Konsumsi Vitamin D Dua Kali Sehari Bisa Cegah Vertigo

loading...
Konsumsi Vitamin D Dua Kali Sehari Bisa Cegah Vertigo
Vertigo posisi paroksismal jinak terjadi ketika perubahan posisi kepala memberi Anda sensasi berputar tiba-tiba. Foto Ilustrasi/Pinterest
JAKARTA - Mengonsumsi vitamin D dan kalsium dua kali sehari dapat mengurangi kemungkinan terkena vertigo kembali. Temuan ini berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal medis American Academy of Neurology.

"Studi kami menunjukkan bahwa untuk orang dengan vertigo posisi paroksismal jinak, mengonsumsi suplemen vitamin D dan kalsium adalah cara sederhana serta berisiko rendah untuk mencegah vertigo berulang. Ini sangat efektif jika Anda memiliki tingkat vitamin D yang rendah untuk memulai," kata Ji-Soo Kim, MD, Ph.D dari Sekolah Tinggi Kedokteran Universitas Nasional Seoul di Korea Selatan, seperti dilansir dari Science Daily.

(Baca Juga : Menambahkan Minyak Zaitun dalam Makanan Dapat Mencegah Stroke )

Vertigo posisi paroksismal jinak terjadi ketika perubahan posisi kepala memberi Anda sensasi berputar tiba-tiba. Ini salah satu jenis vertigo yang paling umum. Penanganan berupa melakukan serangkaian gerakan kepala yang mengubah partikel di telinga yang memicu vertigo, masih menyebabkan kekambuhan. Sekitar 86% orang dengan bentuk vertigo ini mengaku bahwa terganggu kehidupan sehari-hari mereka atau menyebabkan mereka melewatkan hari-hari di tempat kerja.



Studi ini mengamati 957 penderita vertigo posisi paroksismal jinak yang berhasil diobati dengan gerakan kepala di Korea Selatan. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok yaitu intervensi dan observasi. Sebanyak 445 orang dalam kelompok intervensi telah diambil tingkat vitamin D mereka pada awal penelitian.

Sementara 348 orang dengan kadar vitamin D di bawah 20 nanogram per mililiter (ng/mL) mulai mengonsumsi suplemen dengan 400 unit internasional vitamin D dan 500 miligram kalsium dua kali sehari. Sedangkan mereka dengan kadar vitamin D sama atau lebih dari 20 ng/mL tidak diberi suplemen. Lalu 512 orang dalam kelompok observasi tidak dipantau kadar vitamin D-nya dan mereka tak mendapat suplemen.

Mereka yang berada dalam kelompok intervensi yang mengonsumsi suplemen memiliki tingkat kekambuhan yang lebih rendah untuk episode vertigo setelah rata-rata satu tahun dibandingkan kelompok observasi. Orang yang mengonsumsi suplemen memiliki tingkat kekambuhan rata-rata 0,83 kali per orang per tahun, dibandingkan dengan 1,10 kali per orang per tahun untuk mereka yang berada dalam kelompok observasi, atau penurunan 24% pada tingkat kekambuhan tahunan.



Ada manfaat yang lebih besar bagi mereka yang kekurangan vitamin D pada awal penelitian . Mereka yang memulai dengan kadar vitamin D lebih rendah dari 10 ng/mL mengalami penurunan 45% pada tingkat kekambuhan tahunan. Sementara mereka yang memulai dengan kadar vitamin D pada 10 hingga 20 ng/mL hanya mengalami penurunan 14%. Sebanyak 38% orang dalam kelompok intervensi mengalami episode vertigo lain, dibandingkan dengan 47% pada kelompok observasi.

(Baca Juga: Penelitian: Virus Corona Baru Dapat Masuk ke Otak Melalui Hidung )

"Hasil kami menarik karena sejauh ini pergi ke dokter untuk meminta mereka melakukan gerakan kepala telah menjadi cara utama kami mengobati vertigo posisi paroksismal jinak. Studi kami menunjukkan pengobatan yang murah dan berisiko rendah seperti vitamin D serta tablet kalsium efektif untuk mencegah gangguan yang umum dan sering berulang ini," jelas Kim.
(tsa)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top