang secara teratur menggunakan minyak zaitun untuk memasak dan sebagai saus memiliki risiko stroke 41% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah menggunakan minyak zaitun (1,5% dalam enam tahun dibandingkan dengan 2,6%).

Minyak zaitun telah dikaitkan dengan efek perlindungan potensial terhadap banyak faktor risiko kardiovaskular, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan obesitas. Dalam editorial yang menyertainya, Nikolaos Scarmeas, MD, dari Columbia University dan anggota American Academy of Neurology mencatat bahwa tidak jelas elemen minyak zaitun mana yang bisa melindungi. (Baca juga: 7 Sayuran yang Baik untuk Ginjal Anda, Mulai Bayam hingga Kubis )



Sementara, efek minyak zaitun bisa tidak langsung dengan membuat makanan sehat lainnya lebih enak. Dia juga memperingatkan bahwa hanya uji klinis di masa depan yang dapat meningkatkan kepercayaan pada temuan dan berpotensi mengarah pada rekomendasi pencegahan stroke.
(tdy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top