Jepang Deteksi Varian Baru COVID-19 dari 4 Pelancong asal Brasil
Rabu, 13 Januari 2021 - 01:27 WIB
loading...
Varian baru COVID-19 telah terdeteksi pada empat pelancong asal Brasil di Jepang. Foto Ilustrasi/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Varian baru COVID-19 telah terdeteksi pada empat pelancong asal Brasil di Jepang . Hal ini diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan Jepang pada Minggu (10/1).
Seorang pejabat Kementerian mengatakan, penelitian sedang dilakukan untuk mengetahui kemanjuran vaksin terhadap varian baru yang berbeda dari varian sangat menular yang pertama kali ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan yang telah mendorong lonjakan kasus.
(Baca Juga: Seseorang Masih Bisa Terinfeksi COVID-19 usai Divaksinasi, Ini Alasannya )
“Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan varian baru yang ditemukan pada mereka yang berasal dari Brasil memiliki tingkat penularan yang tinggi,” kata Kepala Institut Penyakit Menular Nasional Takaji Wakita, seperti dilansir Reuters, Senin (11/1).
Meski begitu, Kementerian Kesehatan Brasil mengatakan telah diberi tahu oleh otoritas Jepang bahwa varian baru tersebut memiliki 12 mutasi. Di mana salah satunya telah diidentifikasi juga pada varian yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan. “Ini menunjukkan potensi penularan virus yang lebih tinggi,” jelasnya.
Seorang pejabat Kementerian mengatakan, penelitian sedang dilakukan untuk mengetahui kemanjuran vaksin terhadap varian baru yang berbeda dari varian sangat menular yang pertama kali ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan yang telah mendorong lonjakan kasus.
(Baca Juga: Seseorang Masih Bisa Terinfeksi COVID-19 usai Divaksinasi, Ini Alasannya )
“Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan varian baru yang ditemukan pada mereka yang berasal dari Brasil memiliki tingkat penularan yang tinggi,” kata Kepala Institut Penyakit Menular Nasional Takaji Wakita, seperti dilansir Reuters, Senin (11/1).
Meski begitu, Kementerian Kesehatan Brasil mengatakan telah diberi tahu oleh otoritas Jepang bahwa varian baru tersebut memiliki 12 mutasi. Di mana salah satunya telah diidentifikasi juga pada varian yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan. “Ini menunjukkan potensi penularan virus yang lebih tinggi,” jelasnya.
Lihat Juga :